Archive | August, 2010

Tags:

Mengapa harus mini?

Posted on 31 August 2010 by winalesmana

Waktu menunjukkan pukul 06.45 WIB, saatnya untuk mengantarkan itu si ade ke sekolahnya. 15 minute to go! So get set, ready, GO!!
Seperti biasa saya pun agak sedikit ngebut dengan manuver manuver nyalip ala tukang ojek sejati (asoyy..). Namun di kala asyik asyiknya nyalip nyalipin orang lain sayapun mendadak tertegun tuk kemudian agak oleng, alhamdulillahnya saya langsung bisa menyadarkan diri saya lalu segera menguasai jalanan lagi (ini apa sih? Haha).

Pasti anda semua penasaran, mengapa saya tiba tiba tertegun dan sempat oleng?
Begini ceritanya..
Saya mau nyalip bapak bapak yang lagi ngebonceng mba mba (entahlah itu anaknya atau keponakannya atau tetangganya, huallahu’alam)..
Kok bisa saya sampai tertegun dan sempat oleng?
Itu karena si mba mba yang dibonceng si bapak bapak duduknya miring (duduk ala cewe).
So? Ah banyak kali yang duduk miring gitu, lebay ah sampai harus tertegun dan sempat oleng!
Wewewewew wait wait, tunggu dulu! Bukan hanya di situ problematika yang sampai membuat saya tertegun dan sempat oleng.. Masalahnya si mba-nya pake rok mini…. T.T
Terus dia kelihatan ga nyaman dengan rok itu, jadilah cara duduk dia nampak tidak enak dipandang. Fuhh
Saya jadi bertanya tanya apa pekerjaan si mba tadi, karena saya yakin beliau pasti sedang dalam perjalanan menuju tempat pencarian nafkah. Setelah berpikir tidak begitu lama, saya pun berkesimpulan bahwa beliau pasti SPG, karena beliau pake seragam SPG :p

Lalu saya pun bingung, mengapa SPG harus pake ROK MINI waktu kerja? MENGAPA? Oh MENGAPA??
Kan kasian mereka.. Apalagi yang ga ngerasa nyaman dengan rok mini. Terus terang, saya sih sebodo amat dengan penampilan orang lain (karena saya juga ‘agak’ sebodo amat dengan penampilan diri sendiri) sejauh orang tersebut nyaman dan bertanggung jawab dengan penampilannya, hehehe selama penampilan tersebut tidak melanggar hak asasi manusia! Eh eh eh serius ini saya..

Jadi tolong kepada yang mpunya toko, supermarket, hypermarket atau apalah yang mengharuskan pegawai wanitanya memakai rok mini, kasian kan mereka… Sebagai perempuan tulen saya sedih T.T

*suruh pake legging kek, biar mereka ga terlalu risih dan dapat bekerja dengan lincahnya.. Syubidabidabida cuaph.. :p


Comments Off

Tags: , , , , , ,

Blogwalking

Posted on 31 August 2010 by Miftahgeek

Beberapa saat yang lalu, saya sempat di datangi oleh salah seorang teman yang mulai menyukai bidang Blog. Sayangnya dia mengungkapkan hal yang kurang menyenangkan, terutama bagi saya.

Cukuplah kiranya bila kejadian tersebut diwakili oleh gambar [jelek sederhana] saya,

TitikStrip pada postingan Undang Visitor Blog

Apa yang akan anda jawab bila anda berada di posisi saya waktu itu? Dalam hal ini, saya sudah dikenal sebagai blogger diantara mereka.

Saya hanya berpikiran bagini, kehadiran sub domain student.ipb.ac.id telah memicu ledakan blogger mahasiswa IPB baru. Namun apakah blogger2 baru ini akan tetap menjadi blogger, atau hanya untuk sekedar terdengar keren punya akun blog?

Alasan utama mereka mundur sebagai blogger jelas, tidak terlihat adanya yang tertarik atau berkunjung ke blog mereka.

Lalu bagaimana dengan kita sebagai seorang yang telah mengaku sebagai seorang blogger terlebih dahulu?

Nyok bareng2 blog walking setidaknya ke blog2 teman2 kita satu IPB. Toh agregator student.ipb.ac.id dapat digunakan untuk media blogwalking yang menyajikan tulisan2 terbaru yang dapat kita komentari. Selanjutnya, kita sendiri jangan lupa memiliki agregator sendiri di BloggerIPB.org ini.

Bukankah menyenangkan saling berkunjung meski hanya sekedar menyapa hingga memulai sebuah network baru? :) Terlebih ada oleh2 dari blog tersebut yang dapat kita ambil untuk postingan berikutnya? :)

Ingat, komentar anda membawa makna yang sangat berarti bagi si empunya blog, juga bagi anda sendiri [kehadiran kunjungan balik dari mereka] :)

Comments (5)

Tags:

Meninjau Kebijakan Fortifikasi Vitamin A pada Minyak Goreng 2011

Posted on 30 August 2010 by sarahtsaqqofa



Artikel ini dapat juga dibaca di Majalah EMULSI (majalah pangan dan gizi IPB) edisi XIII/2010


Vitamin A berguna untuk pertumbuhan, penglihatan, reproduksi dan pemeliharaan sel epitel. Saat ini, masih ada 0,8 milyar orang di dunia defisiensi vitamin A. 4000 balita di dunia meninggal karena kekurangan vitamin A. Di Indonesia, 1 dari 2 anak balita kemungkinan besar mengalami Kurang Vitamin A (KVA). Lebih dari 100 juta orang Indonesia mengalami defisiensi zat gizi dan 10 juta balita mengalami KVA. KVA adalah ancaman daya saing bangsa (Martianto, 2010). Selain itu, berdasarkan data organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 25 – 30 % kematian bayi dan balita disebabkan kekurangan vitamin A. Sedangkan di Indonesia sekitar 14,6% anak di atas usia 1 tahun mengalami kekurangan vitamin A dan berdampak pada penglihatan.

