List/Grid

Tag Archives: lingkungan

Go Green !!!

Go Green !!!

  Secara “tidak kita sadari” perilaku kita terhadap lingkungan sudah sangat tidak bersahabat. Desakan kebutuhan manusia akibatnya pertambahan yang sangat signifikan seolah menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan keinginan manusia. Akankah suatu saat nanti, lapangan hijau, taman bermain, dan udara segar hanya bisa dinikmati dalam dongeng sebelum tidur anak cucu kita? Akankah mereka menikmati itu … Continue reading »

Bang Jo

Bang Jo

Assalamualaikum temen-temen EPICENTRUM…
 
Mau coret-coret lagi nih….
Kali ini mau bikin coretan tentang Bang Jo….ada kenal bang jo???
Teman-teman jangan salah kira dulu yaa..
“Bang Jo” di sini bukan artis yang jadi host acara Tangkap,,bukan komentator sepak bola,,dan bukan juga preman yang sering nongkrong di terminal ya,hehehe..
“Bang Jo” diambil dari bahasa jawa “Abang” dan “Ijo”,,menurut makna harfiah-nya Bang Jo itu Merah dan Hijau..tetapi makna sebenarnya kata “Bang Jo” digunakan untuk menunjuk lampu rambu lalu lintas atau bahas kerennya trafic light..
Entah dari mana kata “bang jo” itu akhirnya menjadi populer padahal klo dilihat lampu rambu lalu lintas gak Cuma “abang” dan “ijo” tapi ada kuning juga..???
Tapi ya sudah lah karena sekarang kita gak sedang mau membahas sejarah “bang jo” tapi fenomena-fenomena unik dan menggelitik yang sering terjadi di “bang jo” khususnya di kota tempat aku kuliah di kota hujan Bogor..
Cekibrot……

Fenomena 1 
(polisi yang cuek melihat orang gak pake helm)

Kejadian ini aku lihat waktu pertama kali bawa motor ke bilangan Jln Padjadjaran kota Bogor,,waktu itu aku berboncengan dengan teman menuju Botani Square di Baranangsiang. Kita berdua sabagai mahasiswa dan warga masyarakat yang taat peraturan memakai helm depan belakang,,tetapi yang aku dan teman aku perhatikan di perempatan deket kampus MB-IPB sungguh mengejutkan….
 
ada polisi yang sedang berdiri di deket trafic light yang kebetulan pada saat itu lampu sedang merah,, dan ada pengendara motor berboncengan yang berhenti di paling depan,,asal teman-teman tahu,,yang pakai helm Cuma pengemudi yang di depan saja sedang yang di bonceng itu gak pake helm,,Cuma pake topi doang..
 
tapi apa yang dilakukan polisi yang ada didekatnya ??…Cuma Cuek-cuek aja..
apakah peraturan mengenakan helm Cuma berlaku untuk pengemudi motor yang di depan..?? (bingug mode <on>)
Fenomena 2 
(membunyikan klakson ketika lampu hijau baru aja menyala)

