Archive | Kampus

Tags: ,

Rezim Organisasi Kemahasiswaan di IPB (bagian 1)

Posted on 04 August 2011 by mahmudisiwi

Dalam perspektif gerakan Islam, paling tidak ada 3 “rezim” yang berkuasa dalam organisasi kemahasiswaan di IPB. Kenapa rezim? karena ketiga gerakan Islam inilah yang cukup bersuara di IPB. Ketiga rezim ini memiliki perspektif yang berbeda meskipun memiliki nuansa yang sama, yakni ke”Islam”an, meskipun pada prakteknya seringkali terjadi friksi-friksi karena perbedaan perspektif dalam gerakannya.

Rezim pertama adalah rezim yang dikomandoi oleh Gerakan Dakwah Masjid, dan rezim inilah yang selama dasawarwa terakhir “berkuasa” di organisasi kemahasiswaan IPB. Bisa dilihat dari berapa banyak “kader”nya menguasai tampuk pimpinan di BEM dan DPM di IPB. Paling tidak, sejak tahun 1999 hingga sekarang presiden BEM, ketua DPM dan ketua MPM dari kalangan rezim ini.

Diakui atau tidak, pimpinan rezim ini tidak mampu merangkul semua elemen kemahasiswaan yang ada. Buktinya, banyak bermunculan organisasi-organisasi kemahasiswaan yang baru di IPB. Bukti lain adalah sepinya ajang pemilihan presiden KM IPB, karena mahasiswa IPB sudah mulai “bosen” dengan dinamika kemahasiswaan yang ada di IPB yang sudah dapat ditebak siapa yang bakal “menang”. Jika di bilang demokrasi, maka ini menjadi “demokrasi semu”.

Munculnya UKM-UKM baru tidak hanya menunjukkan dinamika kemahasiswaan yang tinggi, tetapi juga menggambarkan bahwa rezim yang saat ini berkuasa tidak mampu mewadahi semua stakeholder yang ada di IPB. Jika mengutip pendapat James Scott tentang “senjatanya orang-orang kalah”, saya dapat menduga bahwa strategi ini untuk melawan para status qua yang berkuasa.

…bersambung ke bagian 2…

Comments (10)

Mahasiswa Baru IPB & OMDA

Posted on 01 July 2011 by agung sudomo

Membicarakan mahasiswa baru kurang lengkap rasanya jika tidak membicarakan OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah). Mengapa saya katakan tidak lengkap? karena menurut saya, mahasiswa baru dan OMDA memiliki hubungan yang sangat erat. Apalagi untuk mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa, peran OMDA menjadi sangat penting. Setidaknya hal ini saya rasakan saat saya menjadi mahasiswa baru. Saat saya diserang homesick maka OMDA-lah tempat yang tepat untuk mengadu.

Peran OMDA sendiri tidak hanya sebagai tempat mengadu di kala rindu akan kampung halaman datang. Jika di rangkum peran OMDA sebagai berikut:

  1. Sebagai tempat untuk mengembangkan diri dan belajar organisasi
  2. Menambah kecintaan terhadap daerah asal
  3. Sebagai rumah kedua selain kampung halaman

OMDA dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan diri.  Di OMDA kita bisa belajar bagaimana cara berorganisasi dan berkomunikasi. Apalagi IPB memberikan perhatian yang luar bisasa terhadap OMDA-OMDA yang ada di lingkungan IPB. Bentuk perhatian itu antara lain adalah diadakannya GENUS (Gebyar Nusantara) secara rutin yang menjadi ajang pertukaran budaya antar daerah. Selain itu OMDA juga selalu dilibatkan dalam kegiatan promosi IPB ke daerah. OMDA juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Open House mahasiswa baru.

Selain untuk mengembangkan diri OMDA juga bisa menjadi saluran untuk menyalurkan bakti mahasiswa ke daerah asalnya. OMDA mempunyai hubungan yang erat sengan pemerintah daerah asal masing-masing, hal ini tentunya memudahkan untuk berkontribusi terhadap daerah asal. Selain itu OMDA juga bisa mempromosikan daerahnya ke masyarakat yng ada di bogor khususnya civitas IPB.