Belum lama ini, Pemerintah akan mewajibkan produsen minyak goreng kelapa sawit untuk menambahkan vitamin A ke dalam produknya yang diedarkan di Indonesia mulai Januari 2011. Kebijakan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Fortifikasi pangan adalah penambahan satu atau lebih zat gizi (nutrien) ke dalam pangan untuk mengatasi defisiensi zat gizi mikro, salah satunya vitamin A. Proses fortifikasi secara konvensional dapat dilakukan dengan menambahkan zat gizi mikro ke dalam formulasi makanan. Kebijakan ini diasumsikan akan mengatasi masalah KVA karena 70% masyarakat Indonesia mengonsumsi minyak goreng.

Fortifikasi vitamin A ke dalam minyak goreng merupakan salah satu cara untuk menyediakan vitamin A bagi anak-anak dan balita, termasuk masyarakat karena dinilai tidak berbahaya, tidak akan menyebabkan keracunan, tidak akan mengganggu pola makan masyarakat serta tidak akan banyak memengaruhi harga. Namun, alangkah baiknya apabila kita tinjau kembali kebijakan ini. Apakah cara ini benar-benar efektif dalam mengatasi masalah KVA di Indonesia?

Menurut Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (2004), kebutuhan vitamin A (µg Retinol) anak/hari 375-500 µg, untuk orang dewasa membutuhkan 600 µg, sedangkan ibu hamil dan menyusui 300-350 µg. Bahan baku minyak goreng adalah CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit merah. Jumlah beta karoten (pro-vitamin A) di CPO mencapai 500-1000 ppm karotenoid atau 1 ml CPO mengandung karotenoid vitamin A sebesar 600 µg retinol. Ini artinya 1 ml CPO dapat memenuhi kebutuhan vitamin A satu orang dewasa selama satu hari. Bayangkan jika 1 L CPO yang sama dengan 1000 ml artinya dapat memenuhi kebutuhan vitamin A 1000 orang per hari. Namun pada kenyataannya beta karoten dalam 1 L CPO dihilangkan ketika proses pemurnian (purifying), pemucatan (bleaching), dan penghilangan dari busukan (deodorizing). Warnanya kuning keemasan seperti yang kita kenal selama ini sehingga hampir semua karotenoidnya hilang.

Dengan adanya kebijakan fortifikasi vitamin A, produsen harus menambahkan vitamin A sintetik ke dalam minyak goreng setelah penghilangan provitamin A dalam dalam CPO. Bukankah hal ini justru termasuk dalam pemborosan? Kebijakan ini juga sangat disayangkan oleh Prof. Dr. Ir. Fransiska Zakaria Rungkat, MS., staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB yang peduli terhadap masalah kekurangan vitamin A masyarakat Indonesia.

Lalu, berapa produksi CPO yang dihasilkan Indonesia? Sungguh luar biasa, Indonesia merupakan produsen terbesar penyumbang CPO dunia, yaitu diprediksi mencapai 47,2 persen atau 22,2 juta ton per tahun (TempoInteraktif.com). Namun sangat disayangkan sekitar 60% dari produk CPO Indonesia diekspor ke luar negeri, sementara sisanya diserap untuk konsumsi di dalam negeri. Untuk penggunaan lokal, industri minyak goreng merupakan penyerap CPO dominan, mencapai 29,6% dari total produksi, sedang sisanya dikonsumsi oleh industri oleokimia, sabun dan margarine atau shortening.


Pertanyaannya, benarkah kebijakan ini merupakan langkah yang tepat?Jika ditinjau dari harga dasarnya, minyak sawit produk lokal alami dengan kandungan 550 mg/L memiliki harga dasar Rp 7,-/anak atau Rp7,-/anak kurang gizi/hari sedangkan minyak goreng fortifikasi vitamin A sintetik impor seharga Rp 25-Rp 50/kg atau Rp 100/kg (Menko). Minyak sawit yang kaya beta karoten dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul, minyak tumis/tetes, minyak salad ataupun emulsi (Zakaria, 2010). Hal ini jelas berbeda dengan minyak goreng yang terkesan ‘memaksa’ konsumen memakan gorengan yang tentunya akan berdampak buruk pada tubuh jika dimakan berlebihan. Selain itu, masyarakat miskin tentu tidak semua mampu membeli minyak goreng, bukan?

Dengan ini, jelas sekali kebijakan pemerintah ini akan sangat tidak tepat. Seperti yang dilansir oleh SinarHarapan.com (16 Juli 2010), mandatori yang akan direalisa¬sikan pada 1 Januari 2011 tersebut juga dapat menyebabkan pemborosan biaya produksi sebuah pabrik minyak goreng hingga mencapai Rp 200 miliar per hari. Sungguh sangat miris. Ditengah bencana yang sedang melanda negeri ini, kita (pemerintah Indonesia –red) justru akan melakukan banyak sekali pemborosan. Menurut Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, MS, Ke¬tua Umum Masyarakat Kelapa Sawit Indonesia, juga masih dalam harian Sinar harapan, di dunia ini produsen vitamin A telah dikuasai atau dimonopoli oleh dua perusahaan asing besar asal Jerman yaitu BASF dan Roche.

Monopoli vitamin adalah induk dari seluruh bentuk monopoli di dunia. Ini adalah hal paling rumit, panjang dan paling berbahaya dari seluruh bentuk monopoli gabungan yang ditemukan oleh U.S. Department of Justice (DOJ) pada tahun 1990-an. Hoffmann-La Roche dengan cepat menjadi produsen dominan vitamin sintetik pada tahun 1930-an. Selain Roche ada juga BASF yang juga mendominasi pasar vitamin dunia. Untuk vitamin A, Roche mendominasi pasar global sebesar 48% dan BASF sebesar 30% pada awal tahun 1990-an (Connor, 2006). Adakah hubungan antara kebijakan ini dengan politik pasar vitamin dunia? Hanya pemerintah yang tahu jawabannya. (stq)

Comments Off

Tags:

Meninjau Kebijakan Fortifikasi Vitamin A pada Minyak Goreng 2011

Posted on 30 August 2010 by sarahtsaqqofa

Artikel ini dapat juga dibaca di Majalah EMULSI (majalah pangan dan gizi IPB) edisi XIII/2010Vitamin A berguna untuk pertumbuhan, penglihatan, reproduksi dan pemeliharaan sel epitel. Saat ini, masih ada 0,8 milyar orang di dunia defisiensi vitamin A. 4000 balita di dunia meninggal karena kekurangan vitamin A. Di Indonesia, 1 dari 2 anak balita kemungkinan besar mengalami Kurang Vitamin A (KVA). Lebih dari 100 juta orang Indonesia mengalami defisiensi zat gizi dan 10 juta balita mengalami KVA. KVA adalah ancaman daya saing bangsa (Martianto, 2010). Selain itu, berdasarkan data organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 25 – 30 % kematian bayi dan balita disebabkan kekurangan vitamin A. Sedangkan di Indonesia sekitar 14,6% anak di atas usia 1 tahun mengalami kekurangan vitamin A dan berdampak pada penglihatan.Belum lama ini, Pemerintah akan mewajibkan produsen minyak goreng kelapa sawit untuk menambahkan vitamin A ke dalam produknya yang diedarkan di Indonesia mulai Januari 2011. Kebijakan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Fortifikasi pangan adalah penambahan satu atau lebih zat gizi (nutrien) ke dalam pangan untuk mengatasi defisiensi zat gizi mikro, salah satunya vitamin A. Proses fortifikasi secara konvensional dapat dilakukan dengan menambahkan zat gizi mikro ke dalam formulasi makanan. Kebijakan ini diasumsikan akan mengatasi masalah KVA karena 70% masyarakat Indonesia mengonsumsi minyak goreng. Fortifikasi vitamin A ke dalam minyak goreng merupakan salah satu cara untuk menyediakan vitamin A bagi anak-anak dan balita, termasuk masyarakat karena dinilai tidak berbahaya, tidak akan menyebabkan keracunan, tidak akan mengganggu pola makan masyarakat serta tidak akan banyak memengaruhi harga. Namun, alangkah baiknya apabila kita tinjau kembali kebijakan ini. Apakah cara ini benar-benar efektif dalam mengatasi masalah KVA di Indonesia? Menurut Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (2004), kebutuhan vitamin A (µg Retinol) anak/hari 375-500 µg, untuk orang dewasa membutuhkan 600 µg, sedangkan ibu hamil dan menyusui 300-350 µg. Bahan baku minyak goreng adalah CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit merah. Jumlah beta karoten (pro-vitamin A) di CPO mencapai 500-1000 ppm karotenoid atau 1 ml CPO mengandung karotenoid vitamin A sebesar 600 µg retinol. Ini artinya 1 ml CPO dapat memenuhi kebutuhan vitamin A satu orang dewasa selama satu hari. Bayangkan jika 1 L CPO yang sama dengan 1000 ml artinya dapat memenuhi kebutuhan vitamin A 1000 orang per hari. Namun pada kenyataannya beta karoten dalam 1 L CPO dihilangkan ketika proses pemurnian (purifying), pemucatan (bleaching), dan penghilangan dari busukan (deodorizing). Warnanya kuning keemasan seperti yang kita kenal selama ini sehingga hampir semua karotenoidnya hilang. Dengan adanya kebijakan fortifikasi vitamin A, produsen harus menambahkan vitamin A sintetik ke dalam minyak goreng setelah penghilangan provitamin A dalam dalam CPO. Bukankah hal ini justru termasuk dalam pemborosan? Kebijakan ini juga sangat disayangkan oleh Prof. Dr. Ir. Fransiska Zakaria Rungkat, MS., staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB yang peduli terhadap masalah kekurangan vitamin A masyarakat Indonesia.Lalu, berapa produksi CPO yang dihasilkan Indonesia? Sungguh luar biasa, Indonesia merupakan produsen terbesar penyumbang CPO dunia, yaitu diprediksi mencapai 47,2 persen atau 22,2 juta ton per tahun (TempoInteraktif.com). Namun sangat disayangkan sekitar 60% dari produk CPO Indonesia diekspor ke luar negeri, sementara sisanya diserap untuk konsumsi di dalam negeri. Untuk penggunaan lokal, industri minyak goreng merupakan penyerap CPO dominan, mencapai 29,6% dari total produksi, sedang sisanya dikonsumsi oleh industri oleokimia, sabun dan margarine atau shortening.Pertanyaannya, benarkah kebijakan ini merupakan langkah yang tepat?Jika ditinjau dari harga dasarnya, minyak sawit produk lokal alami dengan kandungan 550 mg/L memiliki harga dasar Rp 7,-/anak atau Rp7,-/anak kurang gizi/hari sedangkan minyak goreng fortifikasi vitamin A sintetik impor seharga Rp 25-Rp 50/kg atau Rp 100/kg (Menko). Minyak sawit yang kaya beta karoten dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul, minyak tumis/tetes, minyak salad ataupun emulsi (Zakaria, 2010). Hal ini jelas berbeda dengan minyak goreng yang terkesan ‘memaksa’ konsumen memakan gorengan yang tentunya akan berdampak buruk pada tubuh jika dimakan berlebihan. Selain itu, masyarakat miskin tentu tidak semua mampu membeli minyak goreng, bukan?Dengan ini, jelas sekali kebijakan pemerintah ini akan sangat tidak tepat. Seperti yang dilansir oleh SinarHarapan.com (16 Juli 2010), mandatori yang akan direalisa¬sikan pada 1 Januari 2011 tersebut juga dapat menyebabkan pemborosan biaya produksi sebuah pabrik minyak goreng hingga mencapai Rp 200 miliar per hari. Sungguh sangat miris. Ditengah bencana yang sedang melanda negeri ini, kita (pemerintah Indonesia –red) justru akan melakukan banyak sekali pemborosan. Menurut Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, MS, Ke¬tua Umum Masyarakat Kelapa Sawit Indonesia, juga masih dalam harian Sinar harapan, di dunia ini produsen vitamin A telah dikuasai atau dimonopoli oleh dua perusahaan asing besar asal Jerman yaitu BASF dan Roche.Monopoli vitamin adalah induk dari seluruh bentuk monopoli di dunia. Ini adalah hal paling rumit, panjang dan paling berbahaya dari seluruh bentuk monopoli gabungan yang ditemukan oleh U.S. Department of Justice (DOJ) pada tahun 1990-an. Hoffmann-La Roche dengan cepat menjadi produsen dominan vitamin sintetik pada tahun 1930-an. Selain Roche ada juga BASF yang juga mendominasi pasar vitamin dunia. Untuk vitamin A, Roche mendominasi pasar global sebesar 48% dan BASF sebesar 30% pada awal tahun 1990-an (Connor, 2006). Adakah hubungan antara kebijakan ini dengan politik pasar vitamin dunia? Hanya pemerintah yang tahu jawabannya. (stq)

Comments Off

Tags:

APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?

