Tag Archive | "bogor"

Tags: , ,

@BloggerIPB: Ini Ceritaku,Mana Ceritamu

Posted on 02 February 2012 by Rizki Pradana



Kenapa nge-BLOG dan kenapa ikut Komunitas Blogger IPB..??
Tanya ken--napa..#iklan

Wah-wah pertanyaan yang sulit untuk di jawab meskisepertinya Nampak sederhana..

Sebelum menjawab ke pertanyaan sedikit cerita boleh dong,,iniceritaku tentang Ind*mie (ups salah)..maksud aku tentang awal mula aku mengenaldunia luna maya..

Siapa sih dari temen-temen mahasiswa saat ini yang gak kenalyang namanya internet??,,suatu media yang membantu kita mengenal dunia denganlebih luas (dan lebih mudah mendapatkan literatur tanpa harus jauh-jauh keperpustakaan,hehe)..pertama kali kenal yang namanya Internet tuh waktu duduk dibangku SMP (ya duduk di bangku lah masak di meja,ckckck) kalau gak salah inget dilabkom SMP aku mulai mengenal bagamana cara googling,,meski saat itu belumpunya komputer sendiri dan saat itu Warnetmasih 
menjadi barang langka dan masih kalah pamor sama rental PS.


Gak perlu berpanjang lebar deh,, kalau panjang-panjangkasihan yang cewek dan kalau lebar-lebar kasihan yang cowoknya (Lhoh apaan coba ini,hihi),maksudnyaceritanya singkat aja kalau terlalu panjang*lebar=luas (#sokscientist)..

Goo…..Blog…..!!!

Tau yang namanya blog ya dari mbah google lah tentunya,,pasjaman-jaman TPB (Tahun-tahun Penuh Bahagia) tiap nyari refrensi buat laporanBiologi slalu dari blog orang,,tapi masih belum tertarik,,habis kayaknya gakseru sih dan terkesan aneh, cuman nulis-nulis gak jelas truz bisa kebaca orangbanyak (di blog tuh ada yang curhat lah,ada yang mellow lah,nge-upload laporan)pokoknya aku pikir norak lah..oia sedikit bocoran saat itu aku juga belum kenalsama yang namanya Facebook apalagi Twitter..maklum dari kampong kenalnyamah cuma surat kaleng,hehe

Nah dilanjuuut lagii ya ceritanyaa….

Blog memang gak bisa lepas dari tulisan,,jadi sebelum lanjutcerita tentang blog,,aku cerita dulu tentang tulisan..ini jaman dimana aku udahmengenal jejaring sosial sing arene FACEBOOK..eh klik sana-sini nemu yangnamanya note,,nah disinilah mulai corat-coret,,bikin puisi biar dibilang “romantis”gituu,,tapi memang zaman udah berubah dan makna pun sudah bergeser,,kalau dulucowok bikin puisi pasti dibilang romantis tapi kalau sekarang pasti dibilang “Lagi G.A.L.A.U yaa??” atau lebihparannya lagi dibilang 4L4Y (capeedeeh)

Nah langsung aja ya cerita tentang kapan pertama punyablog..

Aku sebenernya di akhir REZIM-TPB udah kenalan sama yangnamnya blog dari komunitas fotografi (lho kok kenal blog dari komunitaslain),,begini ceritanya…………(diem truz adacloud di atas kepala gue yg isinya gambar yang menceritakan peristiwa saat itu)……..nahitu tadi ceritanya.

Woiii Lu belum cerita begoo,,mana bisa kita ngelihat isi otak Lu..!!!

Oia maap,terlalu menghayati,,jadi gini kisahnya,dalam duniaFotografi kami dituntut untuk share karya,,dan saat itu fasilitas untuk shareyang biasa dipake anak-anak fotografi adalah “MULTIPLY”,,biar gakkatrok alias nDesooo akhirnya akuikut bikin,,tapi saat itu masih terbatas buat shere foto aja,,kemudian setelahgak aktif di komunitas itu Multiply pun terbengkalai paswordnya aja jugalupa,hehe (malah mungkin tuh multiplynyaris kena gusur satpol PP kali ya).

