SANG TELADAN DIGOYANG

February 24, 2010

 

        Dunia politik dan dimensi teladan belakangan ini sedang mendapat perhatian serius. Fenomena politik bisa dengan bebas memertanyakan keteladanan sang maestro kampus. Dan dengan terang benderang yang bersangkutan diduga ada indikasi sebagai biang kerok terjadinya kebijakan pemerintah yang salah-keliru. Dari sana sini sang teladan gencar diobok-obok. Sang teladan berdiam diri dan pasrah. Kalau sudah begitu yang semula putih polos mulai ada goretannya. Dimensi tuntutan dunia politik sudah semakin melirik, menggoda dan bahkan mengancam sang teladan. Tentu saja semakin dilihat semakin prihatin menambah goretannya sehingga akhirnya tak jelas lagi warna putih, kelabu, atau hitam.

        Dalam kondisi seperti inilah, seteladan apa pun seseorang jika keimanan dan ketaqwaan tidak kuat, tidak paham lika-liku birokrasi dan politik yang banyak tikungan dan jebakan maka akhirnya akan jatuh ke jurang yang dalam. Goretan sudah menjadi luka terinfeksi (busuk) yang meluas ke seluruh jasmani dan rohaninya. Saking parahnya, yang bersangkutan harus mundur dari arena kekuasaan karena tuntutan politik dan bisa jadi tuntutan hukum. Ketika itu terjadi, tidak ayal lagi fenomena bungkuk-bungkuk dari bawahan pun hilang berubah menjadi tegak kembali sambil mengumpat, upeti berhenti seketika dan bahkan orang pun enggan menyapa. Aneh tetapi nyata malah mereka semakin menjauh.Tetapi bisa jadi muncul simpati dan kesedihan di raut muka para kolega dan subordinasinya.

        Lalu siapa yang salah dan apanya yang keliru?. Secara sistem, jika satu orang berbuat salah maka lingkungannya, khususnya lingkaran dalam, juga seharusnya ikut keliru karena telah berdiam diri atau tidak mengingatkan superordinatnya. Namun sistem yang ada membuat siapa pun tidak berani menegur sang bos selaku penguasa. Kalau sudah begini orang sering menyalahkan bahwa persoalan ini “seperti benang kusut” atau  “seperti lingkaran setan”. Padahal setan ngga salah .

        Bahkan konon ada yang bilang, sambil bergurau, setan pun sudah sulit melaksanakan TUPOKSI (Tugas, Pokok dan Fungsi)nya sebagai penggoda manusia. Dan pernah terbersit di hatinya untuk “minta pensiun” dini karena yang digoda (manusia) sudah lebih canggih memilih dan melakukan dosa (yang dulu mereka hindari). Lalu siapa yang layak disalahkan?, Jadi lebih baik kalau ada yang salah atau keliru jangan salahkan lingkaran setan tetapi lebih tepat disebut “lingkaran manusia saja”. Yang alpa diri akan kelemahan dan ketidakberdayaannya………


Website IPB kena Hack. [Lagi]

February 17, 2010

Tapi kali ini bukan website utama IPB, melainkan website Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan

http://www.psp3ipb.or.id/indexina.php?menu=depan.php&lang=ina

Tersangka Utama : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3404340

Sebenarnya Pelaku tidak punya dendam apapun dengan IPB, namun dendam dengan orang yang di foto tersebut. Bahkan yang bersangkutan mengancam ybs, akan memajang fotonya di

next www.dpr.go.idwww.kejaksaan.go.id
akan ada tempelan poto si cippie

NB : mohon maaf, sering posting dengan berita seperti ini.

KRS Online Sering “Ngadat”, Website IPB Jadi Sasaran

February 10, 2010

Pelaksanaan KRS Online yang dimulai tanggal 8 hingga hari ini Rabu (10/2) tidak berjalan lancar. Karena hal ini pulalah, masa KRS online diperpanjang hingga 13 Februari 2010 yang sebelumnya direncankan akan berakhir 12 Februari 2010.Pelaksanaan KRS Online dari tahun ketahun mengalami masalah yang sama, yakni susahnya pengguna (mahasiswa) dalam mengisi KRS Online. Permasalahan ini mulai dari susahnya masuk ke halaman utama KRS Online yg beralamat di https://krs.ipb.ac.id, hingga terjadi deadlock ketika melakukan pengisian KRS.

