Tentang Sampah

Posted on 18 April 2011 by a3u5z1i

Kumpulan sampah di kali Ciliwung

Bebaskanlah kampus kita dari sampah dan asap rokok.

Pada hari registrasi ulang, setidaknya pada tahun 2007, ada saat dimana mahasiswa baru disuruh menyanyikan kalimat tersebut. Sayangnya, nyanyian tinggal nyanyian tanpa adanya tindakan yang nyata. Kampus ini masih terbelenggu oleh dua hal tersebut, terutama masalah sampah.

Sampah ada di mana-mana. Jalanan, koridor-koridor, kantin, bahkan ruang kuliah sekalipun tidak terbebas dari sampah. Kok bisa? Siapa yang melakukannya? Memangnya siapa lagi selain orang-orang yang menggunakan fasilitas tersebut. Ruang kelas yang awalnya bersih dengan kursi tertata rapi, setelah digunakan pasti ada sampah yang berserakan dan susunan kursinya menjadi berantakan. Koridor-koridor yang digunakan untuk berkumpul, pada sore hari penuh dengan sampah bekas makanan. Student Center, setelah digunakan untuk kegiatan belajar bersama, pasti dipenuhi dengan plastik bekas konsumsi kegiatan tersebut.

Hal ini mungkin terjadi karena budaya saling mengingatkan dan budaya malu telah hilang. Saat kita masih duduk di bangku sekolah menengah, setiap kelas memiliki tim piket sendiri. Ketika ada satu orang tim piket yang ‘kabur’ dari kewajibannya, anggota tim yang lain akan mengingatkannya. Jika pada satu hari ternyata kelas tersebut kedapatan berada dalam kondisi kotor, pastilah tim piket yang bertugas hari itu akan merasa malu karena gagal melaksanakan tugasnya. Sekarang, orang dewasa sekalipun dengan santainya membuang sampah ke jalanan, walaupun anaknya duduk di sebelahnya.

Anda ingin menjadi mahasiswa berbeda? Sekedar informasi, mahasiswa yang mau berepot-repot menyapu ruangan kuliah, sebelum atau setelah kegiatan perkuliahan, termasuk mahasiswa yang langka :mrgreen: .

“Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?”

— Emha Ainun Nadjib

Comments (5)

Tags:

Test

Posted on 17 February 2010 by a3u5z1i


Augmented Reality Toys.v2 (Work in progress) from Frantz Lasorne on Vimeo.

Comments Off

Tags:

Tips menghadapi banjir..

Posted on 13 February 2010 by a3u5z1i

Belajar dari pengalaman banjir kali ini, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dalam menghadapi banjir.

Sebelum Banjir

>>Jangan menaruhsurat-surat berharga anda (ijazah, akte, dll) di posisi yang dekat dengan lantai. Taruhlah di laci lemari paling atas.

>>Pastikan ada persediaan air darurat, lilin, senter, dan sepatu bot. Musibah banjir biasanya selalu diikuti dengan putusnya aliran listrik dan air bersih.

>>Pilih tempat tinggal yang jaraknya cukup jauh dari sungai.

Saat Banjir

>>Jangan panik.

>>Matikan sumber listrik *jika listrik masih mengalir*

>>Sebisa mungkin menjauhlah dari sumber banjir.

>>Jaga dan pastikan keselamatan anggota keluarga anda, baru amankan barang-barang berharga anda.

>>Kabari saudara anda tentang keadaan anda.

Sesudah Banjir

>>Setelah air surut, bersihkan sampah-sampah yang tergenang.

>>Jangan memakai alas kaki yang licin dan terbuka *seperti sendal jepit*. Selain keadaa tanah  yang licin, biasanya sehabis banjir banyak hewan seperti ular yang berkeliaran.