Dan benar saja beberapa saat yang lalu iseng buka multiply(rizkipradana.multiply.com) disana udah banyak sarang laba-laba, tikus, kecoa lhagak pernah diurusin sih,,Miris Gan ngelihatnya,,mungkin dari agan-agan yangbudiman ada yang berminat dan mau ngurusin nih anak silahkan diambil saja saya ikhlas..:'(

Dan itulah masa-masa jahiliyah yang pernah aku lewati,,
setelah masa yang suram itu berlalu tibalah masa yang penuhdengan pencerahan dan disini aku mulai bener-bener lebih tekun dalam per-blogger-an,,diawali dengan PeDeKaTe samaseorang gadis sekitar tahun 2010-an lah,,eh ternyata dia punya blog,,dan akujadiin blognya dia buat sarana mengenal kepribadiannya (hehehe,ternyata blog tuh bermanfaat juga yee,,jadi ane saranin klo mau caricewek yang punya BLOG yee

dan dia pula yang mengealkan aku dengan “BLOG”
gak Cuma itu,,di kosan pun aku mulai terhasut oleh bisikandari spesies penghuni kamar depan yaitu Alandra.sp (Adietya Landras Pratama)yang bilang “ayo ikutan nge-blog” danakhirnya mulai deh bikin blog baruu,,dan semua postingan awalnya adalah hasilrepost dari note-note aku yang ada di Facebook lumayan lah baru bikin blog udahlangsung ke-isi,hehe..

nah mulai lah aku menulis dan berbagi cerita disini “EPICENTRUM”..

nah langsung aja.. ini dia jawaban dari pertanyaan pertama “KENAPASAYA NGE-BLOG?” 

dengan blog akumenyalurkan semua hobiku dari fotografi, treveling,adventuring, dan cycling..disini aku bebas becerita tentang itu semua dancorat-coret sesuka hati tanpa ada orang yang bisa protes serta berbagi denganorang banyak tentang sesuatu yang buat aku bermanfaat (mungkin gak buat yang baca,hehe),,danjuga dengan ngeblog mengasah imajinasi dan kemapuan kita dalam mengolahkata sehingga apa yang kita bagi ke orang lain,orang lain pun bisa merasakan dan hanyut dalam alunan cerita kita, sehingga bermanfaat dalam dunia sosial,,oia masih ada lagi blog bisa jadisebuah album kenangan dari semua catatan perjalanan aku ke beberapa tempat diIndonesia,,jadi suatu saat nanti ketika aku ingin mengenang tempat-tempat yang pernah dikunjungi tinggal buka blog aja…makanya ayoo Nge-BLOG…!!!!!

“KOMUNITAS BLOGGER IPB”

Kenapa ikut komunitas?

Langsung aja dijawab kalau yang ini mah,,inti jawabanya bisadilihat di buku “Kewarganegaraan” buah karya Parlaungan Adil Rangkuti dan sayayakin kalian pasti punya buku ini,hehe..

Jadi dalam satu bab di “kitab kuno” ini menjelaskan tentangurutan kebutuhan inti manusia yang dikenal dengan istilah “Piramida kebutuhan”karya seorang pemikir yang bernama “Geraham Mellow” (mas namnya salah tuh) oia maksudnya “Abraham Maslow”,,apa yangditulisnya?,silahkan lihat sendiri pada gambar diatas

Kebutuhan tertinggi manusia itu aktualisasi diri atau kloanak-anak 4L4Y boleh bilang dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti (bagi golongan mereka tentunya) “aktualisasidiri” = “N@Rs1sMe”..
Jadi intinya aku ikut komunitas itu salah satunya adalah untukmemenuhi kebutuhan pokok tersebut, baru setelahnya diikuti dengan alasan-alasanlain sebagai turunannya (cie bahasanyeeSOSUM abiiiisss…)

Alasan lain:
1.      Menambah teman dan koneksi (nambah cewek bisa gak ya..???)
2.      Bertukar otak (eh salah,,maksudnya tukar pikiran)
3.      Sarana diskusi dalam hal per Bloger an
4.      Belajar hal-hal baru yang berkaitan dengan duniaBLOG (nah yang ini nih aku masih sangatkurang #mohonpencerahannya)
5.      De eL eL