Yang terakhir yang tak kalah penting adalah OMDA yang juga berfungsi sebagai rumah kedua. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu saat mahasiswa baru registrasi maka OMDA akan berusaha menyediakan tempat tinggal. Selain itu jika kita dalam kesusahan, misalnya jatuh sakit maka teman-teman dari OMDA lah yang akan menemani kita. Bisa dikatakan OMDA memang sebagai rumah kedua dan keluarga kedua.

Menurut saya OMDA dan mahasiswa adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Malahan menurut saya di IPB, OMDA menjadi identitas mahasiswanya. Sehingga saat ini juga sudah ada OMDA (J.Co) yang notabene tidak jauh dari bogor. Apalagi mahasiswa baru, OMDA merupakan sesuatu yang sangat penting menurut saya. Jadi sudahkah anda menghubungi atau di hubung OMDA anda?. Salam! (Agung Sudomo)

Comments (6)

Tags: , , ,

Jarkom

Posted on 02 June 2011 by Pararang

Uhhhuuu… merasa bersalah parah. Sudah milih tanggal 31 buat ngepost tetap aja telat sehari. Tapi gak apa-apa lah. Nah, sekarang mau nulis apa yah?

Okeh, mau nulis aja sedikit tentang sepengatahuan saya tentang sebuah kata yang baru pertama kali saya dengar ketika berada di IPB. Yah, tidak salah dan sangat benar kalo anda menjawab “Jarkom”.

 

Jarkom merupakan kependekan dari “Jaringan Komunikasi”, yang semua anak IPB pasti taulah. Bahkan mungkin pernah dan masih menjadi tukang jarkom, tukang jaringan komunikasi. Agak rancuh juga sih penggunaan kalimatnya. Mungkin juga kita sering mendengar perkataan “iyah, nanti gw yang menjarkom”, akan sangat aneh kalo dimaknai secara bahasa, menjarkomkan; menjaring komunikasikan, aneh. Pada umunya menggunakan media SMS.

 

Jarkom, khususnya di lingkungan IPB biasanya hanya berupa komunikasi satu arah, satu pihak yang bernama tukang jarkom (biasanya pimpinan) menyampaikan informasi kepada yang lain (bisanya stafnya) tanpa ada timbal balik dari penerima jarkom kecuali [isi] jarkomannya berupa undangan dan mengharuskan ada konfirmasi.

 

Untuk jenis atau modelnya sendiri, selama ini ada beberapa jenis atau model jarkom yang pernah saya temui, baik dalam sebuah kepanitiaan maupun sebuah organisasi extra/intra kampus.:

  1. Jarkom Matahari, atau sering juga disebut jarkom terpusat. Informasi disebarkan oleh pimpinan atau satu orang tertentu kepada semua anggota dalam sebuah kelompok. Keuntungannya, yah gak ada saling mengharapkan untuk menyampaikan informasi terhadap lainnya, karena sudah jelas siapa yang bertanggung jawab sampai atau tidak sampainya sebuah informasi secara menyeluruh. Kelemahannya adalah penggunaan pulsa atau dana komunikasi juga terpusat di satu orang apalagi jika ini menyangkut sebuah kelompok nonformal semisal kelas kuliah.
  2. Jarkom Berantai atau jarkom Linear, dimana ada pengaturan si pemimpin menjarkom ke anggota 1, lalu anggota menjarkom ke anggota 2, lalu anggota 2 meneruskan informasi ke anggota 3, hingga anggota n-1 men-forward jarkoman ke anggota n jika banyaknya anggota ternyata sebanyak n. Kelemahannya adalah jika jarkoman terputus di tengah jalan, misalnya si anggota 4 tidak meneruskan informasi kepada anggota 5, maka anggota 6 hingga n tdk akan mendapatkan informasi juga. Kelebihannya, gak ada menurut saya.
  3. Jarkom Lingkaran, ini merupakan penyempurnaan dari jarkom berantai. Kalau di jarkom berantai alurnya cuma sampai pada anggota ke-n, maka di sistem melingkar ini jarkom akan berakhir kembali ke pimpinan/penjarkom awal yang di dapatkan dari anggota n. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan jarkom berantai tidak terputus di tengah-tengah sehingga semua anggota menerima informasi yang dijarkomkan. Menurut saya, ini dalah model paling ideal untuk digunakan sebagai sistem jarkom, selain murah meria, juga jelas terarah.
  4. Jarkom Random, ini saya beri nama sendiri, intinya dalam jarkomannya sering ada lampiran berbunyi “forward ke semua anggota organisasi/kepanitian xxx yang kontaknya ada di HP lu!!”. Kasus yang sering kita temui adalah akan munculnya rasa bosan dan risih bahkan kesal ketika seseorang yang apalagi sedang menunggu SMS penting dari seseorang yang juga penting tiba-tiba kebanjiran SMS dari nomor berbeda dengan isi SMS yang sama dan bukan dari orang yang ditunggu-tunggu SMSnya. Lalu kasus lainnya adalah, adanya seseorang atau beberapa yang malah gak mendapatkan jarkom sama sekali, ini nih yang harus dipertanyakan kehidupan sosialnya. Ex: Biasanya sih blogger yg jarang atau tidak pernah ngepost di blogeripb.org, dalam hal ini saya mengambil kasus jarkoman kopdar bloggerIPB.

Itu aja, anda pilih yang mana? atau mungkin ada sistem yang belum pernah saya temui silahkan di share di sini.

Comments (3)

Spam Rambah Dunia Nyata

Posted on 02 May 2011 by aha_gambreng

Mendengar istilah Spam maka benda yang kemudian tergambar di benak kita dalah dunia elektronik atau dunia maya, dalam Wikipedia spam didefinisikan sebagai;

Spam atau bisa juga berbentuk junk mail adalah penyalahgunaan sistem pesan elektronik (termasuk media penyiaran dan sistem pengiriman digital) untuk mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal. Umumnya, spam menampilkan berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Pada akhirnya, spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web

definisi tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa spam memang ada di dunia maya. Namun melihat perkembangan zaman ke arah era informasi, dapatkah Spam menyerang dunia nyata?

Beberapa waktu yang lalu, saat sedang berjalan-jalan mengelilingi kampus, mata sedikit terganggu melihat jajaran majalah dinding yang kebetulan kala itu sedang tidak terawat. Barisan mading tersebut sebagian besar terisi dengan berita-berita yang sudah basi yang semunya sudah melawati masa deadline. semakin jauh melewati lokasi terbebut, di trowongan sebuah tangga (fateta-fema) mataku kembali tertarik melihat desain mading yang menyimpan informasi baru.

Menatap mading tersebut, entah mengapa istilah “spam” menjadi satu kata yang langsung tergambar di benakku. Luasan mading di tangga tersebut penuh diisi oleh informasi baru yang deadline nya masih lama. Hal ini tentu saja berbeda dengan barisan mading sebelumnya. Namun, sangat disayangkan, dari sekian informasi yang tertempel, setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata hanya diisi oleh satu kegiatan saja. mading tersebut diisi oleh poster kegiatan yang diduplikasi sedemikian banyak.

Setahun lalu, aku adalah salah satu dari anggota yang mengurus keberadaan mading tersebut. kala itu jumlah informasi serupa yang secara legal bisa tertempel di sana adalah 2 lembar. itupun setelah melewati dekanat FEMA atau Kominfo BEM FEMA yang dibuktikan dengan pemberian stempel di setiap informasi yang di tempel. Berlalunya waktu, mungkinkah saat ini mekanisme itu telah menghilang? Yang pasti, tidak terlihat satupun stempel resmi di bagian informasi tersebut.

