JOURNALISTIC FAIR 2010, coming soon
July 9, 2010
Journalistic fair atau dilingkungan IPB lebih dikenal dengan sebutan Je-eF. Nah, kali ini saya ngepost dengan niat untuk menginfokan InsyaAllah sekitar bulan oktober 2010 nanti, Kementrian Komunikasi dan Informasi BEM-KM IPB bakalan ngadain JF2010. Saya termasuk panitia hasil open recruitment, dan dapat amanah dari pak ketua buat ngepost tentang JF2010 di bloggeripb.org, sebagai salah satu langkah awal publikasi ke khalayak umum sekaligus untuk……… hehehehe…..
Journalistic Fair itu salah satu prokernya Kominfo BEM-KM, dan untuk tahun ini akan menjadi kali ke-empat diadakannya JF. Sementara untuk JF kali ini konsepnya kurang lebih InsyaAllah akan diadakan berbagai macam lomba dan seminar/workshop tentang ke-jurnalistik-an.
Berhubung karena masih dalam pembicaraan awal, bahkan semua panitia belom pernah ngumpul bareng, maklum lagi musimnya liburan euy, maka saya belum bisa beri contoh detail rangkaian acaranya gemana. Saya juga ngepost selain buat nginfoin, juga berharap ada saran ato usul dan sejenisnya lah tentang lomba dan seminar apa aja yang menurut teman-teman bagus dan memang keren jika ada dalam rangkaian acara Journalistic Fair 2010 (ini nih kalimat inti dr paragraph sekaligus postingan ini).
Bingung yah mau ngasi usulan apa?? Ya Sudahlah, saya beri sedikit pencerahan dah; Mungkin dari teman-teman blogger ada yang mau ngusulin buat ngadain blogging day lagi, skalian ngelanjutin acara yang tahun lalu sempat tertunda– pemecahan rekor MURI ngepost bareng dgn blogger terbanyak di satu tempat??? Ato ada yang mau ngusulin lomba fotografi dgn satu objek yang sama, objeknya saya loh… hahaha…. Ato teman-teman yang minat menjadi pembaca berita, kira-kira seminar tentang apa yah yg bagus?? Dan lain-lain…
Intinya, kami sangat berharap teman-teman bisa ikut berpartisipasi menyumbangkan idenya yang berkaitan dengan dunia jurnalistik demi terlaksanya Journalistic Fair 2010 yang keren, seru, gak biasa, dan gak ngebosenin. Karena, meskipun anda bukan panitia, anda semua berhak untuk berkonstribusi, masalah posisi mah belakangan, yang penting itu: KONSTRIBUSI (Kata Pak Ketua).
Skali lage, ide dan usulunnya selalu dinantikan….
JF 2010 Coming soon……….
FKH dan (saya) seorang Maba
May 22, 2010
Alhamdulillah, gak kerasa sudah mau setahun sejak saya pertama kali rilis di IPB (baca: Bogor Agricultural University). Saya berhasil ada di markas besar petani intelek ini melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB), dapat Departemen Ilmu Komputer FMIPA (baca: Fakultas Manusia-manusia Terpilih). Nah, tidak menutup kemungkinan muncul pertanyaan teman-teman semua, saya yang departemennya Ilkom kok ada sesuatu dengan FKH. Pada taukan apa FKH, Fakultas Kedokteran Hewan. Nah, mari kita simak cerita selanjutnya>>>
Sebagai mahasiswa yang beruntung melalui jalur USMI, saya dan teman-teman USMI lainnya diwajibkan untuk mengikuti kuliah lebih awal daripada teman-teman SNMPTN. Namanya sistem Matrikulasi, yang disediakan dua mata kuliah; Pengantar Matematika (PeeM) dan jiga Kimia. Waktu itu (tidak) kebetulan saya dapat kimia. Berhubung paragraf ini cuma untuk manjang-manjangin postingan doang, maka kita langsung loncat ke…..
Oh yah, waktu matrikulasi selama sebulan dan waktu itu kami sudah diasramakan. Banyak (calon) teman baru, dari berbagia daerah di Indonesia plus mahasiswa asing dari beberapa negara tetangga. Waktu itu saya termasuk maba yang belum tau banyak tentang IPB termasuk fakultasnya juga belum hapal. Nah, setiap berkenalan dengan sesama anak baru ini, saya mendapat keanehan, Standar berkenalan, tanya nama, asal dan pastinya jurusan ato departemen. Keanehannya yah pada departemen “FKH”. Ada beberapa teman yang saya bertanya padanya, “departemen apa?”, mereka malah menjawab: FKH. Nah loh, itu bukan satu orang aja yg ngejawab gitu, ada beberapa. Saya bingung, ini mereka yang goblok ato asal masuk aja gak mereka departemen apa, soalnya sepengatahuan saya FKH itu fakultas bukan departemen.