Dan untuk mendapatkan hal-hal itu komunitas Blogger IPBpunya kegiatan yang bisa diikuti yaitu “Kopdar (Kependekan dari Kopi Darat),sebenernyaistilah ini dari jaman emak-bapak kita dulu waktu masih pacaran lewat radio ORARIdimana orang yang selama ini hanya berCopy“di udara” (saluran radio *red) mencoba untuk saling bertemu “di darat”(jumpa langsung *red),,nah karena sekarang kita gak pakai “di copy ganti” tapipakai comment dan wall di FB harusnya istilahnya diganti “Komdar” (komendarat,hehe)..

Dah sepertinya udah cukup panjang dan cukup lebar nihceritanya,,semoga bermanfaat bagi kita semua,,keep moving, keep writing, and keep blogging..

Maju terus Blogger IPBdan Viva Blogger IPB…!!!!
  
"ini ceritaku...mana ceritamu..??? "

Comments Off

Tags: ,

binjut back to nature

Posted on 01 December 2011 by bhektiayu

"Ok, let's packing! Make sure there is nothing left in this class. We will go outside. We are going to Danau and writing anything on the way" Yup, itu tadi kata Mr. Gatot. Dosen matakuliah Bahasa Inggris lanjut di kelasku. Memang agak beda kelas responsi binjut tadi pagi. Biasanya kami cuma berlatih di kelas, di pagian paling pojok belakang jajaran RK d FPIK, di BDP, tapi tadi pagi, setelah

Comments Off

Tags: ,

Razor, Dewa Petir Berjaya di Bogor

Posted on 14 November 2011 by Elka Firmanda

BOGOR–MICOM: Tiga orang warga Desa Sukamkmur tersambar petir. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dua di antaranya tewas. Keduanya adalah perempuan. Korban diketahui bernama Eli, 28, dan Neneng, 33. Korban tersambar petir ketika berada di sawah, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu wilayah Bogor sedang diguyur hujan deras disertai angin dan petir. Selain hujan dan petir yang mengakibatkan [...]


Comments Off

Tags: ,

Dibalik Layar Wayang Bambu

Posted on 23 October 2011 by rheza ardiansyah

Video di bawah ini menampilkan sebagian kecil proses pembuatan film dokumenter yang berjudul Wayang Bambu. Saya membuat film itu bersama Aisyah dan Syifa. Untuk departemen musik, kami mohon izin ke Freeplay untuk menggunakan karyanya. Tentu pihak musisi mengizinkan, meski hingga saat ini mereka belum tahu bentuk filmnya seperti apa. Hehe. Film itu bercerita tentang eksistensi seorang seniman asal Bogor yang dikenal dengan wayang berbahan dasar bambu yang ia kreasikan. Popularitas Wayang Bambu mungkin masih belum tinggi di daerah asalnya, tapi tidak demikian di luar Indonesia. Buktinya beberapa turis asing sempat sengaja menyempatkan diri mengunjungi sanggar Gerbang Kreasi, workshop milik Kang Jajat si empunya Wayang Bambu tadi. Keunikan lain dari wayang bambu adalah bahwa sang dalang ternyata adalah mantan drummer di sebuah band Grindcore bernama Biosucker. Bagaimana bisa ia berbelok menjadi dalang? Simak wawancara dengan peraih gelar pemuda pelopor Bogor dua tahun berurutan itu di tautan berikut.

Comments Off

Tags: ,

Fusion Music Festival 2011 (Hari Pertama)

Posted on 12 July 2011 by rheza ardiansyah

Tanggal 9 dan 10 Juli tahun ini akan menjadi hari bersejarah di masa depan nanti. Sebuah panggung apresiasi karya musik telah digelar di tanggal itu. Fusion Music Festival 2011 namanya. Dengan jargon 'When All The Vibes Meet', acara ini berani tampil sebagai pioneer festival musik yang tidak hanya terdiri dari satu jenis musik tertentu. Mari, saya ceritakan bagaimana suasana hari pertama Fusiomusic Fest 2011.

