Archive | January, 2010

Tags:

MEMAHAMI KEPUASAN KERJA

Posted on 31 January 2010 by sjafri mangkuprawira


 

         Kepuasan kerja adalah bentuk perasaan dan ekspresi seseorang ketika dia mampu/tidak mampu memenuhi harapan dari proses kerja dan kinerjanya. Timbul dari proses transformasi emosi dan pikiran dirinya yang melahirkan sikap atau nilai terhadap sesuatu yang dikerjakan dan diperolehnya. Coba saja kita lihat di dalam lingkungan kerja. Bisa jadi ditemukan beragam ekspresi karyawan. Ada yang murah senyum dan tertawa, ada yang suka mengeluh, ada yang akrab dengan sesama mitra kerja, ada yang senang mengisolasi diri, dan bahkan ada yang terbiasa berekspresi emosional marah-marah atau kurang bersahabat dengan lingkungan kerja. Salah satu faktor penyebab semua itu adalah perbedaan derajat kepuasan kerja. Semakin tinggi derajat kepuasan kerja semakin bersahabat sang karyawan dengan lingkungan kerja. Dengan kata lain dia memeroleh nilai pengakuan dari lingkungan kerja. Namun dalam prakteknya derajat tentang kepuasan kerja di antara karyawan sangat berkait dengan beberapa faktor yakni (1) sudut pandang tentang bekerja, (2) pandangan tentang makna kepuasan, (3) karakteristik seseorang, (4) jenis pekerjaan, dan (5) lingkungan kerja .

         Sudut pandang tentang  bekerja umumnya sama yakni sebagai sumber mencari nafkah untuk kehidupan. Selain itu ada juga yang menganggap bekerja itu adalah ibadah, aktualisasi diri, dan hoby. Itu adalah pandangan positif yang berkait dengan kepuasan kerja. Dari sisi negatif ada yang menganggap bekerja itu adalah beban dan ancaman kebebasan pribadi. Tentu saja menurut pandangan ini bekerja sering tidak menyebabkan kepuasan kerja. Bahkan dalam teori motivasi dari Douglas McGregor, golongan ini termasuk teori X yakni sifat orang yang pada dasarnya malas kerja. Kepuasan kerja yang diperoleh kelompok karyawan ini adalah kalau mereka tidak bekerja keras dan tidak bertanggung jawab namun maunya mendapat kompensasi tinggi.

         Faktor lain yang berhubungan dengan kepuasan kerja adalah pandangan tentang makna kepuasan. Kepuasan dianggap sebagai sesuatu yang ukurannya relatif. Dua orang akan memiliki kepuasan kerja yang berbeda walaupun mengerjakan sesuatu yang sama dengan kinerja yang sama pula. Secara bathin kedua orang itu bisa saja memiliki kepuasan yang berbeda karena memiliki sudut pandang yang berbeda. Perbedaan sudut pandang biasanya searah dengan perbedaan tingkat strata sosial ekonomi seseorang. Sementara itu karakteristik tiap indvidu karyawan misalnya status dalam pekerjaan, pengalaman kerja, dan gender bisa jadi memiliki derajad kepuasan kerja yang berbeda. Seseorang dengan posisi manajer cenderung akan memiliki kepuasan kerja yang lebih besar ketimbang subordinasinya. Begitu pula semakin berpengalaman kerja seseorang semakin tinggi kepuasan kerjanya.

         Kepuasan kerja seseorang juga berhubungan dengan jenis pekerjaan yang dipunyainya. Jenis-jenis pekerjaan yang menantang sangat disukai oleh mereka yang memiliki posisi top manajemen. Sementara mereka yang bekerja di tingkat operator atau staf sudah cukup puas kalau bekerja sesuai dengan prosedur operasi standar. Hal ini berkait dengan otoritas pengambilan keputusan yang dimiliki seseorang karyawan (manajemen dan non-manajemen). Sementara itu aspek lingkungan kerja seperti kepemimpinan,kompensasi dan pengembangan karir pun berhubungan erat dengan kepuasan kerja karyawan. Semakin nyaman kondisi lingkungan kerja cenderung semakin tinggi derajat kepuasan kerja karyawan. Dan ini merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan motivasi kerjanya.