Ketika di dunia nyata kita melihat sebuah mekanisme yang hampir sama dengan cara kerja spam di dunia maya, pantas kah  kita menyebut bahwa saat ini spam sudah merambah dan menyerang dunia nyata? Ketika informasi (iklan red) disampaikan secara bertubi-tubi, memiliki duplikasi yang melimpah, serta tidak melewati mekanisme yang legal, maka inilah era baru penyebaran Spam di dunia nyata.

Tampanya menjadi Spammer di dunia nyata bukanlah gelar yang membanggakan. mungkin aku, kamu, kita, dan mereka pernah melakukan spamming di dunia nyata, namun, untuk saat ini sudah saatnya kita mengganti gelar tersebut. Semua sudah ada mekanismenya, dan mekanisme itu sama sekali tidak mempersulit. Mekanisme itu dibuat justru untuk memberikan ketertipan dan keteraturan. mari kembali ke mekanisme yang sudah ada.

Comments (4)

EARTH DAY 2011: Seberapa peduli-kah kita?

Posted on 22 April 2011 by rave

Sehari setelah peringatan Hari Kartini, 22 April 2011 menjadi giliran untuk Hari Bumi. Setelah seharian kita diingatkan akan perjuangan wanita Indonesia, pada hari ini, 22 April 2011, kita kembali didengung-dengungkan seruan untuk mencintai lingkungan, mencintai bumi.

Hari Bumi telah menjadi tradisi di seluruh dunia. Hari dimana banyak orang mengkampanyekan cinta lingkungan. Hari dimana banyak orang menyerukan aksi peduli bumi.

Lalu, seberapa peduli-kah kita pada bumi ini?

Dua hal yang perlu disorot adalah:

1. Seberapa pahamkah kita pada lingkungan?

2. Seberapa boroskah kita?

Untuk poin pertama, mungkin tulisan ini berhubungan dengan tulisan sebelumnya, Tentang Sampah, yang ditulis oleh a3u5z1i.

Baru saja saya melewati koridor Fema, koridor yang memang paling laris setiap minggunya. Paling laris untuk bazzar kampus. Dan kemarin, koridor ini baru saja digunakan untuk bazzar yang memang rutin diadakan di koridor ini. Efek samping dari kegiatan yang biasanya dikoordinir oleh mahasiswa ini adalah sampah yang bergentayangan dimana-mana.  Saya sempat mendokumentasikan kejadian yang tidak langka ini dalam bentuk foto. Berikut adalah bukti-bukti nyata betapa tidakkurang pedulinya kita.

Poin kedua adalah, seberapa boroskah kita? Kembali saya teringat pada salah satu mata kuliah, Energi dan Listrik Pertanian. Pada pertemuan pertama, mahasiswa diberi tugas untuk mengaudit energi yang digunakan selama 3 hari. Mulai dari tidur, bangun tidur, hingga tidur lagi. Ternyata, kita terlalu boros. Kita boros energi.

So what? Seperti yang kita tahu, energi yang kita gunakan secara konvensional adalah kebanyakan dari energi fosil yang termasuk energi tak terbarukan. Sementara kita juga tahu, persediaan energi fosil di bumi ini jumlahnya sangat terbatas. Sebagai akibat terbatasnya persediaan energi fosil, dan tingginya kebutuhan untuk itu, eksplorasi energi fosil dilakukan secara asal-asalan, tanpa memikirkan nasib lingkungan di masa depan. Di samping itu, tingginya penggunaan energi fosil juga turut berprtisipasi dalam perusakan lapisan ozon yang tentu saja berbahaya bagi kelangsungan kehidupan di bumi ini.

So, marilah mulai dari kemarin, sekarang, dan yang akan datang, kita cintai bumi ini. Mencintai artinya memahami, mengasihi, dan mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh sesuatu yang kita cintai itu.

Lets love our earth, because everyday is earth day

Comments (6)

Tentang Sampah

Posted on 18 April 2011 by a3u5z1i

Kumpulan sampah di kali Ciliwung

Bebaskanlah kampus kita dari sampah dan asap rokok.