>>Jika anda memiliki kamera, abadikanlah momen-momen yang anda rasakan *halah*


Comments Off

Tags:

Pasca Banjir di Kedung Badak Baru Bogor

Posted on 13 February 2010 by a3u5z1i


Comments Off

Tags:

Pupolar Illustrated Classic

Posted on 18 January 2010 by a3u5z1i

Popular Illustrated Classic

This series is now discounted in Gramedia Botani Square. Each only cost Rp.17.900,- (about 2 dollars).  Another stories in this series is The Hunchback of Notre Dame, Huckleberry Finn, and Twenty Thousand Leagues Under the Sea.


Comments Off

Tags:

Negeri van Oranje

Posted on 16 January 2010 by a3u5z1i

Negeri van Oranje

Negeri van Oranje is one of the best Indonesian novel in my opinion. The story tell us about five Indonesian student in Holland.  *Sekali-kali post dengan bahasa Inggris :P *


Comments Off

Tags:

Langit Bogor setelah hujan

Posted on 15 January 2010 by a3u5z1i

.

Seperti kata pepatah : “Langit terindah adalah langit yang terlihat setelah badai terdahsyat reda


Comments Off

Tags:

Si biru yang ngegemesin…

Posted on 01 January 2010 by a3u5z1i

Ga perlu kata-kata lagi di tulisan ini, gambar ini sudah cukup mewakili


Comments Off

Tags:

Di tengah liburan [4 dari 5] : Nescafe rasa jahe

Posted on 01 January 2010 by a3u5z1i

Di saat image seorang programmer di kepala ini adalah tahan banting koding tiga hari tiga malam, realita yang terjadi adalah, saya tidak kuat begadang. Kalaupun bisa bertahan tidak tidur sampai pukul tiga pagi, pasti keesokan harinya saya baru bangun pukul satu siang untuk menebus jatah tidur yang hilang di waktu malam. Kemungkinan lainnya adalah sakit, dan itulah yang dialami di hari senin.

Siang yang panas harus diisi dengan suara bersin-bersin super keras. Hidung pun memerah mata pun berair, unduhan pun gagal semua *abaikan saja premis terakhir itu*. Solusi paling mujarab menurut ane untuk mengatasi hal tersebut adalah serba panas. Air panas pun didihkan untuk memasak mie rebus + lada yang banyak *pedas banget. Dijamin sehabis makan, masuk angin jauh berkurang, terbawa oleh seember keringat*, jahe panas di gelas gratisan dari Nescafe *gelas Nescafenya ga ngaruh juga sih*, dan mandi air panas. Setelah tiga kegiatan itu selesai dilakukan, yang diperlukan adalah minyak cap tawon dan istirahat cukup, sementara unduhan berjalan.

Singkat kata, kegiatan pengerjaan tugas dan belajar pun gagal total di dua hari ini. Ujung-ujungnya terdampar di depan laptop, menulis tulisan ini sambil mendengarkan playlist yang telah disebutkan di bagian 2. Tapi hikmahnya, isi harddisk external berhasil diatur…

Untungnya, cuaca Bogor di hari Rabu tidak sepanas hari-hari sebelumnya. Karena akhirnya, hujan, turun dengan derasnya hingga menyebabkan jalan di depan rumah digenangi oleh air.

Sudah lama di bogor tidak hujan sederas ini

Bogor Kota Hujan, jadi bukan Bogor namanya kalau tidak hujan hehehe..


Comments Off

Tags:

Di tengah liburan [3 dari 5] : Bonenokia..

Posted on 01 January 2010 by a3u5z1i

Minggu, 27 Desember 2009

Setelah memikirkan masak-masak, akhirnya ane tergerak juga untuk dating ke acara Bonenkai, festival budaya Jepang yang diadakan hari Sabtu dan Minggu (26-27 Des 2009) di Hotel Salak. Niat utamanya bukan untuk melihat-lihat souvenir dan sebagainya, tapi lebih untuk berharap makanan sampel gratisan *yang ternyata, sayangnya, ga ada*.