Free Play diberi kehormatan untuk membuka festival. Dengan karya instrumentalnya yang melenakan, Free Play adalah salah satu musisi independen Bogor yang perlu diikuti dan dinikmati pergerakannya. Simak foto dan video penampilan mereka di bawah ini.





Free Play from rheza ardiansyah on Vimeo.



Fusion Music Festival 2011 menyediakan 3 panggung terpisah yang bisa dinikmati pengunjung. Selain Ballroom yang dijadikan panggung Free Play tadi, lapangan tenis outdoor di Sport Club Bogor Lake Side itu juga disulap jadi panggung kembar.

Bada penampilan Free Play, saya turun ke panggung yang mementaskan Sound Shine. Band beranggota tujuh orang itu memainkan musik jazz yang dikocok dengan campuran hiphop, menarik.




Sound Shine from rheza ardiansyah on Vimeo.

Ballroom kembali menjadi persinggahan saya selanjutnya. Musicmate menggeber melodi disana. Lantunan musik yang disajikan duo vokalis bertubuh padat itu tampil dengan kesan jazzy.

Pasca Musicmate, kini giliran Thinkerbell yang 'membunyikan bel'. Kelompok musik asal ibu kota itu menyuguhkan desingan bunyi synthesizer yang dibalut distorsi dan ketukan melodik khas punk. Uniknya, juru mikrofon band ini adalah seorang hawa. Dia juga bernyanyi sambil memainkan gitar. Atraksi tukang pijit tuts syth juga menarik. Di akhir penampilannya ia naik ke dudukan instrumen yang dimainkannya. Lihat saja video di bawah ini.




Thinkerbell from rheza ardiansyah on Vimeo.

Puas dengan pop-punk ala Thinkerbell, kini audiens disuguhi dentuman Eyeliner. Tampilnya band ini makin menegaskan bahwa musik Bogor juga tidak kalah kaya dengan dua daerah raksasa industri musik yang mengapitnya. Rangkaian foto Eyeliner di bawah ini diambil Wahyu, salah satu kru band yang berdiri sejak dekade awal abad 21 itu.


















RAN dan /RIF adalah dua musisi besar yang diprediksi akan dibanjiri massa. Keduanya dimainkan setelah hari gelap. RAN tampil lebih dulu setelah jeda maghrib. Trio pria modis itu sukses membuat audiens wanita menjerit-jerit dan memanggil-manggil nama mereka.























Pengunjung festival berduyun-duyun menuju ballroom. Mereka kesana dengan satu tujuan yang sama, menyaksikan Raisa. Dara jelita ini tampil dengan menyanyikan beberapa lagu musisi lain, tentu saja gadis ini tak lupa memainkan karya aslinya. Tanpa sadar, saya memotret Raisa cukup banyak. Maaf Mbak, saya nggak sengaja. :D


















Saya masih ada di panggung yang sama. Setelah Raisa, masih ada lagi perempuan lain yang menampilkan karyanya. Kini giliran Bonita yang bernyanyi diiringi suami dan koleganya, Bonita and The Hus Band tampil beriring decak kagum dan riuh tepukan tangan, sangat impresif.

Bonita and The Hus Band from rheza ardiansyah on Vimeo.



















Selain jazz, rock, serta jenis musik hybrid lain, Fusiomusic 2011 juga menampilkan Not For Child, nabinya ska kota hujan. Himbauan agar penonton mendekati bibir panggung tak jarang diingatkan sang vokalis. "Yang ngaku anak Bogor ayo maju. Kita main dangdut, tapi dangdutnya dari Inggris," bujuknya. Dedengkot musik Bogor ini juga berhasil menyihir pendengarnya untuk bergoyang.


Not For Child from rheza ardiansyah on Vimeo.