Pada hari registrasi ulang, setidaknya pada tahun 2007, ada saat dimana mahasiswa baru disuruh menyanyikan kalimat tersebut. Sayangnya, nyanyian tinggal nyanyian tanpa adanya tindakan yang nyata. Kampus ini masih terbelenggu oleh dua hal tersebut, terutama masalah sampah.

Sampah ada di mana-mana. Jalanan, koridor-koridor, kantin, bahkan ruang kuliah sekalipun tidak terbebas dari sampah. Kok bisa? Siapa yang melakukannya? Memangnya siapa lagi selain orang-orang yang menggunakan fasilitas tersebut. Ruang kelas yang awalnya bersih dengan kursi tertata rapi, setelah digunakan pasti ada sampah yang berserakan dan susunan kursinya menjadi berantakan. Koridor-koridor yang digunakan untuk berkumpul, pada sore hari penuh dengan sampah bekas makanan. Student Center, setelah digunakan untuk kegiatan belajar bersama, pasti dipenuhi dengan plastik bekas konsumsi kegiatan tersebut.

Hal ini mungkin terjadi karena budaya saling mengingatkan dan budaya malu telah hilang. Saat kita masih duduk di bangku sekolah menengah, setiap kelas memiliki tim piket sendiri. Ketika ada satu orang tim piket yang ‘kabur’ dari kewajibannya, anggota tim yang lain akan mengingatkannya. Jika pada satu hari ternyata kelas tersebut kedapatan berada dalam kondisi kotor, pastilah tim piket yang bertugas hari itu akan merasa malu karena gagal melaksanakan tugasnya. Sekarang, orang dewasa sekalipun dengan santainya membuang sampah ke jalanan, walaupun anaknya duduk di sebelahnya.

Anda ingin menjadi mahasiswa berbeda? Sekedar informasi, mahasiswa yang mau berepot-repot menyapu ruangan kuliah, sebelum atau setelah kegiatan perkuliahan, termasuk mahasiswa yang langka :mrgreen: .

“Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?”

— Emha Ainun Nadjib

Comments (5)

PESTANI 2011

Posted on 07 April 2011 by adlnpt

Bagi teman2 yang pergi ke kampus melewati pintu dekat Gymnasium, mungkin melihat sesuatu yang aneh. Ya, ada pasukan angkatan darat, Komando Daerah Militer (Komdam) Siliwangi yang “berkemah” di lapang sepak bola Gymnasium. Banyak barak yang didirikan, mobil2 pengangkut logistik, dan para anggota angkatan darat yang berjaga di sekitar Gym yang bikin cowok minder kalo lewat situ.

Beberapa hari pun berlalu dan saya pun makin penasaran, apakah yang sedang terjadi di IPB? Apakah akan ada wajib militer? Apakah akan datang Presiden? Atau karena rumor tentang kegantengan sang penulis artikel ini? Ternyata semua dugaan terbantahkan.  Setelah mencari2 kabar, ternyata kedatangan mereka ke IPB dalam rangka acara Pesta Petani Muda Indonesia (PESTANI) 2011.

Pestani 2011 merupakan program kerjasama Kodam III Siliwangi dengan Institut Pertanian Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan  dari tanggal 5-9 April 2011 yang bertujuan untuk membekali  pemuda Jawa Barat dan Banten agar termotivasi dan mencintai pertanian sebagai mata pencaharian dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam lokal secara optimal.  Sumber

 

 

 


Semoga Tujuan Mulia dari PESTANI 2011 tercapai dan bisa memajukan pertanian Indonesia. Aamiin…

Comments (5)

Keprihatinan akan keadaan air di asrama TPB IPB

Posted on 06 April 2011 by Prasetyo

Sebelumnya saya minta maaf jika adayang kurang berkenan dalam postingan saya ini, namun ini cuma sekedar opini dan mungkin sedikit berbagi cerita tanpa bermaksud untuk menuduh secara langsung. Mungkin ini sedikit luput dari perhatian kita, namun mungkin ada baiknya jika ini saya angkat dalam postingan ini sehingga teman-yeman semua bisa berpikir ulang.