Hal diatas bisa terjadi karena banyaknya pengakses pada web dan banyaknya query yang dilakukan oleh pengakses web sedangkan sumber daya server terbatas. Sumber daya yang dimaksud adalah hardware maupun software yang digunakan sebagai server tidak mampu menjawab semua query yang masuk (elhusni.com).

Kondisi “ngadatnya” KRS Online, membuat mahasiswa melampiaskan kekesalannya melalui website IPB (halaman buku tamu).

tolong dong,,,,sistem KRS nya diperbaiki..
tolong ya pak bu diperbaiki…kasian kitanya kalo gak bisa KRS..ato kalau blm siap kita KRS manual aja dech..
thanks :(
“, ujar Rizki Fitri.

Assalam,,.
Mohon pelayanan KRS segera diperbaiki,,,KRS yang sekrang kok malah semakin ribet dan susah wt Login,, Tampilan KRSnya memang lebih bagus,,tapi kenapa justru lebih susah.. Mending pake sistem yang dulu, ga terlalu ribet dan LOLA……
Ter
“, tulis Dewi

Namun, ada juga komentar yang agak berbeda yang ditulis oleh Iis Widiani

saya yakin pihak Rektorat sudah berusaha memberikan yang terbaik kepada mahasiswa IPB mengenai pengisian KRS…..
jadi kita sebagai mahasiswa jangan hanya bisa menuntut….coba bayangkan klo kita ada di posisi para petinggi rektorat…kita pun akan

Tentunya komentar2 ini akan terus bermunculan jika, permsalahan KRS Online tidak segera diatasi. Lantas, apakah perlu kita kembali KRS manual?

Pengumuman Nilai TPB Semester Ganjil 2009~2010

February 9, 2010

Habis lihat-lihat situs utama IPB, ada pengumuman tentang nilai Semester 1 untuk Mahasiswa Tingkat 1, alias mahasiswa TPB.

Silahkan check disini : http://hosting.ipb.ac.id/~nilaitpb/index.php

NB : Asal tahu NRP-nya bisa langsung tahu nilai NRP ybs. Hmm.. No Comment deh.

KALAU GURU BESAR BERPOLITIK

February 4, 2010

 

        Menjadi seorang kader partai politik tidaklah sulit asalkan yang bersangkutan aktif dalam setiap kegiatan partai dan mengikuti kaderisasi berjenjang. Pada gilirannya jadilah dia seorang politisi yang setia kepada partainya. Apalagi kalau dia memiliki aset banyak dalam bentuk materi walaupun yang bersangkutan hanya memiliki kadar intelektual seadanya. Di sisi lain  menjadi seorang guru besar tidaklah mudah. Sebelumnya dia harus melewati seleksi kinerja akademik (pengajaran, penelitian, karya ilmiah, pemberdayaan pada masyarakat) dan tentunya kepribadian. Prosesnya cukup ketat. Tidak sembarang orang bisa menjadi guru besar. Karena itulah keputusannya berada ditangan seorang presiden setelah mendapat rekomendasi menteri pendidikan nasional.

        Ada yang mengatakan seorang guru besar adalah orang yang maha ahli di bidangnya. Jadi apapun kalau orang lain bertanya tentang aspek yang terkait dengan keahliannya datanglah ke guru besar tersebut. Pasti akan dijawab tuntas. Benarkah seperti itu? Tidak juga. Seorang guru besar adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kelemahan dalam bentuk ketidaktahuan. Dia bukan superintelektual-serba tahu. Ilmu itu begitu luas dan selalu berkembang. Namun dalam kenyataannya bukan berarti tak ada guru besar yang merasa dirinya serba tahu. Istilahnya sebagai guru besar gado-gado atau cap-cay.

         Sementara itu seorang guru besar sering ditampilkan sebagai pribadi yang bijak, arif, kharismatik dan menjadi panutan mahasiswa, teman sejawat dan masyarakat. Benarkah seperti itu? Ya harapannya demikian. Tetapi dalam kenyataannya tidak selalu begitu. Tiap orang memiliki kekuatan dan juga kelemahan. Sebagaimana warga lainnya, dengan potensi emosi personalitasnya, guru besar pun bisa arogan, egois, dan pemarah. Coba saja dilihat dalam rapat-rapat pansus kasus bank Century, misalnya ada guru bsar meladeni pancingan salah seorang anggota pansus yang nyeleneh dibalas dengan wajah galak dan suara keras. Juga di dunia politik ada guru besar yang sombong dan tak malu-malu merendahkan status orang lain dengan cara memaki-maki. Dalam keadaan seperti itu dia memperoleh julukan sebagai Guru Besar-Kepala.