Ini menunjukkan mental bangsa Indonesia yang terkenal ramah, ternyata sangat tidak sabar di jalanan.. Ketika lampu hijau menyala seolah semua orang berebutan untuk dapat menjadi yang terdepan dan buru-buru jalan,,entah karena memang sedang terburu-buru atau apa lah,,yang jelas hal seperti ini menunjukkan mental bangsa yang tidak sabar,,padahal kan nantinya semuaya juga kebagian jatah buat jalan toh??..
“Inget gan ini jalan raya bukan sirkuit  balap yang harus segera tancap gas ketika lampu hijau menyala”,,
ada orang tua yang mungkin memerlukan respon lebih lama untuk menjalankan kendaraannya,,atau ibu-ibu yang harus berhati-hati karena membonceng 2 orang anaknya yang baru pulang sekolah,,atau barangkali ada orang yang tiba-tiba kendaraanya mati dan butuh waktu untuk menepi..
kemana teori tenggang rasa yang dulu pernah di pelajari di SD saat pelajaran PPKn.???
apa sih alasannya harus mengklakson orang yang di depan??,,bukankah setiap orang bakal dapet jatah  buat jalan juga (tanya kenapa)
Fenomena 3 
(membunyukan klakson meski lampu belum hijau)
Ini yang lebih parah..
Masih mendingan lah klo mengklakson saat lampu sudah hijau,,tapi ini selalu aku alami setiap melintasi lampu merah sekitar perempatan Yasmin setelah jembatan dari arah terminal Bubulak,,
di perempatan ini memang kondisi lalu lintasnya sedikit semrawut meski sudah ada trafic light,,banyak kendaraan yang memaksa jalan meski lampu masih merah dan itu menjadi hal yang wajar,,jadi klo udah ada satu kendaraan yang jalan otomatis semua ngikut deh nerobos lampu merah..
dan yang gak mau ikut-ikutan nerobos (seperti aku) selalu jadi korban klakson-klakson yang “teriak-teriak” nyuruh jalan.. tapi aku selau berusaha untuk cuek-cuek aja “stay cool” dan gak ikut-ikutan nerobos..
bodo amat mau di klakson ampe lebaran monyet juga klo belum ijo ya aku gak bakal bergerak dari tempat,,semoga temen-temen juga begitu.. ^_^
Fenomena 4 
(berhenti di depan garis Trafic light)

Ini adalah hal yang saaaaangaaaaat seriiiing terlihat di perempetan atau pertigaan yang ada Trafic light nya..
Pengendara (yang umumnya dari kendaraan motor) saat lampu merah kerap kali berhenti melebihi batas yang sudah ditentkan,,bahkan terkadang berhenti di depan lampu rambu lalu lintas sehingga gak tau kapan lampu hijau menyala,,dan berharap klakson dari orang di belakangnya yang menurut dia klo udah dii klakson berarti udah saatnya jalan..
dosen Pembimbing Skripsi aku pernah menceritakan pengalamannya “ngerjain” pengendara yang bandel berhenti di trafic light..
saat itu beliau mengendari mobil dan berhenti di lampu merah,,kemudian dari belakang ada motor yang langsung berhenti di depan mobil beliau dan berhenti sangat jauh di depan lampu merah,,kemudian dosen aku itu “iseng” membunyikan klakson meski belum hijau dan motor itu pun  langsung tancap gas… begitu kata beliau
“hampir aja motor itu tabrakan dengan kendaraan dari arah kirinya”….”tapi sayangnya gak jadi,,wah gagal deh mengurangi jumlah penduduk Indonesia,hehehe” canda beliau..
Dan pengalaman yang sama pun aku coba praktikan 2-3 hari yang lalu,,saat itu dengan posisi yang sama aku melihat ada beberapa motor yang berhenti di depan lampu merah..
Aku pun mencoba iseng untuk  membunyikan klakon motorku..
Wal hasil motor-motor di depan pada jalan bareng meski lampu belum ijo,,untungnya gak sampai ada yang tabrakan,,
”wah aku gagal juga mengurangi jumlah penduduk Indonesia yang makin banyak tapi gak makin pinter ini,hehehe”
Fenomena 5 
(menggunakan telepon genggam di trafic light)

Orang-orang termasuk dalam fenomena Ini gak jauh lebih pinter dari fenomena 4,,klo yang di fenomena 4 mereka berhenti di depan garis dan berharap klakson dari orang di belakangnya..
Di fenomena 5 ini juga mengharap klakson dari orang dibelakangnya,,tapi kasusnya berbeda karena orang-orang ini masih “sedikit” lebih baik karena berhenti di belakang garis yang ditentukan,,tetapi yang menjadi masalah yang mereka perhatikan bukan trafic light nya,,tapi layar HaPe..jadi ketika di klakson dari belakang baru mereka buru-buru masukin HPnya…ckckckck

kalau seperti ini rasanya “I don’t want to live in this planet anymore”

itulah fenomena-fenomena yang sering terjadi di “bang jo”..
semoga kita bukan termasuk ke dalam fenomena-fenomena itu,,dan kita sebagai mahasiswa tetap menjadi warga masyarakat yang baik dan taat pada peraturan yang berlaku..
Daftar Taman Nasional Di Indonesia

