Kontroversial Pra MPF

July 27, 2010

Hem.. baru-baru ini kita mendengar bahwa ada SK Rektor yang menyatakan larangan atas penyelenggaraan Pra MPF/MPD. SK tersebut sudah resmi dan ditanda-tangani oleh Rektor IPB. Inti dari SK tersebut adalah bahwa mahasiswa tidak deperkenankan menyelenggarakan kegiatan pra-MPF.

Namun, seberpa bijak SK tersebut kepada mahasiswa? Menurut beberapa panitia MPF (Fema red) ternyata keputusan tersebut dapat mengganggu jalannya kegiatan MPF pada hari H. Pasalnya, banyak yang harus dipersiapkan untuk penyelenggaraan MPF nanti. Jika tidak ada pra MPF, maka panitia akan kesulitan untuk mensosialisasikan kegiatan MPF. Panitia dan peserta pun akan sangat kesulitan untuk saling mengenal jika tidak dilaksanakan kegiatan diluar MPF.

Satu permasalahan yang juga timbul akibat SK tersebut adalah kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa. Beberapa panitia  mendapatkan informasi yang simpang siur terkait hal tersebut. Akibatnya, hingga saat ini tidak diketahui secara pasti, apa definisi yang dimaksud dengan “PRA MPF” itu sendiri. Dalam hal ini, terjadi simpang siur pengertian. Apakah pra MPF itu adalah segala rangkaian kegiatan yang mengandung aribut MPF, atau Rangkaian acara MPF di luar jadwal, atau pertemuan antara panitia dengan peserta. Tidak ada sosialisasi tentang batasan definisi Pra MPF yang dimaksud. (aha gambreng)

JOURNALISTIC FAIR 2010, coming soon

July 9, 2010

Journalistic fair atau dilingkungan IPB lebih dikenal dengan sebutan Je-eF. Nah, kali ini saya ngepost dengan niat untuk menginfokan InsyaAllah sekitar bulan oktober 2010 nanti, Kementrian Komunikasi dan Informasi BEM-KM IPB bakalan ngadain JF2010. Saya termasuk panitia hasil open recruitment, dan dapat amanah dari pak ketua buat ngepost tentang JF2010 di bloggeripb.org, sebagai salah satu langkah awal publikasi ke khalayak umum sekaligus untuk……… hehehehe…..

Journalistic Fair itu salah satu prokernya Kominfo BEM-KM, dan untuk tahun ini akan menjadi kali ke-empat diadakannya JF. Sementara untuk JF kali ini konsepnya kurang lebih  InsyaAllah akan diadakan berbagai macam lomba dan seminar/workshop tentang ke-jurnalistik-an.

Berhubung karena masih dalam pembicaraan awal, bahkan semua panitia belom pernah ngumpul bareng, maklum lagi musimnya liburan euy, maka saya belum bisa beri contoh  detail rangkaian acaranya gemana.  Saya juga ngepost selain buat nginfoin, juga berharap ada saran ato usul dan sejenisnya lah tentang lomba dan seminar apa aja yang menurut teman-teman bagus dan memang keren jika ada dalam rangkaian acara Journalistic Fair 2010 (ini nih kalimat inti dr paragraph sekaligus postingan ini).

Bingung yah mau ngasi usulan apa?? Ya Sudahlah, saya beri sedikit pencerahan dah; Mungkin dari teman-teman blogger ada yang mau ngusulin buat ngadain blogging day lagi, skalian ngelanjutin acara yang tahun lalu sempat tertunda– pemecahan rekor MURI ngepost bareng dgn blogger terbanyak di satu tempat???  Ato ada yang mau ngusulin lomba fotografi dgn satu objek yang sama, objeknya saya loh… hahaha…. Ato teman-teman yang minat menjadi pembaca berita, kira-kira seminar tentang apa yah yg bagus?? Dan lain-lain…

Intinya, kami sangat berharap teman-teman bisa ikut berpartisipasi menyumbangkan idenya yang berkaitan dengan dunia jurnalistik demi terlaksanya Journalistic Fair 2010 yang keren, seru, gak biasa, dan gak ngebosenin. Karena, meskipun anda bukan panitia, anda semua berhak untuk berkonstribusi, masalah posisi mah belakangan, yang penting itu: KONSTRIBUSI (Kata Pak Ketua).

Skali lage, ide dan usulunnya selalu dinantikan….

JF 2010 Coming soon……….