        Guru Besar seharusnya bersikap kritis yang obyektif. Tetapi ketika dia berada dalam lingkungan politik sekaligus sebagai kader partai politik, mereka sering terperangkap sikap bias. Etika keilmuan rasanya terlupakan atau malah dilupakan. Yang ada lebih pada pemikiran dan tindakan demi kepentingan partai dan golongannya atau subyektif ketimbang buat rakyat. Sindir menyindir antarsesama dalam dunia politik telah menjadi tontonan sendiri di kalangan masyarakat. Bual membual tidak jarang terjadi. Tidak ubahnya sebagai lawakan srimulat. Berdebat kusir tak ada ujung pangkalnya tanpa mau mengakui kelemahan-kelemahannya. Apakah ini pantas dijadikan contoh sebagai pembelajaran politik yang diharapkan masyarakat? Ataukah sebaliknya sebagai pembodohan masyarakat?

         Ketika seorang guru besar sudah berada dalam lingkungan politik praktis maka cenderung pola pikirnya terbelah dua; apakah sebagai politisi atau ilmuwan. Celakanya mereka yang sudah memasuki ranah politik dan semakin lama semakin asyiik saja ternyata semakin jauh dari kegiatan-kegiatan akademik. Dan hebatnya tanpa sekalipun merasa risi tetap saja yang bersangkutan menggunakan “titel” profesor padahal itu adalah jabatan akademik. Hal yang sama pun terjadi, walau dia sudah pensiun sebagai PNS dan sekarang memilih profesi dan karir sebagai aktifis partai.

         Idealnya sosok seorang guru besar memang dia yang tekun mengajar, meneliti, menghasilkan karya ilmiah (buku, karya tulis dan temuan), mampu membangun jejaring kerjasama ilmiah dengan institusi ilmiah dan industri nasional dan internasional, arif dan bijaksana. Selain itu seorang guru besar yang berkiprah sekalipun di dunia politik seharusnya mampu bersikap ilmiah dan tidak bias kepentingan partai politik sempit. Mereka seharusnya mampu melakukan internalisasi di lingkungan mitra anggota parpol dan parlemen bagaimana bermain politik dengan cantik dan santun. Dan mampu mengetengahkan sikap yang elegan yang bisa dicontoh oleh rakyat.


Menahan Gempuran Timnas Indonesia

February 3, 2010

Gym. 03 Januari 2010. Pertandingan persahabatan antara TIM FUTSAL NASIONAL dengan Tim Futsal IPB jadi dilaksakan di gyimnasiun IPB. Seperti dalam informasi yang beredar, bangku supporter gym mulai penuh sejak pukul 13.30. Pertandingan dimulai pada pukul 14.06 (jam saya). Pluit pembuka pertandingan mengawali pertempuran panas antara kedua tim.

Dari awal permain, Timnas Indonesia sudah menguasai lapangan permainan. Dengan Skill dan kekompakan Timnas, dalam beberapa menit mereka berhasil mencuri gol pemecah suasana.  Ketinggalan satu gol pertama tidak menyurutkan semangat Tim IPB. Tim IPB tetap bertahan walau berada pada tekanan. Hingga pada menit ke 10 ,pemain IPB dengan no punggung 13 mendapatkan ‘hadiah’ kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras di area pertahanan tim.

Semangat supporter terus didonorkan kepada tim IPB. Namun, apa boleh dikata. Semangat ternyata masih dapat di kalahkan oleh skill dan kekompakan. Dalam kondisi saat ini, TIMNAS memang belum bisa di sandingkan dengan TIM futsal IPB. Aksi cemerlang penjaga gawang TIM IPB masih saja bisa dibobol dengan gol-gol cantik pemain Timnas

Pertandingan berakhir setelah 2 x 30 menit bermain. Skor akhir menunjukkan angka yang layak didapatkan oleh satu TIM nasional yang akan segera bertanding di kejuaraan ASIA. Sekor 15 untuk TIMNAS dan 3 Untuk TIM IPB mengakhiri permainan.

“Tim IPB sudah bermain baik, namun mereka bermain kurang sabar dan masih perlu perbaikan pada teknik dasar permainan” Ungkap haidar salah satu pemain timnas dalam wawancara yang sempat dilakukan setelah pertandingan.