Ternyata pemirsa, bukan mereka yang g*bl*k, ternyata saya yang kurang tau dan belum banyak tau tentan kampus saya waktu itu. Ternyata FKH beda dengan delapan fakultas lainnya yang memiliki beberapa departemen di dalamnya. Ternyata, kalau mau dianalogikan, FKH di IPB itu mirip dengan Australia di Bumi. Kalo Australia adalah sebuah benua skaligus sebuah negara, maka FKH adalah sebuah fakultas sekaligus sebuah departemen ato mayor ato jurusan. Ternyata…. kita itu tidak pernah lebih mengetahui daripada orang lain, terlebih lagi jika kita ingin menyombongkan pengetahuan kita di hadapan Zat yang Maha Mengetahui.
kunjungi juga…>>>
Duh! Rasanya Saya (lupa) Ngeblog
May 17, 2010
Oknum, Sekali lagi, Hanya Oknum
April 10, 2010
Jangan ditiru ya Mahasiswa berikut yang telah melanggar Kode Etik IPB ini, ingat sekali lagi ini hanya Oknum
. Tapi keren juga, bisa sampai milyaran, ilmu marketingnya sungguh hebat.
- Di sini
- Di sana,
- dan dimana-mana
Kode Etik yang dilanggar, antara lain :
- Patuh terhadap segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- Menjaga nama baik dan integritas IPB.
Kode Etik selengkapnya silahkan dibaca di Buku Panduan Sarjana Institut Pertanian Bogor, di halaman 3.
Arena Out Bound IPB
March 20, 2010
Hem… beberapa waktu lalu, aku sempat melangkahkan kaki menyusuri jalan-jalan kecil menuju LSI. Beberapa saat melangkah, aku terhenti sejenak di depan Fakultas Ekologi Manusia. mataku menoleh ke kiri. sebuah benda-benda aneh terlihat bergelantungan. apa itu? panjang-panjang, tinggi, putih, dan pada menggelantung membuatku penasaran. perlahan kakiku melangkah mendekatinya. Wah…… (Criiiing…) mataku berbinar takjub. Whaawooo…. sebuah arena Out bound.
Setidaknya, terlihat tiga arena bermain yang mungkin bisa di mainkan di tempat itu. pertama adalah, semacam tali gantung yang tiingginya 2-3 meter. arena ini dibuat memang khusus untuk anak-anak kecil yang berminat menguji nyali. walau tidak terlalu tinggi, tantangan pada arena tersebut sudah termasuk sulit. dalam satu arena “kecil” ini saja, ada lima rute yang memiliki tantangan dan tingkat kesulitan yang berbeda. Hem…
Disebelah arena pendek tersebut,ada arena yang wujudnya hampir sama dengan arena sebelumnya. Cuma, bedanya ketinggian arena ini dua kali dari arena sebelumnya yakni sekita 7 sampai 8 meter di atas permukaan tanah. (hemm… kalo di ukur dari permukaan laut sebrapa tinggi yakz?) walau merasa tidak terlalu tinggi. namun jika berdiri diatas ketinggian segitu, sudah cukup untuk membuat kaki gemetar. bagaimana tidak. kita hanya bertahan diatas dengan pertahanan dua utas tali. mengerikan!!!
melanjut ke arena berikutnya, memang rasanya out bout tidak lengkap tanpa mencoba flying fox. Nah, untuk itu ternyata di tempat itu juga sudah disediakan arena flying fox. meluncur dari ketinggian 20 meter dengan panjang luncuran sekitar 60 meter. hem… dapat menyembuhkan rasa lelah setelah mencoba dua arena sebelumnya.
Keberadaan arena Out Bound di daerah kampus, diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kita mahasiswa IPB. Mengisi kesibukan kuliah dengan hal-hal yang menantang mungkit dapat mengurangi penatkany duduk di dalam kelas kuliah.