Comments Off

Tags:

Mari Berbagi

Posted on 30 January 2010 by ahnku


indahnya berbagi. Satu perbuatan kecil yang dapat mengikat sebuah hubungan silatyrahmi yang kecil. Saling memberi dapat memupuk kasih sayang diantara manusia. Bukan jumlah pemberian yang menjadi takaran seberapa besar efek dari hasil pemberian itu. tapi, dengan niat keikhlasan, sebuah senyuman dapat menyiram amarah orang lain. sebuah candaan dapat memecah kebekuan.

Mari berbagi… kata indah yang sangat manis jika diucapkan…

___

Comments Off

Tags:

MANAJEMEN PERUBAHAN : STRATEGI SDM

Posted on 28 January 2010 by sjafri mangkuprawira


 

         Dalam dunia yang terus berubah seperti halnya pasar yang mendunia dan teknologi baru maka sangatlah esensial dunia bisnis juga harus sanggup berubah agar terus sukses. Perusahaan sukses adalah perusahaan yang mampu melakukan adaptasi yang dinamis inovatif terhadap setiap tantangan-tantangan baru. Jenis perubahan boleh jadi bersifat inovatif dan strategis, fisik dan perilaku. Perubahan yang berhasil harus diciptakan; tidak lahir begitu saja. Pihak manajemen membutuhkan pendekatan terstruktur untuk perencanaan perubahaan perilaku atau SDM karyawan. Aspek-aspek perubahan terdiri dari perubahan inovatif atau strategik yang sangat berguna bagi pengembangan mutu SDM.

        Fenomena global di berbagai dimensi kehidupan tidak dapat dihindari. Pasti ada efeknya terhadap organisasi perusahaan. Manajemen perubahan menjadi sangat penting diterapkan. Namun demikian dalam kenyataannya proses perubahan yang terjadi tidak selalu mendapat respon positif. Ada saja mereka yang menyukai dan yang tidak menyukai perubahan. Beberapa alasan mengapa mereka bersikap kontra perubahan dapat berupa rasa takut terhadap: berkurang/hilangnya kekuasaan, kehilangan ketrampilan, kegagalan kerja, ketidakmampuan menghadapi masalah baru, dan kehilangan pekerjaan.

        Manajer perlu memahami mengapa organisasi harus siap terhadap perubahan: apakah yang bersifat inovatif maupun strategis. Perubahan inovatif adalah perbaikan secara kontinyu di dalam kerangka sumberdaya yang ada. Sementara perubahan strategis adalah perubahan melakukan sesuatu yang baru. Tiap perubahan tersebut tentunya akan menggunakan pendekatan berbeda. Bisa berbentuk perubahan rutin, perubahan darurat, perubahan dalam hal mutu produk dan pelayanan, dan perubahan radikal. Dalam hal ini manajer selayaknya proaktif menjelaskan kepada karyawan tentang strategi perubahan yang akan dijalankan organisasi. Maksudnya antara lain memperkecil kemungkinan terjadinya resistensi para karyawan.

        Kebanyakan para manajer dapat merencanakan dan mempraktekan perubahan fisik dengan berhasil. Namun dalam perubahan perilaku, para manajer banyak mengalami kesulitan. Untuk itu manajer perlu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Untuk melaksanakan perubahan dengan sukses maka manajer harus mampu menciptakan kondisi yang baik untuk memotivasi dan melibatkan karyawan. Hal ini merupakan cerminan seberapa jauh mutu kepemimpinan manajer terbukti nyata. Di samping itu manajer dapat memaksimumkan kesempatan untuk berhasil dalam proses perubahan melalui evaluasi dengan cermat terhadap perencanaan yang manajer buat.

Comments Off

Tags:

BELAJAR GRATIS TENTANG HUKUM DAN POLITIK

Posted on 26 January 2010 by sjafri mangkuprawira


 

        Sedikit demi sedikit saya merasa pengetahuan tentang hukum dan politik semakin bertambah saja. Mulai dari kasus perseteruan Polri dengan KPK , kasus pembunuhan yang melibatkan Anthasari sampai dengan kasus Bank Century. Hampir setiap hari dan setiap moment berita dan persidangan saya ikuti. Baik itu melalui media cetak mapun media elektronik. Rasanya asyik sekali. Nah kalau sudah begitu biasanya di kantor atau di kesempatan apapun kalau bertemu teman-teman atau kerabat hampir setiap pembicaraannya berfokus pada kasus-kasus tersebut.