Timnas Futsal Indonesia vs Tim Futsal IPB

February 1, 2010

Timnas Futsal Indonesia yang disiapkan untuk babak kualifikasi zone ASEAN Kejuaraan Futsal Asia 2010 direncanakan akan bertanding melawan Tim Futsal IPB. Pertandingan ini akan digelar Rabu (3/2) di Gymnasium IPB pukul 14.00 WIB.  Tim Futsal IPB dipilih karena diyakini mampu memberikan perlwanan serius untuk Timnas Futsal Indonesia.

“Tim mahasiswa IPB ini lumayan kenceng, karena banyak dihuni mantan pemain Mastrans yang sempat eksis di Liga Futsal Nasional,” jelas Robby Hartono, pelatih kepala timnas futsal Indonesia, Senin (1/2) di Senayan seperti dikutip pssi-football.com

Pertandingan melawan Tim Futsal IPB, merupakan rangkaian uji coba Timnas Futsal Indonesia yang akan menghadapi lawan tangguh di babak kualifikasi nanti, yakni Australia dan Myanmar. Laga babak kualifikasi futsal Asia akan digelar di Tenis Indoor, Senayan, pada 20-25 Februari mendatang.

Tentunya pertandingan ini akan memberikan pengalaman yang berharga bagi Tim Futsal IPB yang juga kontestan Liga Futsal Mahasiswa, selian itu bagi penggemar futsal pertandingan ini layak untuk Anda saksikan besok Rabu (3/2) Pukul 14.00 bertempat di Gymnasium IPB.

Pengumuman USMI 2010

February 1, 2010

Seperti diinformasikan dalam situs resmi IPB, pengumuman USMI 2010 akan dikirimkan ke sekolah-sekolah awal bulan Februari 2010. Tentunya informasi hasil seleksi sangat dinantikan calon mahasiswa baru yang menginginkan IPB sebagai tempat penempaan pengetahuan selanjutnya.  Seperti diketahui sebelumnya bahwa IPB menerima mahasiswa baru melalui 4 jalur yakni:

  1. Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI)
  2. Ujian Talenta Mandiri (UTM)
  3. Beasiswa Utusan Daerah (BUD), dan
  4. SNMPTN

Dari ke-4 empat jalur tersebut, USMI merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru dengan jumlah terbesar sekitar +70% dari total mahasiswa baru yang diterima melalui jalur ini. Hal ini yang menjadikan USMI sebagai jalan yang sangat diharapkan oleh calon mahasiswa baru. Sehingga tak heran banyak calon mahasiswa yang sering menanyakan informasi ini di halaman buku tamu website IPB.

“Pengumuman USMI 2010 bisa diakses tgl berapa?terimakasih”, tulis Indawati.

Sementara Mochamad Fajar menulis:

“Kapan pengumuman hasil usmi k smanda ciamis ? tlng yng d trma dri usmi lbh bnyk . . .”

Dari informasi di website IPB, disebutkan bahwa hasil seleksi akan dikirimkan melalui sekolah. Berikut kutipan informasinya:

  • FORMULIR PILIHAN MAYOR (Lampiran 2C) WAJIB DIISI. HASIL SELEKSI AKAN DIKIRIM KE SEKOLAH PADA AWAL BULAN FEBRUARI 2010.
  • PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN DIMULAI PADA AKHIR BULAN FEBRUARI 2010 (sesuai dengan isian pada formulir Lampiran 2A (ada 2 halaman) ataukah 2B); FOTOKOPI BUKTI PEMBAYARAN INI DIKIRIM KE IPB SECARA KOLEKTIF MELALUI SEKOLAH.

Selamat menunggu hasil seleksi USMI 2010 :)

UPDATE TERBARU: Pengumuman USMI dapat dilihat dibawah ini

PUSH UP vs KEDISIPLINAN

January 11, 2010


 

        Saya memerkirakan setiap inidvidu khususnya yang berusia di atas  balita pernah melakukan push up. Jenis olahraga ini sangat diminati oleh tua-muda dan lelaki-perempuan. Push up (PU) adalah suatu jenis senam kekuatan yang berfungsi untuk menguatkan otot bisep maupun trisep (Wikipedia). Posisi awal tidur tengkurap dengan tangan di sisi kanan kiri badan. Kemudian badan didorong ke atas dengan kekuatan tangan. Posisi kaki dan badan tetap lurus atau tegap. Setelah itu, badan diturunkan dengan tetap menjaga kondisi badan dan kaki tetap lurus. Badan turun tanpa menyentuh lantai atau tanah. Naik lagi dan dilakukan secara berulang.