Daftar Taman Nasional Di Indonesia

Sumber: Alamendah
Daftar Taman Nasional Di Indonesia. Taman Nasional (National Park) merupakan kawasan yang dilindungi oleh pemerintah dari perkembangan manusia dan polusi. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,
Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi alam.
Taman Nasional juga dilindungi oleh World Conservation Union Kategori II (IUCN; International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Di Indonesia terdapat 50 Taman Nasional. Bahkan 5 diantaranya dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites) yaitu Taman Nasional Komodo, TN. Ujung Kulon, TN. Lorentz, TN. Gunung Leuser, TN. Kerinci Seblat, dan TN Bukit Barisan Selatan.
Taman Nasional di Indonesia
Daftar Taman Nasional di Indonesia berikut disajikan dengan format; “Nama Taman Nasional”; “Provinsi (Kabupaten)”; “Luas”; “Dasar hukum atau SK. penunjukkan sebagai Taman nasional”. Berikut Daftar nama Taman Nasional (National Park) di Indonesia:

Taman Nasional Indonesia di Sumatera
  1. TN. Batang Gadis; Sumatera Utara (Mandailing Natal), 108.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 1266/Menhut-II/2004, 29 April 2004
  2. TN. Berbak; Jambi (Tanjung Jabung), 162.700,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 285/Kpts-II/1992, 26 Februari 1992.
  3. TN. Bukit Barisan Selatan; Bengkulu dan Lampung, (Bengkulu Selatan dan Lampung Utara), 365.000,00 ha. Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 736/Mentan/X/82, 14 Oktober 1982.
  4. TN. Bukit Dua Belas; Jambi, (Sarolangun Bangko, Batanghari, Bungo Tebo), 60.500,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 258/Kpts-II/2000, 23 Agustus 2000.
  5. TN. Bukit Tiga Puluh; Riau dan Jambi; (Bungo Tebo, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir), 144.223,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 6407/Kpts-II/2002, 21 Juni 2002.
  6. TN. Gunung Leuser; Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, (Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Timur, Langkat), 1.094.692,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 276/Kpts-VI/1997, 23 Mei 1997
  7. TN. Kerinci Seblat; Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu, (Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kerinci, Muara Bungo, Sarolangun Bangko, Pesisir Selatan, Musi Rawas), 1.375.349,87 ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor : 901/Kpts-II/1999, 14 Oktober 1999. Perluasan taman nasional dengan tambahan kawasan 14.160,00 ha sesuai Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 420/Kpts-II/2004, 19 Oktober 2004 – jadi total luas 1.389.509,87 ha
  8. TN. Sembilang; Sumatera Selatan, (Musi Banyuasin), 202.896,32 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 95/Kpts-II/2003, 19 Maret 2003.
  9. TN. Siberut; Sumatera Barat, (Padang Pariaman), 190.500,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 407/Kpts-VI/1993, 8 Oktober 1993.
  10. TN. Tesso Nilo; Riau, (Pelawan, Indragiri Hulu), 38.576,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 255/Kpts-II/2004, 19 Juli 2004.
  11. TN. Way Kambas; Lampung, (Lampung Tengah), 125.621,30 ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor : 670/Kpts-II/1999, 26 Agustus 1999.
Taman Nasional Indonesia di Jawa
  1. TN. Alas Purwo; Jawa Timur, (Banyuwangi), 43.420,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 190/Kpts-II/1993, 26 Februari 1993.
  2. TN. Baluran; Jawa Timur, (Panarukan), 25.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 279/ Menhut-VI/1997, 23 Mei 1997.
  3. TN. Bromo Tengger Semeru; Jawa Timur, (Pasuruan, Probolinggo), 50.276,50 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 278/Menhut-VI/1997, 23 Mei 1997
