Mendengar istilah Spam maka benda yang kemudian tergambar di benak kita dalah dunia elektronik atau dunia maya, dalam Wikipedia spam didefinisikan sebagai;
Spam atau bisa juga berbentuk junk mail adalah penyalahgunaan sistem pesan elektronik (termasuk media penyiaran dan sistem pengiriman digital) untuk mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal. Umumnya, spam menampilkan berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Pada akhirnya, spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web
definisi tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa spam memang ada di dunia maya. Namun melihat perkembangan zaman ke arah era informasi, dapatkah Spam menyerang dunia nyata?
Beberapa waktu yang lalu, saat sedang berjalan-jalan mengelilingi kampus, mata sedikit terganggu melihat jajaran majalah dinding yang kebetulan kala itu sedang tidak terawat. Barisan mading tersebut sebagian besar terisi dengan berita-berita yang sudah basi yang semunya sudah melawati masa deadline. semakin jauh melewati lokasi terbebut, di trowongan sebuah tangga (fateta-fema) mataku kembali tertarik melihat desain mading yang menyimpan informasi baru.
Menatap mading tersebut, entah mengapa istilah “spam” menjadi satu kata yang langsung tergambar di benakku. Luasan mading di tangga tersebut penuh diisi oleh informasi baru yang deadline nya masih lama. Hal ini tentu saja berbeda dengan barisan mading sebelumnya. Namun, sangat disayangkan, dari sekian informasi yang tertempel, setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata hanya diisi oleh satu kegiatan saja. mading tersebut diisi oleh poster kegiatan yang diduplikasi sedemikian banyak.
Setahun lalu, aku adalah salah satu dari anggota yang mengurus keberadaan mading tersebut. kala itu jumlah informasi serupa yang secara legal bisa tertempel di sana adalah 2 lembar. itupun setelah melewati dekanat FEMA atau Kominfo BEM FEMA yang dibuktikan dengan pemberian stempel di setiap informasi yang di tempel. Berlalunya waktu, mungkinkah saat ini mekanisme itu telah menghilang? Yang pasti, tidak terlihat satupun stempel resmi di bagian informasi tersebut.
Ketika di dunia nyata kita melihat sebuah mekanisme yang hampir sama dengan cara kerja spam di dunia maya, pantas kah kita menyebut bahwa saat ini spam sudah merambah dan menyerang dunia nyata? Ketika informasi (iklan red) disampaikan secara bertubi-tubi, memiliki duplikasi yang melimpah, serta tidak melewati mekanisme yang legal, maka inilah era baru penyebaran Spam di dunia nyata.

Tampanya menjadi Spammer di dunia nyata bukanlah gelar yang membanggakan. mungkin aku, kamu, kita, dan mereka pernah melakukan spamming di dunia nyata, namun, untuk saat ini sudah saatnya kita mengganti gelar tersebut. Semua sudah ada mekanismenya, dan mekanisme itu sama sekali tidak mempersulit. Mekanisme itu dibuat justru untuk memberikan ketertipan dan keteraturan. mari kembali ke mekanisme yang sudah ada.