        Bayangkan saya semakin tahu misalnya apa itu hukum positif, bedanya penyelidikan dan penyidikan; dan bedanya bukti dan alat bukti yang sah, dsb. Sekaligus pula semakin mengetahui lingkup perkara yang detil. Semakin tahu bahwa bahwa fenomena korupsi bisa ditangani oleh institusi polisi, kejaksaan dan KPK. Begitu pula tentang perbedaan wewenang dan tanggung jawab serta dasar-dasar ketentuan hukumnya. Sementara dari kasus Anthasari, saya memeroleh fenomena menarik bahwa tuntutan mati dari jaksa perlu didukung bukti-bukti yang ada selama di persidangan. Istilahnya majelis hakim agaknya harus menguji lagi sebelum memvonis perkara. Kalau dari sisi politik saya semakin tahu apa itu yang disebut hak angket parlemen, fungsi dan peranannya. Bagaimana hak itu diimplementasikan misalnya dengan pembentukan panitia khusus atau pansus. Dan dari pengalaman pansus kasus bank Century, misalnya, saya bisa menilai sejauh mana pengetahuan para anggota panitia membedakan fungsi pansus apakah itu penyelidikan ataukah penyidikan.

        Tidak berlebihan dari proses belajar dalam menelaah kasus-kasus di atas muncullah para analis amatiran; termasuk saya. Yakni analis yang tentunya kurang berbasis kompetensi ilmu atau keakhlian hukum dan politik. Namun dengan pengetahuan seadanya, misalnya analis amatiran tersebut bisa menilai bahwa ternyata suatu keputusan hukum sangat kental dipengaruhi keputusan politik berbasis kekuasaan. Begitu juga bisa dilihat betapa selama sidang terbuka pansus bank Century, kepentingan-kepentingan politik begitu kentalnya. Selain itu sebagian anggota pansus bank Century, ada yang kurang tahu dalam membedakan apa itu penyelidikan dan penyidikan. Ketika berdialog dengan orang-orang yang langsung dan tak langsung berkait dengan kasus ternyata masih ada yang bertindak melakukan penyidikan. Bahkan dengan suara bernada keras. Di sisi lain di antara mereka tidak jarang yang bertindak di luar etika sidang. Padahal mereka sering disebut sebagai anggota parlemen yang terhormat. Perang adu mulut sesama anggota yang semestinya tak perlu ternyata kerap terjadi.

        Yang jelas proses pembelajaran yang saya lakukan adalah dengan mengalami sendiri dalam bentuk mengikuti perjalanan kasus-kasus di atas. Lalu saya memeroleh informasi dari situ berupa fenomena kehidupan. Proses berpikir berjalan begitu saja tanpa ada petunjuk atau manual dan bimbingan guru atau dosen. Sangat beda dengan proses yang terstruktur di kelas formal. Yang saya lakukan mungkin dekat dengan falsafah pembelajarannya Confusius yakni: I hear and I forget;I see and I remember.I do and I understand. Tentunya dalam konteks kasus di atas, saya hanya sebatas pelaku pasif atau tidak terlibat dalam aksi. Sehingga apa yang saya dapatkan sebatas lebih pada pengetahuan dan pemahaman sedikit tentang hukum dan politik. Istilahnya walau baru  tahu tentang kulitnya saja tetapi para analis sudah mampu mencoba mengeritisi secara terbatas fenomena hukum dan politik. Semua pengetahuan yang diperoleh dalam proses belajar tersebut kerap saya sebut bersumber dari universitas kehidupan.

