Web/blog tidak/belum bisa diakses dari luar

June 23, 2010

IPB mengeluarkan terobosan baru untuk mengingkatkan peringkatnya di webometrics. Melalui Direktorak Komunikasi dan Sistem Informasi, IPB mengadakan lomba web antar lembaga kemahasiswaan se-IPB. Lomba yang diikuti seluruh LK di IPB ini digeber mulai pertengahan pertengahan Juni dan berakhir pada akhir Juli.

Panitia akan menilai tiap web masing-masing LK, katanya dengan sistem yang mirip dengan webometrics. Tiap LK diberi fasilitas berupa web engine wordpress dengan storage 300 mb dan sebuah domain pada [namalk].lk.ipb.ac.id.

Pihak DKSI selaku penyelenggara terlebih dahulu mengadakan pelatihan pembuatan web dengan wordpress pada 19 – 21 Juni. Walaupun dengan keterbatasan untuk mengeksplorasi desain web karena tidak adanya fitur template editor pada engine ini, tampaknya sudah cukup untuk membuat web sederhana untuk tingkat LK. Lagipula, sisi penilaian bukanlah dari segi keindahan atau estetika.

Nah, beralih ke masalah sebenarnya. Setelah mendengar beberapa keluhan teman-teman dari LK lain (saya juga terdaftar dalam lomba ini sebagai peserta), dan sempat mengalami hal yang sama sendiri. Ternyata web ini tidak bisa diakses dari luar lingkungan IPB.  Tidak hanya satu web LK, tapi lebih dari satu. Saya coba akses lewat perangkat mobile, juga menemui jalan buntu.

Sebenarnya keluhan yang sama pernah saya dengar sebelum lomba ini diadakan. Ada satu LK yang telah mendaftarkan webnya di domain [namalk].ipb.ac.id. Domain sudah aktif dan bisa diakses. Namun, hanya memungkinkan untuk akses di lingkungan IPB.

So, apakah tujuan dari pembuatan web tiap LK ini hanya untuk dilihat dan dibaca orang-orang lokal IPB?

p.s : meniru kata-kata dari blog temen, CMIIW (Correct Me IF Im Wrong)

Mengamati fasilitas toilet di IPB

January 1, 2010

Hmmm…. Tentunya tidak ada salahnya donk saya memberikan penilaian terhadap kualitas fasilitas umum di IPB, dalam hal ini toilet.

Sebagai mahasiswa IPB, tentunya anda juga pernah menggunakan fasilitas toilet di lingkungan kampus. Bagaimana pendapat anda?

Saya akan mencoba memberikan penilaian. Saya mengambil sampel toliet dari beberapa fakultas di IPB yang tentunya pernah saya kunjungi. Biasanya tiap fakultas memiliki petugas masing-masing untuk mengurus toilet. Saya beri penilaian dengan range 1 – 10. Kriteria penilaian berdasarkan kebersihan, ketersediaan air, dan kemudahan akses.

FAPERTA

kebersihan : 5

ketersediaan air : 5

kemudahan akses : 7

FKH

kebersihan : 8

ketersediaan air : n/a

kemudahan akses : 6

FPIK

kebersihan : 7

ketersediaan air : n/a

kemudahan akses : 7

FATETA

kebersihan : 7

ketersediaan air: 6

kemudahan akses : 6

FMIPA

kebersihan : 6

ketersediaan air : 6

kemudahan akses : 5

FEMA

kebersihan : 8

ketersediaan air : 7

kemudahan akses : 6

Perpustakaan (LSI)

kebersihan : 7

ketersediaan air : 7

kemudahan akses : 7

Ya, demikian penilaian saya pribadi. Dari penjabaran diatas terlihat Fema mendapat nilai tertinggi dari saya. Saya rasa anda juga sependapat. Toilet Fakultas ekologi manusia menurut saya paling bersih dan mungkin yang terbaik di IPB. Toilet Fema merupakan satu-satunya toilet di IPB yang menerapkan sistem berbayar . Berbayar disini tentunya untuk kualitas toilet itu sendiri. Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan, yaitu sulitnya akses. Pada saat kampus sepi dan petugas toilet pulang, maka toilet akan dikunci, akibatnya tentu toilet tidak bisa digunakan.

Mohon maaf, penilaian ini hanya saya lakukan berdasarkan pengalaman saya. Seringkali saya (maaf) kebelet pipis tapi susah nyari toilet, kalaupun ada, harus kecewa karena air dari kran tidak mengalir. Tujuannya cuma satu, agar fasilitas toilet di kampus IPB menjadi lebih baik, demi kenyamanan kita semua sebagai warga IPB.

Sekedar info, simbol n/a artinya saya belum tahu persis keadaanya.

IPB Raceway

December 23, 2009

Pernah terbayang IPB punya arena balap di dalam area kampus?

Nggak perlu dibayangkan.

Tiap hari kita sedang dan akan menyaksikan ajang balap dengan gratis di lingkungan kampus. Lantas siapa yang jadi pembalapnya? dan apa yang jadi arena balapnya?

Beberapa oknum tukang ojek seringkali menjadi pembalap amatiran di lingkungan kampus. Jalanan kampus menjadi trek balap dadakan. Dengan kemampuan mengendalikan kuda besi yang berbekal SIM, dan dengan alasan kejar setoran, mereka libas jalan kampus seperti tanpa mengenal pejalan kaki yang sama-sama menggunakan jalan.

Mendengar beberapa komentar mahasiswa IPB yang semuanya terang-terangan merasa terganggu dengan kelakuan oknum tukang ojek ini. Jelas-jelas ini membahayakan pengguna jalan lainnya. Tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas menimpa pejalan kaki di lingkungan kampus IPB.

Keluhan pun banyak bermunculan. Bahkan ada salah satu teman yang terang-terangan menyampaikan keluhan ini ke orang nomor wahid di IPB, bapak Rektor Herry Suhardiyanto – melalui Facebook . Walau tidak secara langsung, jelas ini merupakan keluhan yang bukan sekedar keluhan biasa.

Masalah yang menyangkut tukang ojek sebenarnya bukan masalah baru. Beberapa kali tukang ojek bikin ulah dengan mengganggu kelancaran dan keamanan di jalanan kampus IPB.

Agar masalah tidak sampai berlarut-larut, ada baiknya pihak IPB khususnya bidang kebersihan dan keamanan mengadakan pertemuan dengan tukang ojek di lingkungan kampus IPB. Pertemuan ini tentunya bukan hanya pertemuan yang hanya sekedar silaturahmi, melainkan pertemuan yang bisa memberikan solusi.

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!