Walau merupakan games yang menyeramkan, namun kelengakapan keselamatan sudah tersedia. Standar keselamatan yang di terapkan sudah mencapai SNI, sehingga tidak perlu khawatir untuk mencobanya. (aha gambreng)
Kontaklens Gratisan
March 13, 2010
Tinggal di asrama itu banyak suka dukanya, banyak hal-hal unik yang kecil namun bisa menjadi sesuatu yang besar jika dilakukan bersama. Kenapa begitu? karena saya merasakannya sendiri sebagai mahasiswa tingkat awal yang harus kudu wajib tinggal di asrama TPB-IPB.
Bicara mengenai keadaan asrama saat ini, khususnya asrama putra. Sekitar tiga minggu terakhir ini di Astra sedang ngetrend penggunaan kontaklens saringgan (kekuatan mata clan Uchiha pada komik ataupun film Naruto). Untuk mendapatkannya tidak perlu repot-repot keluar duit, cukup membetahkan diri di asrama dan biasakan untuk memegang mata. Kenapa demikian? karena kontaklens yang saya maksud adalah akibat dari wabah penyakit mata yang sedang gencar-gencarnya mengeksiskan diri di asrama. Tiap hari ada saja yang kena, kalau boleh dikatakan “sembuh satu, sakit tiga”. Sampai-sampai sebuah jargonpun tercipta bagi mereka yang telah kena guna menyambut teman-teman yang baru ter-infeksi, “wellcome to the club”. Gak tau juga sih ini penyakit mata jenis apaan, tapi ciri-cirinya itu, mata memerah dan sangat rajin menangis. Mungkin karena hal ini sudah berlangsung agak lama, maka petugas poliklinik mahasiswa juga sudah agak bosan menerima pasien yang keluhannya itu-itu aja, dan jadilah Astra (asrama Putra) sebagai basis Clan Uchiha.
“Recent Comments” www.bloggeripb.org Suka Error
January 12, 2010
Sedikit heran, ketika saya ingin membaca komentar dalam tulisan bloggeripb.org dari Recent Comments… saya heran ketika meng-klik link tersebut kok malah kabur ke mana-mana? kalo ga salah kaburnya ke sini deh (http://humblediary.wordpress.com/2010/01/11/2nd-day-uas-the-morning/#comment-161) itu kenapa seh? apakah memang kerusakan, atau ada beberapa admin yang sengaja bermain dengan kode-kode blogger IPB. org?
Sebernarnya saya ga tahu dari mana sumber masalah itu. Awalnya dikira hanya error dikit atau error karena jaringan yang saya gunakan tidak stabil, atau laptop saya, atau rentalnya… tapi masa errornya sampai segitunya? buat admin, tolong di cek lagi deh. karena sangan tidak nyaman bermain di bloggeripb.org dalam kondisi seperti ini.
Makasih ya…
Selamat Tahun Baru 2010
December 30, 2009
IPB Raceway
December 23, 2009
Pernah terbayang IPB punya arena balap di dalam area kampus?
Nggak perlu dibayangkan.
Tiap hari kita sedang dan akan menyaksikan ajang balap dengan gratis di lingkungan kampus. Lantas siapa yang jadi pembalapnya? dan apa yang jadi arena balapnya?
Beberapa oknum tukang ojek seringkali menjadi pembalap amatiran di lingkungan kampus. Jalanan kampus menjadi trek balap dadakan. Dengan kemampuan mengendalikan kuda besi yang berbekal SIM, dan dengan alasan kejar setoran, mereka libas jalan kampus seperti tanpa mengenal pejalan kaki yang sama-sama menggunakan jalan.
Mendengar beberapa komentar mahasiswa IPB yang semuanya terang-terangan merasa terganggu dengan kelakuan oknum tukang ojek ini. Jelas-jelas ini membahayakan pengguna jalan lainnya. Tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas menimpa pejalan kaki di lingkungan kampus IPB.
Keluhan pun banyak bermunculan. Bahkan ada salah satu teman yang terang-terangan menyampaikan keluhan ini ke orang nomor wahid di IPB, bapak Rektor Herry Suhardiyanto – melalui Facebook . Walau tidak secara langsung, jelas ini merupakan keluhan yang bukan sekedar keluhan biasa.
Masalah yang menyangkut tukang ojek sebenarnya bukan masalah baru. Beberapa kali tukang ojek bikin ulah dengan mengganggu kelancaran dan keamanan di jalanan kampus IPB.
Agar masalah tidak sampai berlarut-larut, ada baiknya pihak IPB khususnya bidang kebersihan dan keamanan mengadakan pertemuan dengan tukang ojek di lingkungan kampus IPB. Pertemuan ini tentunya bukan hanya pertemuan yang hanya sekedar silaturahmi, melainkan pertemuan yang bisa memberikan solusi.