Web/blog tidak/belum bisa diakses dari luar

June 23, 2010

IPB mengeluarkan terobosan baru untuk mengingkatkan peringkatnya di webometrics. Melalui Direktorak Komunikasi dan Sistem Informasi, IPB mengadakan lomba web antar lembaga kemahasiswaan se-IPB. Lomba yang diikuti seluruh LK di IPB ini digeber mulai pertengahan pertengahan Juni dan berakhir pada akhir Juli.

Panitia akan menilai tiap web masing-masing LK, katanya dengan sistem yang mirip dengan webometrics. Tiap LK diberi fasilitas berupa web engine wordpress dengan storage 300 mb dan sebuah domain pada [namalk].lk.ipb.ac.id.

Pihak DKSI selaku penyelenggara terlebih dahulu mengadakan pelatihan pembuatan web dengan wordpress pada 19 – 21 Juni. Walaupun dengan keterbatasan untuk mengeksplorasi desain web karena tidak adanya fitur template editor pada engine ini, tampaknya sudah cukup untuk membuat web sederhana untuk tingkat LK. Lagipula, sisi penilaian bukanlah dari segi keindahan atau estetika.

Nah, beralih ke masalah sebenarnya. Setelah mendengar beberapa keluhan teman-teman dari LK lain (saya juga terdaftar dalam lomba ini sebagai peserta), dan sempat mengalami hal yang sama sendiri. Ternyata web ini tidak bisa diakses dari luar lingkungan IPB.  Tidak hanya satu web LK, tapi lebih dari satu. Saya coba akses lewat perangkat mobile, juga menemui jalan buntu.

Sebenarnya keluhan yang sama pernah saya dengar sebelum lomba ini diadakan. Ada satu LK yang telah mendaftarkan webnya di domain [namalk].ipb.ac.id. Domain sudah aktif dan bisa diakses. Namun, hanya memungkinkan untuk akses di lingkungan IPB.

So, apakah tujuan dari pembuatan web tiap LK ini hanya untuk dilihat dan dibaca orang-orang lokal IPB?

p.s : meniru kata-kata dari blog temen, CMIIW (Correct Me IF Im Wrong)

Blogger IPB: Ayo Dukung IPB!

June 12, 2010

Dalam beberapa kali penilaian Webometric oleh Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) di Spanyol menempatkan IPB tidak dalam posisi yang baik, bahkan diungguli oleh universitas-universitas “kecil” yg ada di Indonesia. Untuk itu, Blogger IPB mendukung sepenuhnya inisiasi yang dilakukan oleh IPB  seperti kutipan berita berikut ini:

Webometrics adalahperangkingan WorldClass Universityberdasarkan pengukuran banyaknya aktivitas dan dampak suatu universitas diinternet. Sekarang, IPB ada pada peringkat ke 2162 di dunia dan 12 di Indonesia. Halini masih harus di tingkatkan lagi.

Ada beberapa langkah teknisyang dapat mengubah posisi itu, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala SubDirektorat Data dan Informasi IPB, Firman Ardiansyah,S.Kom., M.Si., pada IDEA 2010, bertema“Semarak Apresiasi Prestasi dan TalkshowPendidikan,” (6/6) di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Kegiatanini di gelar oleh Kementerian Pendidikan BEM KM IPB.

Ia memaparkan, untuk mengubah posisi itu ada beberapa langkah yangbisa dikerjakan diantaranya adalah, jadikan email [userid] a-keong student.ipb.ac.idsebagai alamat email utama dalam berkomunikasi via internet. Kemudian aktifkanblogging dengan [userid].student.ipb.ac.id.

“Sekarang IPB menyediakan fasilitas student blog . Segera aktifkanblog student dengan menggunakan userid dan password Captive Portal IPB. Jikabelum tahu userid bisa dicek di http://login1.ipb.ac.id.,” ujarnya.

Kemudian pasang officialbadge IPB lengkap dengan hyperlink manuju web IPB di halaman blogmasing-masing. Kita juga bisa memilih badge-badge di http://www.ipb.ac.id/badge/. Selain itu kita juga bisa berkarya membuat badge sendiri.

“Rajin-rajinlah memberikankomentar di blog atau forum di luar situs ipb.ac.id dengan mencantumkan email[userid] a-keong studnet.ipb.ac.id dan url [userid].student.ipb.ac.id. Pastikan jugamemberikan komentar di forum yang bisa diindex Google,” katanya di hadapanratusan mahasiswa. Rektor IPB turut hadir pada kesempatan tersebut.

Menurutnya, kita juga harusmembuat status Facebook, Twitter, atau Plurk dengan menyebutkan nama IPB ataumenyertakan link ke http://www.ipb.ac.id, dan cantumkan juga link ke ipb dan sub-domainnya di postingan blog.