Posted on 29 August 2010 by sjafri mangkuprawira

 

         Perusahaan, dalam hal ini manajemen puncak, tidak saja hanya berharap dari semua karyawan untuk berkinerja tinggi. Tetapi juga berharap dari manajer. Mengapa demikian? Karena kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dan ketrampilan manjerial dari manajer. Pihak manajerlah yang paling tahu kondisi para karyawan atau subordinasinya di lapangan. Karena pengetahuannya sedemikian rupa maka pihak manajer selalu diminta manajemen puncak agar memberi umpan balik apa saja yang terjadi di setiap unitnya. Dengan demikian manajemen puncak memiliki dasar ketika perusahaan akan merencanakan dan mengembangkan usahanya.

        Manajer dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kinerja karyawan di unit kerjanya. Manajerlah yang memiliki posisi terdepan tentang keberhasilan karyawannya. Dia merupakan representasi manajemen puncak dalam hal strategi dan kebijakan perusahaan yang perlu disampaikan ke dan dilaksanakan semua karyawannya. Untuk itu pihak manajer seharusnya melakukan beberapa hal yakni (1) merefleksikan dan mendukung strategi dan kebijakan tujuan dan sasaran perusahaan; (2) merefleksikan dan mendukung kebijakan umum dan kebijakan operasional serta metode untuk mencapai tujuan perusahaan; (3) menyampaikan dan menguraikan semua kebutuhan perusahaan dalam bentuk rincian kegiatan agar dilaksanakan oleh karyawan; (4) melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang bagaimana persepsi dan sikap karyawan terhadap setiap tujuan dan kebijakan perusahaan; dan (5) melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang apa kekuatan dan kelemahan sumberdaya dan proses pekerjaan di tingkat unit.

        Dalam prakteknya ketika manajer menjalankan misi perusahaan di atas tidaklah selalu lancar. Tantangan terbesar justru dari pihak manajer itu sendiri yakni dalam hal ketaatasasan. Manajer kerap belum sepenuhnya memahami apa isi tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Keragu-raguan tidak jarang ditemui manajer yang antara lain disebabkan faktor-faktor kekurang-percayaan pada potensi diri sendiri, .kurangnya panduan teknis dari perusahaan sedang otonomi yang diberikan kepada manajer belum sepenuhnya diberikan manajemen puncak. Kurangnya pengalaman manajer dalam menterjemahkan setiap kebijakan ke dalam rincian program juga akan menambah ketidak-taatasasan posisi manajer sebagai representasi manajemen pucak. Dalam keadaan seperti itu manajer kerap mengalami kesulitan mengkoordinasi karyawannya dengan efektif.

        Mengatasi masalah ketidak-taatasasan manajer itu maka seharusnya pihak manajemen puncak mengkondisikan lingkungan kerja yang dinamis. Artinya setiap manajer merasa nyaman sekali untuk memberi pandangan, kepedulian, dan menyampaikan gagasan kepada manajemen puncak. Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti dialog atau komunikasi bisnis internal perusahaan. Dari proses itu manajer akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru untuk bekerja secara konsisten atau taatasas. Sementara itu di tingkat unit pihak manajer harus berperan dalam memfasilitasi kebutuhan karyawan dalam proses pekerjaan dengan taatasas. Namun hal itu tidak mungkin berhasil kalau manajer tidak memiliki ketrampilan berkomunikasi dengan para karyawannya. Lambat laun yang diharapkan manajemen puncak dari manajer akan terpenuhi yakni manajer yang kompeten dan konsisten dalam menterjemahkan setiap kebijakan dan strategi perusahaan menjadi program terinci di tiap unit. Keberhasilan itu akan mempengaruhi pencapaian kinerja perusahaan sesuai harapan manajemen puncak.


Comments Off

Tags:

10 Hal yang Harus Dilakukan Mahasiswa Komputer Sebelum Lulus

Posted on 29 August 2010 by abrari

Diambil dari http://ifnubima.org/10-hal-yang-harus-dilakukan-mahasiswa-komputer-sebelum-lulus-2/

Saya baca artikel di Joel on Software tentang saran-sarannya kepada mahasiswa ilmu komputer. Sarannya dituangkan dalam sebuah daftar “hal-hal yang harus dilakukan mahasiswa ilmu komputer sebelum lulus”. Sayatertarik untuk membuat daftar saya sendiri yang disusun berdasarkan pengalaman saya sebagai mahasiswa dan sebagai programmer. Daftar ini saya susun berdasarkan urutan dari yang paling penting hingga yang kurang penting.

1. Belajar Menulis
Terus terang selama karir saya sebagai mahasiswa, yang berlangsung cukup lama, belum pernah sekalipun kebagian tugas untuk membuat dokumentasi program. Dari dulu, jaman-jaman masih mengerjakan tugas kuliah, kerjaan saya cuma satu : Coding. Oke, ini mbantu banyak dalam meningkatkan skill programming. Tapi setelah saya terjun di dunia kerja kerja, ada satu hal yang saya sadari : Programmer yang menginspirasi saya, kebanyakan bukan programmer yang jagooo banget, yang sampai bisa membuat kernel OS (Linus Tordsvald atau Andrew Tannebaum), tetapi blogger-blogger yang rajin menulis.

Roman StroblSamuel FranklynJeff AttwoodEndy MuhardinFrans Thamura dan Joel Spolsky adalah blogger-blogger dan aktivis komunitas yang sangat rajin menulis. Mereka mempunyai blog dan postingan di komunitas yang bagus sekali. And they inspire me a lot!

Penting buat kita untuk membuktikan eksistensi kita sebagai “Profesional” dan membagikan pikiran kita kepada orang lain. Manfaatnya banyak sekali, terutama untuk mengasah skill kita dalam menyampaikan pendapat dan menjelaskan ide. Programmer adalah Knowledge Worker, kita dihargai dari level Knowledge yang kita punyai. Jika kita tidak dapat menyampaikan “Knowledge” yang kita punyai, ya resikonya kita bisa dinilai “undervalued”, dinilai lebih rendah dari level kita sebenarnya.

