Ngomongin Pesta Blogger 2010 ++
September 4, 2010
MUDIK BARENG
September 3, 2010
Mudik bareng berbagai kelompok masyarakat dari Jakarta semakin marak saja. Kalau sebelumnya diketahui ada kelompok penjual jamu gendong yang disponsori oleh perusahaan jamu terkenal (gratis), kini sudah melebar ke kelompok profesi lainnya. Sekarang ada kelompok penjual mie rebus dan mie tek-tek dan kuli bangunan. Ada juga yang berasal dari daerah yang sama. Mereka semua menggunakan bis sewaan. Bergembira ria menuju kampung halaman.
Kemudian ada kelompok pengendara motor yang menggunakan jalur utara dan selatan yang dikawal oleh polisi sampai batas kota. Dalam satu motor ada yang ditumpangi sampai empat orang (anak dan isteri). Bahaya memang. Secara pribadi, saya sangat tidak menganjurkan. Tetapi apa boleh buat. Sepertinya tidak banyak pilihan.Terpenting semua dalam suasana gembira. Yang pokok selamat sampai di kampung halaman. Tujuannya cuma satu; mudik lebaran untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat tercinta.
Terkadang saya suka ngiri melihat mereka. Ingin rasanya naik bis dan kereta berdesak-desakan. Atau naik mobil macet berkilo-kilo meter. Sepertinya nikmat, lupa akan kelelahan. Saya yang dibesarkan di Jakarta sejak usia empat tahun memang pernah mudik. Kalau tidak ke Kuningan (tempat kelahiran ema) ya ke Cilegon (tempat kelahiran abah) buat silaturahim dengan kakek-nenek,uwa dan mamang serta sanak saudara lainnya.
Rasanya berkesan sekali naik kereta atau bis berdesakan. Tetapi sudah lebih dari lima dekade tidak pernah mudik lebaran karena orangtua tinggal di Jakarta. Sementara sanak saudara di daerah sudah banyak yang bermukim di Jakarta. Tampaknya mudik sudah menjadi tradisi kuat dan ritual sosial. Subhanallah…betapa nikmat dan indahnya ikatan batin mereka. Itulah harta mulia.
Hati-hati di jalan ya Mas dan Mbak. Jangan lupa berdoa dan hindari kebut-kebutan. Semoga sekeluarga tiba selamat di tempat tujuan. Bertemu keluarga-kerabat tercinta. Amiiin.
Layakkah disebut blogger?
September 3, 2010
Iklan Rokok Paling Efektif
September 2, 2010
Ditengah maraknya perdebatan haram dan halalnya rokok, dan disaat saya sudah mulai tertarik untuk ikud dalam kampanye anti rokok, maka menarik sekali jika kita benar-benar menemukan spanduk di bawah ini. tulisan ini sederhana, iklannya jelek, disainnya asal-asalan. tapi saya yakin, ini adalah iklan rokok yang paling menarik konsumen untuk menjadi perokok berat. iklan ini jauh lebih efektif ketimbang iklan-iklan yang dikeluarkan perusahaan rokok secara besar-besaran. Sejauh saya melihat iklan yang ditayangkan di TV atau papan iklan. tidak pernah saya melihat iklan yang dengan terang-terangan mengajak konsumen untuk secara langsung membeli rokok seperti pada gambar di bawqah ini…… (kehabisan kata-kata)
kalu saja setiap jalan-jalan besar dihiasi dengan iklan seperti ini.. maka pembangunan Indonesia akan berjalan dengan lancar…

Sumber : www.politikana.com
Url: http://politikana.com/baca/2009/03/20/merokok-untuk-menyukseskan-pembangunan.html
Pro [?] vs Kontra [?]
September 2, 2010
BAGAIMANA AKU BISA DUDUK?