  4. TN. Gunung Ciremai; Jawa Barat, (Kuningan, Majalengka), 15.500,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 424/Menhut-II/2004, 19 Oktober 2004.
  5. TN. Gunung Gede Pangrango; Jawa Barat, (Bogor, Sukabumi, Cianjur), 21.975,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 174/Kpts-II/2003, 10 Juli 2003.
  6. TN. Gunung Halimun – Salak; Jawa Barat, Banten, (Bogor, Sukabumi, Lebak),113.357,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 285/Kpts-II/1992, 26 Februari 1992.
  7. TN. Gunung Merapi; DI Yogyakarta, Jawa Tengah, (Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten), 6.410,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 134/Menhut-II/2004, 4 Mei 2004.
  8. TN. Gunung Merbabu; Jawa Tengah, (Magelang, Semarang, Boyolali), 5.725,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 135/Menhut-II/2004, 4 Mei 2004.
  9. TN. Kepulauan Karimunjawa; Jawa Tengah, (Jepara), 111.625,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor : 78/Kpts-II/1999, 22 Februari 1999.
  10. TN(L). Kepulauan Seribu; DKI Jakarta, (Pulau Seribu), 107.489,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 6310/Kpts-II/2002, 13 Juli 2002.
  11. TN. Meru Betiri; Jawa Timur, (Jember), 58.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 277/Menhut-VI/1997, 23 Mei 1997.
  12. TN. Ujung Kulon; Banten, (Pandeglang), 123.156,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor : 758/Kpts-II/1999, 23 September 1999.
Taman Nasional Indonesia di Bali dan Nusa Tenggara
  1. TN. Bali Barat; Bali, (Jembrana, Buleleng), 19.002,89 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 493/Kpts-II/1995, 15 September 1995.
  2. TN. Gunung Rinjani; Nusa Tenggara Barat, (Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah), 41.330,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 280/Kpts-VI/1997, 3 Juni 1997.
  3. TN. Kelimutu; Nusa Tenggara Timur, (Ende), 5.356,50 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 679/Kpts-II/1997, 10 Oktober 1997.
  4. TN. Komodo; Nusa Tenggara Timur, (Manggarai), 173.700,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 306/Kpts-II/1992, 29 Februari 1992.
  5. TN. Laiwangi – Wanggameti; Nusa Tenggara Timur, (Sumba Timur), 47.014,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 576/Kpts-II/1998, 13 Agustus 1998.
  6. TN. Manupeu – Tanah Daru; Nusa Tenggara Timur, (Sumba Barat), 87.984,09 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 576/Kpts-II/1998, 3 Agustus 1998.
Taman Nasional Indonesia di Kalimantan
  1. TN. Betung Kerihun; Kalimantan Barat, (Kapuas Hulu), 800.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 510/Kpts-II/1999, 30 Juni 1999.
  2. TN. Bukit Baka- Bukit Raya; Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, (Sintang, Kasongan), 181.090,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 281/Kpts-II/1992, 26 Februari 1992.
  3. TN. Danau Sentarum; Kalimantan Barat, (Kapuas Hulu), 132.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 34/Kpts-II/1999, 4 Februari 1999.
  4. TN. Gunung Palung; Kalimantan Barat, (Ketapang), 90.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 448/Menhut-VI/1990, 3 Juni 1990.
  5. TN. Kayan Mentarang; Kalimantan Timur, (Bulungan), 1.360.500,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 831/Kpts-II/1996, 7 Oktober 1996.
  6. TN. Kutai; Kalimantan Timur, (Kutai), 198.629,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 325/ Kpts-II/1995, 29 Juni 1995.
  7. TN. Sebangau; Kalimantan Tengah, (Katingan, Pulang Pisau, Kota Palangka Raya), 568.700,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 423/Menhut-II/2004, 10 Oktober 2004