Sebelum Bonenkai, lagi-lagi kaki memaksa untuk mampir ke Botani Square untuk mencari counter Nokia. Maklum kondisi HP Nokia 6070 second di tangan sudah mengenaskan. LCD mati, casing penuh goresan, dan pulsa habis *ngapain isi pulsa kalau ga bisa liat layar*. Sialnya, begitu sampai ke Botani Square, entah kenapa niat membetulkan HP terlupakan. Tiba-tiba saya sudah ada di dalam Gramedia, membaca-baca halaman belakang Negeri 5 Menara. *ga konsisten*

Negeri 5 Menara

Dua puluh menit  kemudian, ane keluar dari Botani Square dengan membaca Negeri 5 Menara dan Croissant Lapis Coklat di tas. Dan tentu saja, HP saya masih rusak. Kondisi yang menimbulkan status facebook : “Konter nokia di Botani Square ada di mana sih? Tadi siang nyari-nyari ga ketemu”. Sekarang saatnya ke Bonenkai.

Begitu sampai di Hotel Salak, saya menanyakan pintu masuk ke satpam yang bertugas. Satpamnya menjawab, “Silahkan masuk lewat pintu depan, Pak”. Jiah, kasir Gramedia nyebut Pak. Kasir Breadtalk juga nyebut Pak. Sekarang satpam hotel pun ikut-ikutan. Apa susahnya sih manggil mas. Sama-sama tiga karakter kok. “-_-

Setelah membayar tiket Rp.5000,-, saya langsung berkeliling mencari teman saya sudah datang dari awal acara (pukul sembilan pagi) dan berniat pulang di akhir acara (pukul Sembilan malam). Maklum baru pertama kali ke Bonenkai, setengah jam pertama dihabiskan untuk meneliti medan pertempuran. Sasaran utama pun langsung jatuh ke kolam renang. Alasannya sederhana, karena di sanalah tempat makanan berada!! *Roti di tas pun terlupakan, kalah dengan penampilan onigiri, takoyaki, dan teriyaki *

Setelah mengunjungi ruang pameran (tempat foto-foto modal kamera teman), nyasar ke tempat yang paling dihindari : tempat band (ga kuat sama suaranya), dan nyaris nyebur ke kolam renang, akhirnya saya berhasil menemukan ruang tempat diadakannya talk show tentang origami. Di ruang ini, saya bertemu sama anak se-TPB yang rasanya mustahil bisa muncul di Bonenkai. Kalau ketemu di Gramedia sih ga masalah, tapi ini di Bonenkai?

Hasil jepret dengan kamera pinjaman

Setelah talk show selesai, saatnya makan!!!! Tanda seru yang ada empat berkurang satu ketika sebuah fakta muncul : “makanan ga gratis, harus dibeli pake kupon”. Tanda seru berkurang lagi saat fakta bahwa satu kupon berharga Rp.5.000,- muncul. Tanda seru pun berkurang satu lagi saat tahu ada makanan yang berharga lebih dari satu kupon… *kanton tipis karena Gramedia dan Breadtalk*

Setengah jam kemudian, saya keluar dari Hotel Salak dengan perut yang terisi udon, pisang coklat, dan dorayaki coklat yang maknyus banget (selamat tinggal empat kupon makan T_T). Satu jam kemudian, saya sudah berada di rumah dengan keadaan berikut :

1      Mengetahui fakta bahwa sebagian angkot di Kota Bogor menggunakan bahan bakar gas.

2      Mengetahui fakta bahwa tarif angkot dalam kota adalah Rp.2000,-.

3      Sherlock Holmes sudah keluar di XXI Botani Square, hanya saja diputar pada saat midnight.

4      Handphone yang terpaksa dinonaktifkan *aktif juga ga ada gunanya*.

5      Perut kenyang dan kantung tipis.

6      Nyadar kalau ada Croissant di tas.

7      Sakit, disebabkan kegiatan begadang yang dilakukan hampir setiap malam. Capek rasanya bersin-bersin terus selama dua hari kedepan.


Comments Off

Advertise Here

RELATED SITES

Random Quotes