        Apakah PU hanya dilakukan untuk alasan olahraga agar kondisi fisik tubuh menjadi semakin bugar dan sehat? Tidak juga. Di dunia militer, PU dapat menjadi salah satu bentuk hukuman bagi anggotanya yang tidak disiplin. Selain PU bisa saja dalam bentuk lari keliling barak. Bentuk ini bukan barang asing bagi yang terkena hukuman. Tujuannya adalah agar timbul efek jera sehingga kedisiplinan para anggota bisa terujud. Bagaimana dengan di dunia non-militer? Bisa juga diterapkan,misalnya di kalangan kampus yang menekankan kedisplinan tinggi para mahasiswanya. Misalnya di PTIK, Institut Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Maritim, dsb. Lalu bagaimana kalau diterapkan di perguruan tinggi umum?

         Saya kurang mengetahui apakah ada perguruan tinggi umum yang menerapkan hukuman dalam bentuk PU. Tetapi yang jelas saya terinspirasi dengan adanya kasus kriminal yang terjadi di suatu sekolah di Inggeris. Lintas Berita (5-12-08);TEMPO Interaktif, London mewartakan seorang guru di Inggris dihukum penjara setelah terbukti menyuruh murid-muridnya melakukan "push-up" sebagai hukuman lantaran datang terlambat ke sekolah. Untuk itu saya mencoba menjaring beberapa pendapat lewat status saya di facebook kemarin. Kasusnya adalah kalau ada dosen yang menghukum mahasiswanya dengan cara menyuruh PU karena terlambat datang ke ruang kuliah. Ada 13 orang yang menanggapinya. Ada tanggapan berupa pertanyaan, ada yang berpendapat sesuatu, dan ada yang menolak. Alasan penolakannya beragam. Ada yang bernada serius dan ada yang sambil bercanda ria.

         Semua dari mereka sangat tidak setuju diterapkannya sanksi hukuman tersebut di perguruan tinggi umum. Ada yang beralasan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi umum lebih menekankan pada pencapaian kinerja akademik para lulusannya. Selain itu dikembangkan soft skills untuk membangun sikap dan kepribadian lulusan yang mumpuni. Bukan kedisiplinan fisik yang dibangun tetapi kedisiplinan akademik. Misalnya dalam bentuk resiko dari tidak tercapainya minimum kehadiran dalam kuliah dan praktikum. Sanksi diberikan bisa dalam bentuk tidak boleh ikut ujian, pemberian tugas akademik tambahan, dan bahkan sampai keluar kalau ternyata terbukti melakukan plagiat dan menyontek. Dengan cara-cara ini ternyata lebih membuahkan hasil yang efektif untuk menghindari tindakan “kriminalitas” akademik ketimbang dengan PU. Kalau dengan bentuk PU, yang bakal terjadi bukannya efek jera namun ada persaan malu dan sakit hati diperlakukan di depan para teman-teman sekuliah.

          Selain hal yang serius ada juga yang bertanya dengan nada bercanda. Misalnya ada pernyataan yang membuat saya tersenyum yakni dosen yang menghukum dengan cara PU dikatakan cocok sebagai DanYon batalion tentara atau instruktur pendidikan militer. Dan ada juga yang menyamakan dosen seperti itu sebagai dosen olahraga. Selain itu dipertanyakan apakah hukuman PU juga berlaku bagi para mahasiswi yang terlambat datang kuliah. Jangankan tentang keterlambatan mahasiswi tetapi pertanyaan yang hampir mirip juga muncul yakni apa yang harus dilakukan kalau dosennya sendiri sering datang terlambat mengajar? Bukankah hal itu bakal malu-maluin dunia kampus? Ah ada-ada saja.

Situs Utama IPB Down

January 9, 2010

Pukul 21:15 9 Januari 2010.
Barusan coba masuk situs utama IPB di http://ipb.ac.id, tidak bisa masuk sama sekali, notifikasi di browser saya menunjukkan bahwa koneksi ke server terlalu lama. Karena ragu benar-benar down atau koneksi internet saya yang lagi error. Akhirnya mencoba pakai fasilitas http://downforeveryoneorjustme.com, ternyata memang benar lagi down.
Ada apakah ini? Ada serangan lagi? Beberapa situs IPB memang mengalami down ataupun tidak aktif, yang saya ketahui di antaranya, Situs Fakultas Faperta dan Situs Kemahasiswaan IPB.
Semoga cepat sembuh.

Next Page »

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!