Ada ungkapan “Software doesn’t exist, if it doesn’t have documentation”. Dalam dunia IT documentation menempati posisi yang sangat penting. Bukan formal development documentation yang isinya requirement, UML Design dan sebagainya, tetapi user documentation. User tidak akan bisa menggunakan software kita kalau tidak ada dokumentasi bagaimana menggunakan softwarenya, apalagi kalau software kita berupa Framework Library. Spring, Framework Library dari komunitas yang paling sukses, mempunyai dokumentasi yang exhaustive ( baca semua dokumentasinya bisa gak selesai-selesai), dan ini benar-benar menjadi strong pointnya Spring.

Menulis dokumentasi juga merupakan bagian dari profesionalisme programmer. Membuat aplikasi, apalagi aplikasi berbasis produk, tidak hanya menulis kode program semata, tetapi juga mencakup: marketing, support, dokumentasi dan sebagainya sampai aplikasi tersebut benar-benar dipakai user. Hanya programmer amatir yang menulis program kemudian “abandon it”. Kita ini membuat program untuk digunakan oleh user, kalau itu menghendaki kita menulis dokumentasi yha tulis, kalau harus support dan menjawab pertanyaan di forum ya kerjakan, karena ini bagian dari profesionalisme kita sebagai programmer. “We dont create application and abandon it, we create application and ship it!!”.

Write something ordinary, and you will be appreciated by other people more than you create smart, tricky, owesome code which propably no one in this world would ever see it.

2. Kuliah yang benar
Dari pengalaman saya wawancara kerja, sebenarnya pewawancara cukup memahami bahwa freshgrade itu tidak mempunyai skill kerja yang bagus. Tetapi pewawancara harus menilai apakah yang diwawancara tersebut mempunyai pemahaman yang cukup baik tentang IT. Pewawancara akan menanyakan hal-hal fundamental seperti konsep algoritma, konsep sql dan memberikan sedikit test programming yang sederhana. Kalau setiap praktikum diikuti dengan baik, seharusnya semua hal tersebut dapat dijawab dengan lancar.

Penting juga untuk memahami konsep-konsep dasar Ilmu Komputer dengan baik sebagai pengetahuan wajib untuk programmer seperti konsep Operating System, Jaringan dan Relational Database. Kita kuliah bertahun-tahun, masak konsep dasar Ilmu Komputer ga ngerti? ngapain aja boz?

3. Ambil kursus pemrograman, terutama OOP
Kita dididik, terutama, untuk menjadi programmer. Mungkin ada juga senior sejurusan kita yang bekerja di bidang lain disamping sebagai programmer. Tetapi coba lihat dengan teliti jalur karir yang mereka tempuh dari awal lulus kuliah, kemungkinan awalnya mereka adalah programmer. Freshgrade sebagian besar tidak mempunyai banyak pilihan jalur karir. Kalau IPnya tidak cum laude, lulusan IT akan susah memasuki area management. Kalaupun bisa, prosesnya sangat panjang, berbulan-bulan. Jangan sampai dalam masa penantian menemukan pekerjaan impian tersebut, kita menganggur, ini akan jadi handicap(kelemahan) yang besar dimata pewawancara.

Jadi kesimpulanya, apapun nanti jalur karir yang ingin anda tekuni, menjadi programmer adalah batu pijakan pertama yang cukup mudah dilalui. Jangan sia-siakan waktu lu yang berharga dengan terus menunggu berbulan-bulan tawaran terbaik datang ke depan pintu. “Start earlier, take a grip and start to build our skill”.

Bagi orang-orang sevisi dengan saya, coding sampai tua :D , mengambil kursus pemrograman OOP sangat penting. Gap antara freshgrade dan kebutuhan skill di industri sangat jauh. Kalau kita lulus dari kuliah tanpa punya skill apapun kita akan dihadapkan resiko dapet kerjaan yang underpaid, ya mau gimana, skill ga punya masak mau overpaid?

Bahasa pemrograman (baca : Platform) yang sangat populer sekarang ini nyaris semuanya berbasis OOP. Kita tinggal memilih salah satu platform yang dirasa terbaik sebagai basis kompetensi kita di masa mendatang (baca artikel saya tentang why java?). Pemahaman akan konsep OOP sudah menjadi skill yang wajib untuk tetap eksis sebagai programmer.

Kursus yang saya maksud disini bukan kursus sehari dua hari yang levelnya pengenalan (baca: maen-maen), tetapi kursus yang serius untuk menguasai platform pengembangan aplikasi. Pengalaman saya memberikan gambaran jelas pentingnya kursus ini, saya dulu kerja sebelum lulus karena keterpaksaan finansial (baca: kere :D ). Karena saya blom lulus dan skill == 0, saya harus menghadapi kenyataan dapet kerjaan underpaid, alias gaji cukup sampe tanggal 20, sisanya ya puasa!. Dengan kursus yang serius, kita bisa mengejar gap antara freshgrade dan kebutuhan industri, sehingga ga perlu dapet masa-masa underpaid kayak saya dulu :D

4. Cari tempat magang yang bagus
Magang adalah kesempatan pertama mahasiswa Ilmu Komputer berhadapan dengan proyek pengembangan perangkat lunak yang serius. Gak ada lagi main-main seperti ketika mengerjakan tugas kuliah. Semua langkah dalam SDLC dilaksanakan dengan sangat teliti, ga boleh ada kesalahan. Disinilah pengalaman akan mengajarkan kita bagaimana sebenarnya dunia industri dijalankan, pengalaman saya sih cuma satu : shock!. Ternyata apa yang saya pelajari di bangku kuliah benar-benar ga cukup. Sindrom panik merajalela di antara temen-temen seangkatan, milis angkatan yang biasanya sepi-sepi aja tiba-tiba rame dengan pertanyaan ini itu :D .