Penampilan /RIF sebagai puncak hari pertama dibuka dengan appetizer dari Cause. Saya terkejut setelah mendapati penyanyi wanita band ini adalah dia yang pernah saya saksikan saat menonton Naif di Convention Center Braja Mustika Bogor. Gadis ini saat itu ditantang bernyanyi bersama David, tapi dia menolak dengan alasan tak bisa bernyanyi. Setelah dihujani bujukan dari berbagai arah, akhirnya dia menyerah. Ternyata orang yang mengaku tak bisa bernyanyi ini punya suara emas. Pantas saja dia berdiri diatas sana bersama bandnya, Cause.





Inilah saat yang banyak ditunggu. /RIF akan segera mengguncang Bogor. Penonton tak perlu repot melakukan mobilisasi, tinggal geser ke panggung sebelah dan tunggu lampu panggung menyala. Tapi tunggu, kenapa ada kerumunan di sela panggung sana? Rupanya beberapa orang panitia sedang berbincang dengan pria berseragam coklat, polisi. Kabarnya mereka sedang melakukan negosiasi agar acara masih boleh dilanjutkan hingga usai. Kala itu jarum pendek jam tangan saya memang sudah melewati angka 11. Esoknya saya berbincang dengan panitia yang bertutur bahwa menggelar acara dan melewati angka keramat jam 11 malam itulah yang diharamkan pak polisi. Kawanan yang mengaku pihak berwajib atas perlindungan dan pelayanan itu mengancam jika gelaran tidak dihentikan, mereka sendiri yang akan memutus linikala (timeline) acara. Rupanya dialog tadi menemukan titik temu. /RIF hanya diberi jatah memainkan satu lagu. Padahal total lagu yang rencananya akan mereka bawakan mencapai 8 satuan. Coba tengok daftar lagu yang saya lampirkan di bawah, tentunya mereka yang hadir dengan sengaja untuk /RIF akan sangat tersinggung. Tapi apa mau dikata, 1 lagu lebih baik darpada tidak sama sekal. /RIF lalu langsung mengambil penghuni dasar daftar, Loe Toe Ye. Rekaman penampilan mereka serta Magi yang bergeming ketika dimintai pendapat soal penampilan /RIF bisa kamu saksikan dalam video di bawah ini. Saya juga menyertakan pernyataan /RIF melalui akun twitternya. Tahukah kamu? Teman saya yang juga panitia disana bersaksi melihat pihak resistor acara berfoto ria dengan bintang akhir acara kita. ckckck




Rif - Loe Toe Ye (Live From Fusiomusic) from rheza ardiansyah on Vimeo.

Dengan berbagai plus dan minusnya, Fusion Music Festival 2011 tidak dapat dipungkiri perannya sebagai pioneer penyelenggaraan musik lintas genre di kota hujan, atau bahkan mungkin di Indonesia. Komentar miring maupun tegak atas gelaran itu hendaknya menjadi pemicu agar tahun depan acara ini bisa lebih spektakuler. Melalui tulisan ini saya menyalami sekaligus menepuk pundak para panitia, penonton, pengisi acara serta semua pihak yang terlibat di dalamnya. No pain no gain brothers and sisters, cheers!

Comments Off

Tags: ,

Hijau Biru Merapat, Bogor Kian Padat

Posted on 09 July 2011 by agung sudomo

P3120047

Hijau Biru Merapat, Bogor Kian Padat……

Nurdin, You’ll Never Walk Again…….


Comments Off

Tags: ,

Membuka pagi dengan yang menyegarkan

Posted on 02 July 2011 by asfarian

Membuka pagi dengan yang menyegarkan

Difoto di kebun yang ada di dekat terminal Bubulak.


Comments Off

Tags: ,

Istana Bogor

Posted on 23 June 2011 by rheza ardiansyah
































Comments Off

Tags: ,

The Adventure of Danbo : Bogor Botanical Garden

Posted on 18 June 2011 by asfarian

In the beautiful morning, when the sky is clear and the wind calmly blow, Danbo, whose feel boring of his daily work, decide to have some adventure in the famous Botanical Garden in Bogor. His goal in this adventure is to visit the legendary flower in Orchid House, which exist in the center of the garden, and, of course, to take some time out of his daily work to refresh his mind. So, in the night before, he packed his gears, a simple digital camera, some spare batteries, and a bottle of water to be used in his adventure.