“Terakhir yang juga takkalah penting adalah, mengisi konten di Wikipedia, dan pastikan menggunakanreferensi ilmiah yang berada di bawah domain ipb.ac.id,” katanya. (man)

FKH dan (saya) seorang Maba

May 22, 2010

Alhamdulillah, gak kerasa sudah mau setahun sejak saya pertama kali rilis di IPB (baca: Bogor Agricultural University). Saya berhasil ada di markas besar petani intelek ini melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB), dapat Departemen Ilmu Komputer FMIPA (baca: Fakultas Manusia-manusia Terpilih). Nah, tidak menutup kemungkinan muncul pertanyaan teman-teman semua, saya yang departemennya Ilkom kok ada sesuatu dengan FKH. Pada taukan apa FKH, Fakultas Kedokteran Hewan. Nah, mari kita simak cerita selanjutnya>>>

Sebagai mahasiswa yang beruntung melalui jalur USMI, saya dan teman-teman USMI lainnya diwajibkan untuk mengikuti kuliah lebih awal daripada teman-teman SNMPTN. Namanya sistem Matrikulasi, yang disediakan dua mata kuliah; Pengantar Matematika (PeeM) dan jiga Kimia. Waktu itu (tidak) kebetulan saya dapat kimia. Berhubung paragraf ini cuma untuk manjang-manjangin postingan doang, maka kita langsung loncat ke…..

Oh yah, waktu matrikulasi selama sebulan dan waktu itu kami sudah diasramakan. Banyak (calon) teman baru, dari berbagia daerah di Indonesia  plus mahasiswa asing dari beberapa negara tetangga. Waktu itu saya termasuk maba yang belum tau banyak tentang IPB termasuk fakultasnya juga belum hapal. Nah, setiap berkenalan dengan sesama anak baru ini, saya mendapat keanehan, Standar berkenalan, tanya nama, asal dan pastinya jurusan ato departemen. Keanehannya yah pada departemen “FKH”. Ada beberapa teman yang saya bertanya padanya, “departemen apa?”, mereka malah menjawab: FKH. Nah loh, itu bukan satu orang aja yg ngejawab gitu, ada beberapa. Saya bingung, ini mereka yang goblok ato asal masuk aja gak mereka departemen apa, soalnya sepengatahuan saya FKH itu fakultas bukan departemen.

Ternyata pemirsa, bukan mereka yang g*bl*k, ternyata saya yang kurang tau dan belum banyak tau tentan kampus saya waktu itu. Ternyata FKH beda dengan delapan fakultas lainnya yang memiliki beberapa departemen di dalamnya. Ternyata, kalau mau dianalogikan, FKH di IPB itu mirip dengan Australia di Bumi. Kalo Australia adalah sebuah benua skaligus sebuah negara, maka FKH adalah sebuah fakultas sekaligus sebuah departemen ato mayor ato jurusan. Ternyata…. kita itu tidak pernah lebih mengetahui daripada orang lain, terlebih lagi jika kita ingin menyombongkan pengetahuan kita di hadapan Zat yang Maha Mengetahui.

kunjungi juga…>>>

Arena Out Bound IPB

March 20, 2010

Hem… beberapa waktu lalu, aku sempat melangkahkan kaki menyusuri jalan-jalan kecil menuju LSI. Beberapa saat melangkah, aku terhenti sejenak di depan Fakultas Ekologi Manusia. mataku menoleh ke kiri. sebuah benda-benda aneh terlihat bergelantungan. apa itu? panjang-panjang, tinggi, putih, dan pada menggelantung membuatku penasaran. perlahan kakiku melangkah mendekatinya. Wah…… (Criiiing…) mataku berbinar takjub. Whaawooo…. sebuah arena Out bound.

Setidaknya, terlihat tiga arena bermain yang mungkin bisa di mainkan di tempat itu. pertama adalah, semacam tali gantung yang tiingginya 2-3 meter. arena ini dibuat memang khusus untuk anak-anak kecil yang berminat menguji nyali. walau tidak terlalu tinggi, tantangan pada arena tersebut sudah termasuk sulit. dalam satu arena “kecil” ini saja, ada lima rute yang memiliki tantangan dan tingkat kesulitan yang berbeda. Hem…

Disebelah arena pendek tersebut,ada arena yang wujudnya hampir sama dengan arena sebelumnya. Cuma, bedanya ketinggian arena ini dua kali dari arena sebelumnya yakni sekita 7 sampai 8 meter di atas permukaan tanah. (hemm… kalo di ukur dari permukaan laut sebrapa tinggi yakz?) walau merasa tidak terlalu tinggi. namun jika berdiri diatas ketinggian segitu, sudah cukup untuk membuat kaki gemetar. bagaimana tidak. kita hanya bertahan diatas dengan pertahanan dua utas tali. mengerikan!!!

melanjut ke arena berikutnya, memang rasanya out bout tidak lengkap tanpa mencoba flying fox. Nah, untuk itu ternyata di tempat itu juga sudah disediakan arena flying fox. meluncur dari ketinggian 20 meter dengan panjang luncuran sekitar 60 meter. hem… dapat menyembuhkan rasa lelah setelah mencoba dua arena sebelumnya.