September 1, 2010
Kampanye pemilu kepala daerah di Indonesia masih ada yang digelar. Apalagi tujuannya kalau bukan kursi kepemimpinan yang akan diraih.Tidak dapat dipungkiri, dalam kehidupan ini banyak diwarnai oleh orang-orang yang senang dengan kedudukan atau jabatan. Bahkan tidak jarang pula yang mabuk tahta. Dan sambil merayu meminta kedudukan atau jabatan. Yang lebih repot lagi dalam keadaan apa pun dia bersikap arogan. Merasa dirinya paling pintar dan benar, padahal kenyataannya tidak selalu begitu. Tetapi lucu jadinya di mata orang yang mengerti. Atau orang itu memang senang melucu. Berikut kisah Nasrudin.
Dalam sebuah pertemuan para Sufi, Nasrudin duduk di deretan paling belakang. Setelah itu ia mulai melucu, dan segera saja orang-orang berkumpul mengelilinginya, mendengar dan tertawa. Tak seorang pun yang memperhatikan Sufi tua yang sedang mencari pelajaran. Ketika pembicara tak bisa lagi mendengar suaranya sendiri, ia pun berteriak: "Kalian semua harus diam! Tak seorang pun boleh bicara sampai ia duduk di tempat pemimpin duduk." "Aku tidak tahu bagaimana caramu melihat hal itu," kata Nasrudin, "tapi bagiku, jelas aku duduk di tempat pemimpin duduk."(20 Februari 2004 Republika Online).
Saya teringat ada satu iklan yang mengena (beberapa tahun lalu) dengan topik artikel pendek ini yakni “kalau sudah duduk lupa berdiri”. Artinya kalau seseorang sudah memiliki posisi tertentu sering lupa akan sekelilingnya. Lupa akan janji-janjinya ketika sebelum menjadi pejabat atau anggota parlemen. Dan hebatnya mereka sangat enggan untuk berbagi kursi atau jabatan dengan orang lain. Misalnya orang tua yang punya posisi tertentu sangat tidak bersemangat untuk memberi peluang kepada yang muda. Nah karena itulah organisasi sosial politik seharusnya memiliki program kaderisasi dalam menyiapkan generasi mendatang dengan enerji spirit yang lebih maju. Dan tentunya didukung dengan pola penempatan personalia yang dinamik berbasis kompetensi.
Hipnotis
August 31, 2010
Blogwalking
August 31, 2010

Beberapa saat yang lalu, saya sempat di datangi oleh salah seorang teman yang mulai menyukai bidang Blog. Sayangnya dia mengungkapkan hal yang kurang menyenangkan, terutama bagi saya.
Cukuplah kiranya bila kejadian tersebut diwakili oleh gambar [jelek sederhana] saya,
Apa yang akan anda jawab bila anda berada di posisi saya waktu itu? Dalam hal ini, saya sudah dikenal sebagai blogger diantara mereka.
Saya hanya berpikiran bagini, kehadiran sub domain student.ipb.ac.id telah memicu ledakan blogger mahasiswa IPB baru. Namun apakah blogger2 baru ini akan tetap menjadi blogger, atau hanya untuk sekedar terdengar keren punya akun blog?
Alasan utama mereka mundur sebagai blogger jelas, tidak terlihat adanya yang tertarik atau berkunjung ke blog mereka.
Lalu bagaimana dengan kita sebagai seorang yang telah mengaku sebagai seorang blogger terlebih dahulu?
Nyok bareng2 blog walking setidaknya ke blog2 teman2 kita satu IPB. Toh agregator student.ipb.ac.id dapat digunakan untuk media blogwalking yang menyajikan tulisan2 terbaru yang dapat kita komentari. Selanjutnya, kita sendiri jangan lupa memiliki agregator sendiri di BloggerIPB.org ini.
Bukankah menyenangkan saling berkunjung meski hanya sekedar menyapa hingga memulai sebuah network baru?
Terlebih ada oleh2 dari blog tersebut yang dapat kita ambil untuk postingan berikutnya?