 

Langsung saja

Ini berawal ketika 2 dari 3 orang adik kelas saya yang notabene adalah seorang laki-laki baru memasuki asrama TPB IPB mengalami sesuatu gatal-gatal di beberapa bagian tubuhnya. Gejalanya dimulai saat beberapa minggu mereka menempai asrama TPB. Bahkan salah seorang diantaranya menderita gatal-gatal yang lebih parah, sampai-sampai meninggalkan luka bekas garukkan karena sedemikian gatal yang dia rasakan dan bengkak=bangkak di kaki an tangannya.

Lalu mereka menceritakan hal yang mereka alami kepada saya, dan pendapat y7ang mereka utarakan pun sama “mungkin ini karena air di asrama yang kurang bagus”. Singkat cerita, setelah bertanya dan bercerita panjang lebar, ternyata tidak hanya mereka yang mengalami kejadian serupa, namun hal ini juga dialami dengan teman-teman yang satu asramanya yang lain. Lalu satu pertanyaan yang membuat saya merasa sedikit yakin kalau ini karena keadaan air yang kurang bagus, “apa teman-teman kalian yang perempuan ada juga yang mengalami kejadian seperti ini??” dan ternyata memang ada. awalnya saya yakin ini karena biasanya laki-laki itu kebanyakan mempunyai sifat “jorok”, malas mandi, dan sering memakai baju yang sama dalam beberapa hari, namun jika saya lihat bagaimana keseharian adik-adik kelas saya tersebut, saya kira tidak seperti yang saya duga.

Saat itu, spontan saya teringat akan kejadian serupa yang menimpa teman-teman saya saat  masih menempati asrama TPB setahun yang lalu. Mungkin ini lebih parah, karena dalam satu kamar, semuanya menderita gatal-gatal.

Terlepas dari keadaan kulit seseorang yang kebal penyakit atau gaya hidup bersih tang mereka terapkan dalam keseharian hidup mereka, saya rasa hal ini perlu ditindak lanjuti, karena saya kira yang terkena bukan orang-orang yang dalam hal ini “jorok”, dan yang perlu menjadi catatan, penyakit ini bisa ditularkan kepada teman lainnya ketika mereka sering berinteraksi dengan si penderita.

 

“Kejadian ini berdasarkan fakta yang saya alami dan yang saya lihat”

Terimakasih

Comments (13)

Pergerakan (blogger) Mahasiswa

Posted on 02 April 2011 by agung sudomo

Saya masih ingat betul ketika saya mengikuti MPKMB di GWW. Waktu itu dihadirkan para aktivis yang terlibat langsung pada reformasi 1998. Beliau-beliau yang luar biasa ini membagi pengalamannya kepada kami yang sebenarnya sudah sangat bosan dan mengantuk. Maklum kala itu sudah cukup sore. Para aktivis yang juga alumni IPB ini bercerita dengan penuh semangat, menyerukan pergerakan mahasiswa. Pada saat itu saya masih bertanya-tanya tanpa ada hasrat mencari tahu apa itu pergerakan mahasiswa. Yang saya lakukan hanya mengepalkan tangan dan berteriak “Hidup Mahasiswa!” setiap kali ada pembicara atau MC yang menyerukan kata-kata tersebut.

“Kamu ga usah macem-macem, jangan ikut-ikut demo, mama ga kasih izin, biarin dibilang bencong, yang penting kamu ga ikut, kamu ke IPB untuk kuliah, titik”

Akhirnya waktu pun terus berjalan. Dan tanpa disadari mulai sedikit mengerti apa itu pergerakan mahasiswa. Yang dapat saya simpullkan bahwa mahasiswa sebagai insan yang berpendidikan tinggi mempunyai tanggung jawab terhadapa masyarakat. Mahasiswa dituntut memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Saat rakyat di zholimi maka kita sebagai mahasiswa wajib melindungi rakyat.