Keberadaan arena Out Bound di daerah kampus, diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kita mahasiswa IPB. Mengisi kesibukan kuliah dengan hal-hal yang menantang mungkit dapat mengurangi penatkany duduk di dalam kelas kuliah.

Walau merupakan games yang menyeramkan, namun kelengakapan keselamatan sudah tersedia. Standar keselamatan yang di terapkan sudah mencapai SNI, sehingga tidak perlu khawatir untuk mencobanya. (aha gambreng)

Kontaklens Gratisan

March 13, 2010

Tinggal di asrama itu banyak suka dukanya, banyak hal-hal unik yang kecil namun bisa menjadi sesuatu yang besar jika dilakukan bersama. Kenapa begitu? karena saya merasakannya sendiri sebagai mahasiswa tingkat awal yang harus kudu wajib tinggal di asrama TPB-IPB.

Bicara mengenai keadaan asrama saat ini, khususnya asrama putra. Sekitar tiga minggu terakhir ini di Astra sedang ngetrend penggunaan kontaklens saringgan (kekuatan mata clan Uchiha pada komik ataupun film Naruto). Untuk mendapatkannya tidak perlu repot-repot keluar duit, cukup membetahkan diri di asrama dan biasakan untuk memegang mata. Kenapa demikian? karena kontaklens yang saya maksud adalah akibat dari wabah penyakit mata yang sedang gencar-gencarnya mengeksiskan diri di asrama. Tiap hari ada saja yang kena, kalau boleh dikatakan “sembuh satu, sakit tiga”. Sampai-sampai sebuah jargonpun tercipta bagi mereka yang telah kena guna menyambut teman-teman yang baru ter-infeksi, “wellcome to the club”. Gak tau juga sih ini penyakit mata jenis apaan, tapi ciri-cirinya itu, mata memerah dan sangat rajin menangis. Mungkin karena hal ini sudah berlangsung agak lama, maka petugas poliklinik mahasiswa juga sudah agak bosan menerima pasien yang keluhannya itu-itu aja, dan jadilah Astra (asrama Putra) sebagai basis Clan Uchiha.

BERNAFSU MENCANTUMKAN GELAR

March 12, 2010

 

         Kurang lebih tiga minggu lalu, dalam rapat organisasi kemasyarakatan, dimana saya sebagai ketua dewan pakarnya, saya mendapat pengetahuan untuk keempat kalinya tentang “gelar” seseorang yaitu CD. Di belakang namanya ada sederetan gelar SH, MSi, dan CD. Tahun lalu saya baru tahu ada artis terkenal yang sedang studi di salah satu perguruan tinggi negeri menyodorkan kartu namanya dengan embel-embel DR(CAN). Saya sempat tidak peduli dan anehnya tidak terdorong untuk mengetahui tentang embel-embel itu. Ternyata gelar tersebut merupakan singkatan dari mereka yang sedang studi program doktor. CD berarti candidate doktor. DR(CAND) merupakan singkatan dari doktor candidate; sama dengan singkatan DR(CAN).

          Saya lalu mencoba merenung. Rasa-rasanya tidak pernah ada peraturan dan aturan yang memperbolehkan atau melarang seseorang menggunakan tambahan gelar semaunya. Tidak pernah ada aturan yang mengatakan bahwa setelah mahasiswa melalui jenjang studi sekian semester berhak mencantumkan ”gelar” kandidat doktor. Karena belum ada aturan maka bisa saja seseorang yang sedang studi strata satu dalam bidang pertanian misalnya menggunakan gelar SP(CAND) atau yang sedang studi hukum bergelar SH(CAND). Bagaimana mereka yang sedang studi magister? Mungkin bisa saja mereka menggunakan gelar MSi(CAND), MM(CAND), MBA(CAND) dst. Terus terang saya ”buta” dalam hal ini. Apakah perilaku seperti ini karena meniru dari para mahasiswa kandidat sarjana dan doktor di luar negeri atau untuk gagah-gagahan?