In case you’ve never hear about Danbo, below is his picture, a cute figure that resemble a box.

Our Gueststar! Danbo!

The gate of the garden is opens in 07.00 AM. He comes earlier, but unfortunately today the gatekeepers is late. So he have to wait for thirty minutes before he able to enter the garden. This little accident make him forget to take picture of him in the front of the gate, so, in this story, Danbo lets the reader to imagine the form of the gate. The gate is gigantic, created from white marbles, and guarded by some fierce looking statue, an elephant who have many hand that ready to crush anyone without ticket into a pieces. Don’t want to be crushed, Danbo decide to buy the ticket for 9.500,- rupiah, and enter safely into the garden.

Danbo in the Lake Side

After some walk, he find the lake fill with flower. The water is green, not safe to drink or swim, but there are a beautiful flower in the middle of the lake. But wait! Before come closer to the lake, he saw a large creature that flying around the lake. The creature skin is red. The eyes is big and his tails is far longer than it’s body. With its four wings, the creature fly, circling the lake. Sometimes, the creature just stop in the tree, silent and still. The creature is the dragon…

Here Comes the Dragon.. Fly!

Fly! Amazed by this creature, Danbo completely forget the flower. Instead, he try to come closer to the dragonfly to take its picture. But the dragonfly is agile and shy. Every time Danbo get closer, its just fly to another tree. So many hours passed until finally Danbo catch the dragonfly off guard, and able to take a picture of it.

Satisfied of the result of his photo, Danbo walk to the Mexican Garden, a small garden filled with Mexican plant. Well, that’s mean a lot of needle and cactus. Better to watch your step there.

Well, it is not Danbo if he’s not taking a picture of his under some cactus.

Danbo Under the Cactus Tree

Off from the Mexican garden, Danbo is lost. He come to the part of the garden which he never see before. But sometimes getting lost is good because we can see a scenery and object we never see before. Danbo see a strange tree. The fruits is long and yellow. Although the fruit is beautiful and looks tasty, the smell is horrible. So he just run from its and, again, forgot to take the picture.

After some walk. he come to the legendary lake with a fountain in the middle of it. The think that make is legendary is not its water, but its rainbow. A beautiful rainbow formed by the fountain’s water. Hence, it is called the fountainbow. Even Danbo feels the name is lame, but still the fountainbow is a great sight.

The Fountainbow

The Orchid House is still far away. The scenery is so amazing and Danbo completely forget to write the journal of his journey, so, sadly, I have to omit some parts of Danbo’s story. But, there is some particular event that make Danbo feels angry.

When he walk in the Orchid Street, suddenly an old man with white staff and white robe come, blocked his way, and yell “You shall not pass! This path is blocked! Thou must use another path!”. Avoiding the conflict with the powerful wizard, Danbo choose to to take another path to Orchid House, but he still curious about what make the path is closed. After some investigation, it’s turnout that the path is used for shooting of some cinema (certainly not The Lord of The Ring).

Then, finally, he arrive in the Orchid House. In the front gate he thought he see a sun in the pot. But looking closer, its turnout that the sun is actualy a beautiful flower.

Like Flower Like Sun

And finally the adventure of Danbo is end. Although his body feels tired, his mind is greatly refreshed. Now, what he need just some food and rest in the conformity of his bed.


Comments Off

Tags: ,

Petualangan Danbo di Kebun Raya Bogor

Posted on 17 June 2011 by asfarian

Pagi hari ini sudah ada rencana untuk berburu foto di Kebun Raya Bogor. Semalaman sudah berpikir akan foto-foto tanaman dan bunga. Ternyata ada teman yang bawa Danbo. Akhirnya sebagian besar foto pasti menyertakan si Danbo yang lucu ini.

Danbo dan Si Kucing

Danbo Menatap Langit

Masih ada beberapa foto lainnya yang belum sempat diunggah. Maklum, kondisi internet sedang tidak memungkinkan. Melihat hasil-hasil fotonya, sepertinya ada niat untuk membeli Danbo, minimal membuat papercraft-nya :D .


Comments Off

Advertise Here

RELATED SITES

Random Quotes