Kalau anda bisa mendapatkan tempat magang yang bagus, misalnya perusahaan IT yang bonafid, pengalaman magang akan mengajarkan  banyak hal. Pengalaman ini akan jadi wake-up call bagi mahasiswa-mahasiswa bahwa mereka ini benar-benar unskillful dan masih belum siap masuk dunia kerja, disini sikap positif diperlukan untuk mengambil hikmah dari pengalaman. Jika anda benar-benar shock dan ga bisa bersikap positif, maka bisa jadi karir sebagai programmer mati sebelum berkembang :D .

5. Belajar bahasa inggris
Ini sih ga perlu dijelaskan juga pada tahu kalau help, dokumentasi dan buku IT nyaris 95% bahasa inggris. Mencari tutorial komprehensif yang ditulis dalam bahasa indonesia seperti mencari kelereng dalam bak truk penganggkut pasir. “Learn english or know nothing!”.

6. Belajar mikroekonomi
Dalam perjalanan hidup manusia yang naik turun, banyak sekali masa-masa dimana kita harus memilih untuk menjadi pengusaha atau profesional. Namun saya yakin apapun pilihan bidang karir kita nanti, ilmu ekonomi sangat dibutuhkan, terutama mikroekonomi. Kita perlu tahu bagaimana mengolah keuangan, bagaimana merancang bussiness plan, bagaimana menyusun budget, bagaimana menyusun laporan keuangan dan bagaimana mengatur rencana keuangan. Semua tugas-tugas tersebut lambat laun akan harus kita kerjakan, baik di level pribadi, keluarga atau perusahaan.

7. Jangan meremehkan mata kuliah non IT hanya karena membosankan
Saya pertama kali dapet nilai C pada waktu kuliah “Pengantar Ilmu Pertanian”, kemudian disusul oleh “Sosiologi Umum”, dilanjutkan dengan “Bahasa Indonesia II”. Dan anda tahu? saya sangat menyesal kenapa dulu nggak sedikit lebih keras belajar. Sekarang IPK ancur-ancuran, dan yang pasti saya dah ga bisa masuk perusahaan gede seperti Nokia yang menyaratkan IPK diatas 3.5.

Oke, mungkin analogi diatas tidak selalu benar untuk banyak kasus. Banyak temen-temen bisa berhasil dengan IPK tiarap, tapi anda harus mendengar dulu cerita ini.

Ada sebuah perusahaan A yang hendak melakukan rekruitmen pegawai freshgrade. Pak Wahyu, kepala bagian personalia bertugas untuk melakukan “pitching” dengan memasukkan iklan lowongan pekerjaan di beberapa media. Kemudian setelah batas waktu pendaftaran, ada banyak sekali pelamar yang mengirimkan lamaran pekerjaan.
Office boy datang melapor ke pak wahyu,
“Lapor pak, surat lamaran pekerjaan sudah selesai saya pack, mau diletakkan di mana nih pak?”,
“oh, silahkan letakkan di meja saya!”,
“wah, itu mustahil pak!”,
“lho, gimana maksudnya?”,
“lapor, lamarannya ada 10 dus ukuran kulkas tuju pintu pak!”
“hoh? oke-oke ga perlu panik, coba saya minta tolong disaring ya surat lamarannya, yang IPKnya dibawah 2.75 dipisahin”,
“siap pak, laksanakan”.
….
“Pak, lapor, sudah selesai dipisahkan”,
“oke, sekarang tinggal berapa?”,
“masih ada seribu pelamar lagi pak!”
“hmmm masih terlalu banyak, tolong yang IPKnya dibawah 3.5 disaring… , oh iyah kalo udah selesai disaring, lamaran sisanya kamu pack trus jual ke tukang kertas, uangnya buat kamu, mayan buat beli rokok, makasih dah mbantuin :D ”
“sama-sama pak”
Nah dari cerita diatas, lamaran pekerjaan saya akan jadi bungkus kacang rebus :D

Menyebalkan sihbelajar matakuliah non IT, tapi anda harus sadar, IPK adalah nilai evaluasi paling jelas menggambarkan kemampuan kita. Pertama, karena dinilai oleh banyak dosen. Kedua, dinilai dalam tenggang waktu yang lama. Ketiga, dinilai dari berbagai macam matakuliah yang berbeda-beda. Keempat, IPK mencerminkan bagaimana anda menyelesaikan masalah, asal-asalan atau perfeksionis. Bagi banyak perusahaan IPK menjadi tolok ukur paling berpengaruh untuk menilai profile seorang freshgrade. So? dont blow non IT course because it’s boring!

8. Berhentilah mengkhawatirkan nanti akan kerja di mana
Beberapa temen saya, terutama dari jurusan non IT, banyak bertanya-tanya kemana nanti kerjanya setelah lulus. Karena lapangan pekerjaan untuk mahasiswa IPB yang sesuai dengan disiplin ilmu di bangku kuliah sangat terbatas. Sebagaian besar teman-teman saya bekerja di bidang yang berbeda jauh dengan jurusanya pada waktu kuliah dahulu. Tetapi hal ini sedikit berbeda dengan Ilmu Komputer, lapangan kerja sebagai programmer dan IT profesional masih sangat terbuka lebar. Berhentilah mengkhawatirkan nanti mau kerja di mana, pasti dapet kerjaan. Bagi lulusan IT “Nyari kerjaan itu gampang, nyari kerjaan yang gampang itu susah” :D

9. Buatlah sebuah aplikasi sederhana sampai selesai
Kultur perusahaan IT adalah “Result Oriented”. Artinya perusahaan ga peduli gimana kita ngerjainya asalkan selesai!. Mau siang tidur, malem begadang, atau berangkat kerja jam 10 balik jam 7 malam, terserah. Perusahaan hanya peduli bahwa tugas yang diberikan diselesaikan dengan baik dan dalam tenggang waktu yang ditentukan, “get things done!”. Dengan membuat aplikasi sederhana sampai selesai, pada waktu wawancara kita bisa menunjukkan kepada pewawancara bahwa kita bisa produktif menghasilkan sesuatu, tidak hanya bisa omdo.

Pengalaman menyelesaikan aplikasi dari awal sampai akhir bisa menjadi poin yang sangat berguna dalam wawancara. Ada juga perusahaan yang menyaratkan kita berpengalaman terlibat dalam project, minimal dua kali, dari awal sampai akhir. Pengalaman seperti ini akan memberikan gambaran yang sangat penting untuk seorang programmer bagaimana proses SDLC berjalan.