         Kalau untuk gagah-gagahan lalu timbul pertanyaan ada gejala apa sebenarnya di masyarakat khususnya di kalangan akademik? Apakah memeroleh gelar kandidat sebagai segala-galanya sehingga orang lain akan lebih menghormati sang pemegang gelar ketimbang tanpa gelar? Kalau seperti itu apakah ada yang salah perihal persepsi pergelaran akademik? Saya percaya seseorang dihormati orang lain bukan karena gelar akdemiknya tetapi lebih pada performanya bagi masyarakat. Banyak yang tak bergelar namun personaliti dan performa pengabdiannya jauh lebih unggul dibanding mereka yang bergelar macam-macam. Kembali ke persoalan ”gelar” kandidat, itu semua terpulang pada motif yang memakainya. Mungkin pencantuman gelar lebih merupakan hak individualnya ketimbang hak sosial.


SANG TELADAN DIGOYANG

February 24, 2010

 

        Dunia politik dan dimensi teladan belakangan ini sedang mendapat perhatian serius. Fenomena politik bisa dengan bebas memertanyakan keteladanan sang maestro kampus. Dan dengan terang benderang yang bersangkutan diduga ada indikasi sebagai biang kerok terjadinya kebijakan pemerintah yang salah-keliru. Dari sana sini sang teladan gencar diobok-obok. Sang teladan berdiam diri dan pasrah. Kalau sudah begitu yang semula putih polos mulai ada goretannya. Dimensi tuntutan dunia politik sudah semakin melirik, menggoda dan bahkan mengancam sang teladan. Tentu saja semakin dilihat semakin prihatin menambah goretannya sehingga akhirnya tak jelas lagi warna putih, kelabu, atau hitam.

        Dalam kondisi seperti inilah, seteladan apa pun seseorang jika keimanan dan ketaqwaan tidak kuat, tidak paham lika-liku birokrasi dan politik yang banyak tikungan dan jebakan maka akhirnya akan jatuh ke jurang yang dalam. Goretan sudah menjadi luka terinfeksi (busuk) yang meluas ke seluruh jasmani dan rohaninya. Saking parahnya, yang bersangkutan harus mundur dari arena kekuasaan karena tuntutan politik dan bisa jadi tuntutan hukum. Ketika itu terjadi, tidak ayal lagi fenomena bungkuk-bungkuk dari bawahan pun hilang berubah menjadi tegak kembali sambil mengumpat, upeti berhenti seketika dan bahkan orang pun enggan menyapa. Aneh tetapi nyata malah mereka semakin menjauh.Tetapi bisa jadi muncul simpati dan kesedihan di raut muka para kolega dan subordinasinya.

        Lalu siapa yang salah dan apanya yang keliru?. Secara sistem, jika satu orang berbuat salah maka lingkungannya, khususnya lingkaran dalam, juga seharusnya ikut keliru karena telah berdiam diri atau tidak mengingatkan superordinatnya. Namun sistem yang ada membuat siapa pun tidak berani menegur sang bos selaku penguasa. Kalau sudah begini orang sering menyalahkan bahwa persoalan ini “seperti benang kusut” atau  “seperti lingkaran setan”. Padahal setan ngga salah .

        Bahkan konon ada yang bilang, sambil bergurau, setan pun sudah sulit melaksanakan TUPOKSI (Tugas, Pokok dan Fungsi)nya sebagai penggoda manusia. Dan pernah terbersit di hatinya untuk “minta pensiun” dini karena yang digoda (manusia) sudah lebih canggih memilih dan melakukan dosa (yang dulu mereka hindari). Lalu siapa yang layak disalahkan?, Jadi lebih baik kalau ada yang salah atau keliru jangan salahkan lingkaran setan tetapi lebih tepat disebut “lingkaran manusia saja”. Yang alpa diri akan kelemahan dan ketidakberdayaannya………


Website IPB kena Hack. [Lagi]

February 17, 2010

Tapi kali ini bukan website utama IPB, melainkan website Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan

http://www.psp3ipb.or.id/indexina.php?menu=depan.php&lang=ina

Tersangka Utama : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3404340

Sebenarnya Pelaku tidak punya dendam apapun dengan IPB, namun dendam dengan orang yang di foto tersebut. Bahkan yang bersangkutan mengancam ybs, akan memajang fotonya di

next www.dpr.go.idwww.kejaksaan.go.id
akan ada tempelan poto si cippie

NB : mohon maaf, sering posting dengan berita seperti ini.

Next Page »

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!