Lalu bagaimana wujud nyata pergerakan mahasiswa itu?. Ini yang salah saya artikan ketika saya masih di smester awal. Setiap kali saya mendengar kata-kata pergerakan mahasiswa pikiran saya langsung tertuju pada aksi turun ke jalan. Dan saat itu juga saya ingat pesan orang tua saya. “Kamu ga usah macem-macem, jangan ikut-ikut demo, mama ga kasih izin, biarin dibilang bencong, yang penting kamu ga ikut, kamu ke IPB untuk kuliah, titik”. Tidak hanya orang tua yang berpesan, kakak kelas dari OMDA juga selalu menyampaikan untuk jangan terlibat demo. Ternyata itu adalah suatu kesalahan besar. Sepanjang perjalanan saya di IPB saya akhirnya mengerti mengapa di dalam MPKMB terdapat acara simulasi demonstrasi, tak lain tak bukan tujuannya adalah untuk menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi. Tentunya orang tua saya dan kakak kelas saya yang melarang saya untuk berpartisipasi dalam aksi bukan tanpa alasan. Negara ini penegakan hukumnya masih lemah. Rakyatnya belum sepenuhnya paham akan demokrasi. Akan ada banyak kemungkinan yang terjadi pada saat demonstrasi. Mulai dari aksi anarkis dari pihak yang tidak bertanggung jawab sampai kepentingan -kepentingan politik pihak tertentu yang akhirnya memberikan kesan bahwa aksi turun ke jalan merupakan sesuatu yang berbahaya.

Lalu apakah kita akan diam saja? Kita memilih untuk menutup mata?. Ada peribahasa yang cocok untuk pernyataan ini “Lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup bercermin bangkai”. Artinya lebih baik kita mati dalam peperangan dari pada kita kalah menyerah sebelum berperang.  Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah berperang dengan porsi kita masing-masing. Maksud saya disini adalah pergerakan mahasiswa tidak harus turun ke jalan. Memang ada ada kalanya kita pun harus turun ke jalan. Buatlah suatu pergerakan mahasiswa sesuai yang kita senangi. Bisa lewat seni, lewat tulisan dan masih banyak lagi. Mungkin anda juga sering mendengar semboyan para rocker, “konser yang hebat dapat mengubah dunia”. Dan pernyataan itu sepenuhnya benar menurut saya. Yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini adalah mari kita berjuang untuk ibu pertiwi. Karena negeri ini tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Bagi para rocker teruslah berkarya untuk membangun negeri ini ke arah yang lebih baik. Dan tentu saja, bagi para BLOGGER, teruslah bangun negeri ini dengan tulisan-tulisan dan karya-karyamu! karena BLOG mu akan MEMBANGUN INDONESIA dan akan MEMPENGARUHI dunia!

Let’s influence the world with our blog!

Salam!

Comments (23)

Koneksi IPBku

Posted on 29 March 2011 by uchubald22

Pada Awal masuk IPB saya sangat senang karena adanya WiFi kampus yang begitu ruar biasa kecepatannya. Jika dibandingkan dengan Koneksi Internet saya dulu yang hanya dengan Modem tidak bisa dibandingkanlah kecepatannya. Sangat senang Bisa menikmati Koneksi IPB yang menurut saya lumayan cepat ini. Entah bagaimana pendapat teman – teman Blogger IPB.

Tapi Setelah Hampir setahun Kuliah di IPB muali timbul rasa benci saya kepada Koneksi kampus ini. Lah kok Benci.? Iya Benci karena sudah Tak Sperti yang Dulu Lagi. Dulunya Sampai Loncat – loncat liat koneksi yang cepat gini, tapi sekarang kayanya mau nangis kalo lagi make WiFi kampus. Karena Lemotnya minta diampuni deh.
Continue Reading

Comments (9)

Advertise Here

RELATED SITES

Random Quotes