10. Aktif di komunitas
Komunitas bisa menjadi media yang sangat penting untuk mengembangkan skill kita sebagai programmer. Disana kita bisa bertanya jika ada kesulitan, dan menjawab jika ada yang bertanya. Menjawab pertanyaan anggota milis lain sangat berguna untuk mengetaui sejauh mana pemahaman kita tentang masalah technical. Dengan menjawab juga, kita akan mendapatkan feedback tentang konsep yang sudah kita pahami, kalau salah pasti ada yang menjelaskan dimana salahnya.

Anggota komunitas sangat bervariasi dari profesional senior sampai newbie, jika kita sangat aktif, komunitas akan menyadari “kehadiran” kita. Saya sendiri merasakan dampak signifikan dari aktivitas di komunitas, terutama pengakuan banyak orang terhadap eksistensi kita sebagai profesional. Tentu saja hal ini akan sangat memperlancar karir kita, jadi orang terkenal itu enak lho, hahhahaha :D

Nah, setelah membaca saran-saran diatas, terserah anda mau mengikuti atau tidak. Tapi ingat, saran ini tanpa garansi, kalau berhasil ya selamat, gw ikut senang, kalau gagal, plis saya jangan dibata ya!


Comments Off

Tags:

SMP : Sudah Masa Peralihan

Posted on 29 August 2010 by dEe

Ngerjain tag SMP dari Kak Jingga dulu,ah..tp bingung juga mau ngelanjutin tag ke sapa T.T
maklum laaahhh.. blogger newbie -_-  acak aja kali yaaah,,
tag ini sy kasih ke cicit, yoga, nensi, ranti, n reuni. Sok dah dikerjain..ntar dilanjutin ke 5 orang lainnya yaaahhh...

Ok, let's start with the topic.
SMP. Kenapa bisa SMP sih, topiknya?

Coba deh kalo masukin keyword SMP di halaman search engine, pasti yang keluar pertama kali tuh berita-berita ga jelas tentang anak-anak SMP. Yang ini lah, yang itu lah.
Padahal kan seharusnya masa SMP itu diwarnai dengan rajin2nya kita buat belajar (hhuehuehueeuhue..ga juga si =p)
but, paling enggak, tidak seharusnya masa SMP itu dinodai oleh perbuatan2 yg ga semestinya.. Well, harus ada perhatian serius nih. Baik dari guru maupun orang tua. 

Tag SMP ini untuk mendukung gerakan SEO positif dari Manajemen Emosi, yang prihatin akan hal itu. Yaa mungkin juga suatu saat nanti bakal ada tag SMA juga. Coz saat masukin keyword SMA, hal yang sama ternyata terjadi. Yaa, g tau jg sih mana yg lebih parah..Dan, sebagai award karena sudah menulis post tentang SMP, Manajemen Emosi memberikan ini :


Ok, sekarang cerita-cerita tentang masa SMP,yah..
SMP sy di Surabaya, terus setelah satu tahun pindah ke Sidoarjo.
Konon (ampe sekarang juga sih), kelas cewe dan cowo tuh dipisah. Jadi, kelas cowo di sayap barat, n cewe di timur. Di tengah2nya dikasih batasan pintu. Yaa, tapi itu juga ga ngehalangin kita2 buat saling kenal,,secara kantin, perpus, n lab-nya dipake barengan.

Feeling bored? Ga juga lhooo. Justru karna satu kelas cewe semua, bandel2nya kita jadi keliatan. Lagipula, angkatan kita waktu itu cuma dikit banget, 1 kelas cewe n 1 kelas cowo. Alhasil, kita makin deket n akrab waktu SMP. Kelas kita terkenal paling bandel, karena suka bikin marah guru2 (maafkan kami Ustadz, Ustadzah..). Dan kayaknya, semua guru dah pernah kita bikin marah. But, kita kompak abiiss. Kompak bandel maksudnya =p. Bandel-bandel SMP gt deh,,yang masih dalam batas yang wajar (bandel kok wajar? haha). Well, tp kita juga ga kalah di prestasi. Makanya, guru2 juga sayang, yaa walopun juga sering marah2.He he he..
Pokoknya, banyak banget deh kebandelan yang kita bikin waktu SMP.
Jadi, kayak yang ditulis di judul, kalo SMP itu adalah masa peralihan dari SD. Yang tadinya pendiam, jadi bandel, gara2 1 kelas punya frekuensi yang sama. Hehehehe.. Peralihan yang aneh. 
Oiya, di depan SMP kita, ada warung bakso yang terkenal. Selain karena rasa baksonya yang enak, di situ juga jadi tempat buat cewe-cowo ketemuan. Terutama buat yang udah berpasang2an (cupu banget dah,, masa SMP udah pacar2an gt..hihihihihi) n jd tempat tembak2an (bukan pake pistol nembaknya, tp pake kata2 cinta..hahahaha). Oleh karena itu, tuh warung bakso kita namain warung BL alias Bakso Love (pake bold dan hurufnya juga warna pink)...hahaha, norak ya? Di tempat itu juga sering banget ada traktiran, baik yang lagi ultah maupun yang barusan jadian. Yaa itulah masa2 lucu SMP yang bikin malu, bikin ketawa, juga bikin kangen.
Kita juga punya pak satpam kesayangan, sebut saja Pak W (haha nama dirahasiakan, takut diincer densus 88 =p). Nah, si bapak ini baiiikkk banget orangnya. Pak W suka dengerin curhatan2 kita. Bapak ini tau deh semua cerita anak2..Mungkin kalo ganti profesi jadi bos infotainment kayaknya cocok,deh. N juga suka nolongin kita kalo lagi telat ato kalo lagi ada penggeledahan barang2 yang suka ga boleh dibawa pas skul kayak cd film, HP (eh HP boleh ga,ya? lupa deh..), dll.

