Sehari setelah peringatan Hari Kartini, 22 April 2011 menjadi giliran untuk Hari Bumi. Setelah seharian kita diingatkan akan perjuangan wanita Indonesia, pada hari ini, 22 April 2011, kita kembali didengung-dengungkan seruan untuk mencintai lingkungan, mencintai bumi.
Hari Bumi telah menjadi tradisi di seluruh dunia. Hari dimana banyak orang mengkampanyekan cinta lingkungan. Hari dimana banyak orang menyerukan aksi peduli bumi.
Lalu, seberapa peduli-kah kita pada bumi ini?
Dua hal yang perlu disorot adalah:
1. Seberapa pahamkah kita pada lingkungan?
2. Seberapa boroskah kita?
Untuk poin pertama, mungkin tulisan ini berhubungan dengan tulisan sebelumnya, Tentang Sampah, yang ditulis oleh a3u5z1i.
Baru saja saya melewati koridor Fema, koridor yang memang paling laris setiap minggunya. Paling laris untuk bazzar kampus. Dan kemarin, koridor ini baru saja digunakan untuk bazzar yang memang rutin diadakan di koridor ini. Efek samping dari kegiatan yang biasanya dikoordinir oleh mahasiswa ini adalah sampah yang bergentayangan dimana-mana. Saya sempat mendokumentasikan kejadian yang tidak langka ini dalam bentuk foto. Berikut adalah bukti-bukti nyata betapa tidakkurang pedulinya kita.
Poin kedua adalah, seberapa boroskah kita? Kembali saya teringat pada salah satu mata kuliah, Energi dan Listrik Pertanian. Pada pertemuan pertama, mahasiswa diberi tugas untuk mengaudit energi yang digunakan selama 3 hari. Mulai dari tidur, bangun tidur, hingga tidur lagi. Ternyata, kita terlalu boros. Kita boros energi.
So what? Seperti yang kita tahu, energi yang kita gunakan secara konvensional adalah kebanyakan dari energi fosil yang termasuk energi tak terbarukan. Sementara kita juga tahu, persediaan energi fosil di bumi ini jumlahnya sangat terbatas. Sebagai akibat terbatasnya persediaan energi fosil, dan tingginya kebutuhan untuk itu, eksplorasi energi fosil dilakukan secara asal-asalan, tanpa memikirkan nasib lingkungan di masa depan. Di samping itu, tingginya penggunaan energi fosil juga turut berprtisipasi dalam perusakan lapisan ozon yang tentu saja berbahaya bagi kelangsungan kehidupan di bumi ini.
So, marilah mulai dari kemarin, sekarang, dan yang akan datang, kita cintai bumi ini. Mencintai artinya memahami, mengasihi, dan mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh sesuatu yang kita cintai itu.







Hmmm…. Tentunya tidak ada salahnya donk saya memberikan penilaian terhadap kualitas fasilitas umum di IPB, dalam hal ini toilet.