Antara Pengemis, Tukang Ojek, & Bus IPB
December 22, 2009
Ini cerita ketika salah satu mahasiswa bangun kesiangan. Hari senin beberapa waktu lalu. sata itu kuliah masuk pukul 08.00 dan baru berangkat dari kosan pukul 07.50. ruangan kuliahnya adalah di daerah yang cukup plosok di IPB. RK Wisma Pinus. Dengan semangat mahasiswa, langkah kupercepat. sambil berjalan cepat, tangan kananku mengocek kantong menyediakan uang 2.500 dengan niat akan di’ikhlaskan’ ke tukan ojek. Langkah semakin cepat dan semakin dekat dengan berlin, markasnya tukang ojek yang mencari mangsa di pagi hari.
Akhirnya langkah tiba di berlin. Perlahan kaki diangkan membebaskan diri dari cengkraman Bara dan bateng. Wushh…. semua diam sesaat. Uang 2500 di genggaman tangan kanan berteriak. “kemana aku akan di berikan?” seolah dia bertanya. Di hadapanku langsung terlihat tiga pilihan. semua berjejer memberikan pilihan kepadaku. lapis pertama adalah rombongan tukang ojek yang mereka masih terlihat kekar menghadapi hidup. lapis kedua adalah seorang ibu yang memegang kropak di tangannya dengan wajah penuh harap diberikan sumbangan. muka yang sudah tidak begitu tegar malawan kejamnya kehidupannya. dan jauh di depan sana sebuah bus IPB sedang parkir dan siap mengantarkan mahasiswa ke tempat kuliahnya masing-masing.
Hasilnya, jiwa iseng ku muncul… iseng2 iseng aku mikir, kemana 2500 itu akan ku gunakan,,,, karena dalam kondisi saat ini ada 3 kemungkinan dan tiga konsekwensi:
1. Uang 2500 di berikan kepada tukang ojek, dengan keuntungan yang kudapatkan adalah bisa sampai di tempat kuliah tidak “terlalu” terlambat. (tapi terlambat juga). namun artinya aku akan membiarkan ibu tua itu mengambil rizkinya dari orang lain yang aku khawatir jika semua mahaiswa berfikiran sama denganku. apa yang akan dimaka ibu dan anaknya sore ini?
2. Uang tersebut aku berikan kepada ibu tersebut dengan konsekwensi aku harus jalan kaki ke tempat kuliahku yang cukup jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki. pasti aku akan terlambat tiba di ruang kuliah.
3. atau aku tidak perlu memberikan uang tersebut kepada siapapun, dengan aku naik bus IPB yang akan mengantarku sampai FPIK dan jalan kaki ke tempat kuliah dengan jarak yang juga tidak terlalu dekat.
Pokonya… hanya satu pilihan yang mungkin membuatku tidak terlalu terlambat hari itu. yaitu pilihan pertama.
Saat itu lah sebuah pikiran usil melintas. Bagaimana mungkin di Area KAMPUS sebesar IPB dengan jumlah mahasiswa lebih dari 10.000 orang, masih mungkin ada seorang ibu tua yang mencari nafkah dengan cara mengemis? tidakkah ada 1 dari ribuan “KAUM INTELEKTUAL” itu yang berusaha untuk meberdayakan orang-orang seperti ibu tua itu? pertanyaan aneh yang aku sendiri mungkin tidak dapat menjadi satu orang tersebut. Padahal, jika 10.000 mahasiswa tersebut ikhlas menymbangkan Rp. 1000 per bulan dan ada satu orang atau lembaga yang mengelolanya. orang-orang yang senasib ibu itu di IPB mungkin akan bernasib lebih baik. karena ada lebih dari Rp. 10.000.000,- uang yang terkumpul setiap bulan. angka yang tinggi untuk memberdayakan orang-orang seperti ibu tersebut. Tapi ini mungkin hanya khayalan usil saja. semoga superman yang ditunggu-tunggu itu segera hadir.
Oke… berlanjut ke cerita.. setelah menimbang dan memikirkan dengan matang. akhirnya, apa keputusan yang kuperbuat? saya rasa jawabannya cukup saya saja yang tau. yang pasti saya telah memilih satu dari ketiga pilihan tersebut, dan saya tidak terlambat masuk ke ruangan kuliah. (aha_gambreng)
Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