Miss u my SMP's mates!! ^^ Di bawah ini foto waktu abis main bareng temen satu kelas ke rumah salah satu temen kita,,(btw, mungkin foto di bawah ini terlihat lugu dan polos,,tapii jangan sampe tertipu akan keluguan dan kepolosan mereka, karena itu hanya topeng belaka, Saudara2..ho ho ho ho ho)


By the way...karena waktu SMP kita kompak banget mpe dah kaya keluarga..jadi, sekarang pun kita masih sering seru2an bareng..kalo ada yang nikah, pada dateng..kalo lagi puasa gini, buka bareng..seru lah pokoknya mah..Hidup masa SMP!!!

Comments Off

Tags:

Cara Ampuh Atasi Parkir Sembarangan

Posted on 28 August 2010 by Aha Gambreng

Saya rasa mungkin anda sudah sangat tidak asing dengan gambar ini…. bagi anda yang sudah memiliki kendaraan dan sering mengemudi (motor, mobil) dan telah memiliki SIM (nembak juga ga apa apa) rambu tersebut sudah kita sepakati memiliki arti “dilarang parkir” atau “bukan merupakan area yang boleh di jadikan tempat parkit”. namun tahu kah anda jika rambu tersebut sekarang sudah “kadaluarsa” ? seperti produk kadaluarsa lainnya, maka rambu tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi sebagai bagian dari rambu lalulintas. Jadi untuk saat ini, keberadaan rambu tersebut sepertinya memang sudah tidak diindahkan lagi.. lihat saja buktinya…

nah… sekarang terbukti kan? saya sebenarnya tidak tahu terlalu pasti, apakah rambu-rambu tersebut memang sudah kadaluarsa atau belum (maklum,,, masih konsumen angkot yang setia, jadi belum berkendaraan sendiri). yang pasti gambar-gambar tersebut sepertinya sudah cukup membuktikan bahwa keberadaan rambu tersebut memang tidak cukup efektif untuk menertibkan parkir sembarangan yang menjadi “Hobi” pengendara. selidik demi-selidik, ternyata ada cara ampuh untuk mengatasi permasalahan tersebut, kebiasaan parkir sembarangan sepertinya hanya bisa diatasi dengan cara berikut :

memasang spanduk seperti ini, mungkin menjadi cara yang paling efektif…

Semoga pengendara kita tidak buta huruf….


Comments Off

Tags:

BERAGAM DIMENSI KRITIK

Posted on 27 August 2010 by sjafri mangkuprawira

 

        Hemat saya sekurang-kurangnya ada tiga paham tentang kritik. Ada paham yang menganggap setiap kritik selalu bernuansa negatif. Karena itu harus dibalas dengan tindakan represif. Tidak ampun;harus digilas. Ini biasanya terjadi pada sistem kelembagaan yang otoriter atau sentralistik. Lalu paham kedua memandang kritik adalah fenomena yang biasa-biasa saja. Karena itu juga harus dihadapi secara biasa juga. Dengan kata lain tidak harus ditanggapi dengan emosi yang berlebihan ditandai pula oleh wajah merah padam. Paham ketiga justru kritik itu dibudayakan. Dalam pengertian kritik harus dikemas sedemikian rupa plus segala argumentasinya. Harus disertai dengan bukti-bukti faktual. Akan lebih baik lagi dengan memberi saran-saran jalan keluarnya. Paham ini dikemas dalam rangkan pengembangan sumberdaya manusia yang kritis.

        Dalam dunia kerja, misalnya diperusahaan, umpan balik termasuk kritik adalah adalah hal yang biasa. Apakah itu terjadi pada manajer terhadap karyawan, antarmanajer, dan antar karyawan. Bisa dilakukan dalam bentuk pertemuan formal atau informal. Dalam konteks menjaga lingkungan kerja yang nyaman maka manajemen kritik harus diperhatikan. Jangan sampai kritik itu mengakibatkan pergeseran tajam antarkepentingan individu atau kelompok.Kalau tidak maka akibat berikutnya adalah terganggunya hubungan kerja yang harmonis. Ujungnya adalah kinerja perusahaan bakal menurun.

        Dalam mengeritik maka ada beberapa hal yang bisa diterapkan. Pertama kritik disampaikan harus dalam waktu dan ruang yang tepat. Jangan sampai kritik dilakukan di depan umum. Dan hindari pula mengeritik ketika yang dikritik sedang dalam kondisi mental yang sedang tidak fit. Artinya sang pengritik harus memiliki empati yang handal. Kemudian yang kedua, kritik atau komen ditujukan pada kegiatan atau perilaku spesifik yang dikritik. Dengan kata lain jangan berupa sindiran-sindiran yang kurang jelas apa maknanya. Disini, kritik diucapkan sambil menghargai yang dikritik. Misalnya, “kalau saja anda hati-hati bekerja maka kerusakan produk tidak mungkin terjadi. Padahal saya tahu anda selalu peduli dengan mutu”. Bentuk yang ketiga adalah setelah mengkritik manajer memberi tahu dimana letak kesalahan yang diperbuat karyawannya. Bahkan terjun langsung ikut membantu karyawan dalam proses pekerjaan bawahannya itu.


Comments Off

Tags:

TATACARA PENGETIKAN NO TAGIHAN MAHASISWA IPB

Posted on 26 August 2010 by robbyhakim21

Untuk pembayaran melalui ATM, no tagihan mahasiswa terdiri dari : Kode IPB ( 9065 ) diikuti dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
Kode Fakultas dalam NIM diganti dengan angka sebagai berikut :
NO FAKULTAS KODE MENJADI
1. Fakultas Pertanian A 01
2. Fakultas Kedokteran Hewan B 02
3. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan C 03
4. Fakultas Peternakan D 04
5. Fakultas Kehutanan E 05
6. Fakultas Teknologi Pertanian F 06
7. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam G 07
8. Fakultas Ekonomi dan Manajemen H 08
9. Fakultas Ekologi Manusia I 09

Tata cara pembayaran ini berlaku untuk mahasiswa semester 3 ke atas. Info lebih lanjut, silahkan klik di sini

NIM PENGETIKAN 
A14060012 -> 90650114060012
B04070012 -> 90650214070012
C14080012 -> 90650314080012
D14090012 -> 90650414090012
E14060012 -> 90650514060012
F14070012 -> 90650614070012
G14080012 -> 90650714080012
H14090012 -> 90650814090012
I14060012 -> 90650914060012

Comments Off

Advertise Here

RELATED SITES

Random Quotes