  8. TN. Tanjung Putting; Kalimantan Tengah, (Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur), 415.040,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 687/Kpts-II/1996, 25 Oktober 1996.
Taman Nasional Indonesia di Sulawesi
  1. TN(L). Bunaken; Sulawesi Utara, (Minahasa), 89.065,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 730/Kpts-II/1991, 15 Oktober 1991.
  2. TN. Bantimurung Bulusarawung; Sulawesi Selatan, (Maros, Bulukumba), 43.750,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 398/Menhut-II/2004, 18 Oktober 2004.
  3. TN. Bogani Nani Wartabone; Sulawesi Utara, Gorontalo, (Bolaang Mangondow, Gorontalo), 287.115,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 1127/Kpts-II/1992, 19 Desember 1992.
  4. TN. Kep. Togean; Sulawesi Tengah, (Tojo Una-una), 362.605,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 418/Menhut-II/2004, 19 Oktober 2004.
  5. TN(L). Kepulauan Wakatobi; Sulawesi Tengara, (Buton), 1.390.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 765/Kpts-II/2002, 19 Agustus 2002.
  6. TN. Lore Lindu; Sulawesi Tengah, (Donggala, Poso), 217.991,98 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 646/Kpts-II/1999, 23 Juni 1999
  7. TN. Rawa Aopa Watumohai; Sulawesi Tenggara, (Kendari, Kolaka), 105.194,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 756/Kpts-II/1990, 17 Desember 1990.
  8. TN(L). Taka Bonerate; Sulawesi Selatan, (Selayar), 530.765,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 92/Kpts-II/2001, 26 Februari 2001
Taman Nasional Indonesia di Maluku dan Papua
  1. TN. Aketajawe – Lolobata; Maluku, (Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur), 167.300,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 397/Menhut-II/2004, 18 Oktober 2004.
  2. TN. Lorentz; Papua Barat, Papua, (Fakfak, Merauke), 2.450.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 154/Kpts-II/1997, 19 Maret 1997.
  3. TN. Manusela; Maluku, (Maluku Tengah), 189.000,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 291/Kpts-II/1997, 23 Mei 1997.
  4. TN. Teluk Cenderawasih; Papua Barat, Papua, (Yapen, Waropen, Manokwari), 1.453.500,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 8009/Kpts-II/2002, 29 Agustus 2002.
  5. TN. Wasur; Papua, (Merauke), 413.810,00 ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 282/Kpts-VI/1997, 23 Mei 1997.
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Assalamulaikum..apa kabar nih temen-temen EPICENTRUM..semoga slalu dalam keadaan baik ya..:)tanggal 5 Juni itu hari apa ya..?? (hari senin deh kayaknya,hehe)wah payah nih masak gak ada yang tau 5 Juni hari apa,,coba yang anak-anak MAPALA (Mahasiswa Pal…

Yuk Donor Darah

Yuk Donor Darah

Donor DarahHaduuh…gak tau kenapa nih, beberapa hari belakangan badanaku kok kerasa gak enak gitu ya,,dan gak tau kenapa juga, rasanya kok seperti ada yang kurang apa gitu dari badan aku ini..setelah iseng-iseng aku coba lihat kalender,,betapa terkeju…

E _ _ _ H,,Fill it with ART…!!

E _ _ _ H,,Fill it with ART…!!

fill it with Artmungkin judul itu mampu mewakili apa yang kurasa saat ini..bumi yang semakin Panas..iklim yang yang tak lagi jelas musimnya..cuaca yang berubah-ubah tanpa bisa di prediksi..miris memang melihat bumi kita makin lama makin rusak oleh tang…

Pentingnya Kesadaran atas Kelestarian Lingkungan Industri

Pentingnya Kesadaran atas Kelestarian Lingkungan Industri

SEIRING dengan kemajuan zaman, kebutuhan manusia semakin meningkat. Seperti prinsip ekonomi, perdagangan terjadi karena ada pasar, pasar tercipta akibat adanya permintaan. Oleh karena itu, segala upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan… Read more »