Comments Off

Tags:

Kecantikan Yang Sesungguhnya

Posted on 26 January 2010 by ahnku


Kecantikan hati… kecantikan yang abadi…

Hem… mungkin ini bukan kapasitas saya sebagai seorang peria. Tapi tidak ada ada salahnya saya memandang kecantikan dari kacamata saya.  lihatlah sepasang matanya yang hening yang selalu menjeling tajam atau yang kadang kala malu-malu memberikan kerlingan manja. Lihatlah bibirnya yang tak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, atau yang sekali-sekala memberikan kucupan mesra di dahi ibu juga, ayah, suami dan pipi munggil anak-anak. Lihat pula hilai tawanya yang gemersik dan suara manjanya yang boleh melembut sekaligus melembutkan perasaan.

Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan perempuan. Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan perempuan. Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap di hadapan cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua. Wajah akan suram, mata akan kelam. Di Ujung nanti, semua wanita itu akan terlihat sama saja. Tidak ada yang cantik, tidak ada yang indah, tidak ada lagi yang dapat memberikan kelembutan pada pandangan mata.

Yach…. inilah kecantikan rupa yang akan basi dimakan waktu. kecantikan yang mungkin tidak bertahan walau hanya 40 tahun. Kecantikan ini memang didambakan oleh setiap kaum Adam. Namun, jauh di lubuk hati masih ada kecantikan yang lebih diharapkan. kecantikan yang tak lekang oleh waktu. kecantikan yang hilang oleh cerita. kecantikan abadi yang benar-benar didamba oleh siapun.

Inilah kecantikan yang dipupuk oleh Iman dan ibadah….


Comments Off

Tags:

Tarbiyah itu sederhana

Posted on 25 January 2010 by miezfy

artikel ini saya dapatkan dari Group PKS ku yang kucinta..dan say sangat suka dengan artikel ini....

Kalau harus menjelaskan kesan dari fenomena tarbiyah dalam satu kata saja, saya akan menggunakan kata kunci : “sederhana”. Ya, tarbiyah memang sebuah proses yang sangat sederhana, bersahaja, apa adanya, dan begitu mudah untuk dipahami. Tidak ada rahasia macam-macam, tidak ada resep khusus, tidak ada tips dan trik beraneka ragam yang bisa diajukan. Tarbiyah memang semestinya tetap sederhana.



Kalau Anda membaca risalah-risalah dakwah Hasan al-Banna, niscaya tidak akan Anda temukan pembahasan yang berat-berat, meliputi pembicaraan semacam filsafat, pemikiran dan semacamnya. Segala yang disampaikannya sederhana dan mudah dipahami. Tapi mungkin memang itulah kunci suksesnya.



Rasulullah saw. sendiri menjalankan proyek dakwahnya dengan sangat sederhana. Apa yang tidak bisa dipahami? Tuhan itu hanya satu, karena itu lupakan segala ketergantungan pada yang lain. Kembali pada ajaran tauhid Nabi Ibrahim as. yang murni, lepaskan diri dari segala bid’ah yang dipicu oleh hawa nafsu. Tinggalkan segala keberingasan jahiliah, berhenti membunuhi anak-anak perempuan, dan mulailah menjadi manusia yang baik. Sisihkan sebagian rizki buat orang lain, peliharalah kejujuran dalam kondisi apa pun. Jangan banyak mengeluh, karena kesabaran di dunia akan dibayar mahal dan tunai di akhirat. Bagian mana dari ajaran Islam yang sulit dipahami?



Para sahabat pun merespon dakwah Rasulullah saw. dengan cara yang amat sederhana, bahkan boleh dibilang kekanak-kanakan. Ketika mereka mendengar perintah untuk menyisihkan sebagian rizki yang didapatnya, mereka langsung gelisah memikirkan rizki yang mana yang sebenarnya merupakan jatah orang lain. Saking gelisahnya sampai-sampai Abu Bakar ra. memutuskan untuk menyedekahkan saja semua hartanya di jalan Allah. Mereka menerima perintah apa adanya, dengan pengertian yang paling sederhana. Demikianlah generasi terbaik.



Mereka yang tidak berpunya mengadukan kegundahan hatinya pada Rasulullah saw. Jika memang begitu besar keutamaan sedekah, maka orang-orang miskin adalah pihak yang paling buruk nasibnya. Begitu sederhana cara mereka merespon perintah Allah, dan sederhana pula solusinya : setiap orang tidak dibebani melainkan menurut kemampuannya masing-masing. Banyak harta artinya banyak kewajiban. Kalau tidak punya harta, setidaknya masih ada tenaga dan jiwa untuk dibaktikan di jalan yang benar.