Ingat, komentar anda membawa makna yang sangat berarti bagi si empunya blog, juga bagi anda sendiri [kehadiran kunjungan balik dari mereka]
Sketchy Ice Creams
August 31, 2010
APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?
August 29, 2010
Perusahaan, dalam hal ini manajemen puncak, tidak saja hanya berharap dari semua karyawan untuk berkinerja tinggi. Tetapi juga berharap dari manajer. Mengapa demikian? Karena kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dan ketrampilan manjerial dari manajer. Pihak manajerlah yang paling tahu kondisi para karyawan atau subordinasinya di lapangan. Karena pengetahuannya sedemikian rupa maka pihak manajer selalu diminta manajemen puncak agar memberi umpan balik apa saja yang terjadi di setiap unitnya. Dengan demikian manajemen puncak memiliki dasar ketika perusahaan akan merencanakan dan mengembangkan usahanya.
Manajer dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kinerja karyawan di unit kerjanya. Manajerlah yang memiliki posisi terdepan tentang keberhasilan karyawannya. Dia merupakan representasi manajemen puncak dalam hal strategi dan kebijakan perusahaan yang perlu disampaikan ke dan dilaksanakan semua karyawannya. Untuk itu pihak manajer seharusnya melakukan beberapa hal yakni (1) merefleksikan dan mendukung strategi dan kebijakan tujuan dan sasaran perusahaan; (2) merefleksikan dan mendukung kebijakan umum dan kebijakan operasional serta metode untuk mencapai tujuan perusahaan; (3) menyampaikan dan menguraikan semua kebutuhan perusahaan dalam bentuk rincian kegiatan agar dilaksanakan oleh karyawan; (4) melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang bagaimana persepsi dan sikap karyawan terhadap setiap tujuan dan kebijakan perusahaan; dan (5) melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang apa kekuatan dan kelemahan sumberdaya dan proses pekerjaan di tingkat unit.
Dalam prakteknya ketika manajer menjalankan misi perusahaan di atas tidaklah selalu lancar. Tantangan terbesar justru dari pihak manajer itu sendiri yakni dalam hal ketaatasasan. Manajer kerap belum sepenuhnya memahami apa isi tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Keragu-raguan tidak jarang ditemui manajer yang antara lain disebabkan faktor-faktor kekurang-percayaan pada potensi diri sendiri, .kurangnya panduan teknis dari perusahaan sedang otonomi yang diberikan kepada manajer belum sepenuhnya diberikan manajemen puncak. Kurangnya pengalaman manajer dalam menterjemahkan setiap kebijakan ke dalam rincian program juga akan menambah ketidak-taatasasan posisi manajer sebagai representasi manajemen pucak. Dalam keadaan seperti itu manajer kerap mengalami kesulitan mengkoordinasi karyawannya dengan efektif.
Mengatasi masalah ketidak-taatasasan manajer itu maka seharusnya pihak manajemen puncak mengkondisikan lingkungan kerja yang dinamis. Artinya setiap manajer merasa nyaman sekali untuk memberi pandangan, kepedulian, dan menyampaikan gagasan kepada manajemen puncak. Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti dialog atau komunikasi bisnis internal perusahaan. Dari proses itu manajer akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru untuk bekerja secara konsisten atau taatasas. Sementara itu di tingkat unit pihak manajer harus berperan dalam memfasilitasi kebutuhan karyawan dalam proses pekerjaan dengan taatasas. Namun hal itu tidak mungkin berhasil kalau manajer tidak memiliki ketrampilan berkomunikasi dengan para karyawannya. Lambat laun yang diharapkan manajemen puncak dari manajer akan terpenuhi yakni manajer yang kompeten dan konsisten dalam menterjemahkan setiap kebijakan dan strategi perusahaan menjadi program terinci di tiap unit. Keberhasilan itu akan mempengaruhi pencapaian kinerja perusahaan sesuai harapan manajemen puncak.