Datang pula para Muslimah kepada Rasulullah saw. dengan pikirannya yang amat sederhana. Kaum lelaki mendapatkan banyak keutamaan dengan mencari nafkah dan jihad di jalan Allah ; lalu bagaimana nasib para Muslimah yang memfokuskan hidupnya untuk keluarga? Rupa-rupanya Islam memang telah mengadakan pembagian tugas yang amat jelas bagi lelaki dan perempuan. Para Muslimah tidak dibebani kewajiban untuk mencari nafkah dan ber-jihad karena mereka memiliki tugas yang sangat besar, yaitu memastikan kontinuitas dakwah dengan melahirkan dan membesarkan kader-kader handal yang akan mengharumkan bumi dengan kebaikan. Dari merekalah lahir orang-orang besar, dan kepada mereka pulalah para pejuang Islam mencari ketentraman hati.



Betapa sederhananya cara para sahabat merespon dakwah Rasulullah saw. Mereka mulai segala sesuatunya dengan cara yang paling sederhana. Setiap ayat yang mereka simak dari lisan Rasulullah saw. dicerna sedapat mungkin, dihapalkan, dipelajari, kemudian diamalkan. Mereka tidak malu melakukan amal sekecil apa pun, karena yakin bahwa kebaikan secuil pun akan menggunung jika dilakukan secara konsisten. Ketika melihat Rasulullah saw. shalat, mereka pun shalat. Qiyamul lail biar dua rakaat pun tak mengapa ; hanya hapal surah Al-Ikhlash dan An-Naas pun tak masalah. Bahkan orang pedalaman yang mengira dirinya wajar untuk kencing di dalam Masjid pun menerima ajaran Rasulullah saw. secara bertahap.



Begitulah tarbiyah, segalanya serba sederhana. Tarbiyah bukan berarti harus langsung berjilbab panjang, harus langsung tilawah 1 juz per hari, harus langsung shalat Dhuha setiap hari, dan sebagainya. Satu-satunya ‘yang harus’ adalah memiliki aqidah yang benar, yaitu yang berdasarkan tauhidullah. Kalau syarat ini sudah dipenuhi, maka ia berhak menerima tarbiyah. Tidak perlu mencibir kekurangannya, karena justru kekurangan pribadi itulah yang menyebabkan tarbiyah itu urgen bagi setiap Muslim.



Akhir-akhir ini saya menjumpai kader tarbiyah yang tidak lagi sederhana pikirannya. Ketika bicara tarbiyah yang muncul dalam pikiran hanya partai. Ada akhwat yang tadinya tidak berjilbab kini mengenakan jilbab yang ‘mencekik leher’, tapi masih juga dipandang sinis. Padahal, untuk sebuah langkah itu saja, ia mesti menempuh banyak rintangan, termasuk orang tua yang pikirannya masih sekuler. Ia sudah mati-matian men-tarbiyah dirinya sendiri, tapi apa dinyana saudara-saudaranya sendiri tidak memberi dukungan yang wajar didapatnya. Ada kader dakwah yang memandang segala sesuatunya dengan serba apatis. Bagaimana mau dakwah kalau objek dakwahnya tidak mau mendengar? Bagaimana mau menebar kebaikan jika negara tidak mendukung? Bagaimana mau memperbaiki nasib jika intelektualitas umat begitu rendah? Bagaimana umat mau diterima doanya kalau rizkinya masih berasal dari yang haram dan syubhat? Bagaimana mau maju kalau ekonomi umat terpuruk terus? Padahal pertanyaan yang seharusnya diajukan adalah : apa yang akan kita dakwahkan kalau segalanya sudah serba ideal?



Hasan al-Banna adalah seorang lelaki yang amat sederhana, menggunakan pola pikir yang amat sederhana, dan memandang segala sesuatunya dengan amat sederhana. Ia mendirikan organisasi berdasarkan konsep yang amat sederhana, dan dengan sangat bersahajanya dipilihkanlah nama : Ikhwanul Muslimin. Pesan dari nama ini begitu kuat namun mudah dipahami : setiap Muslim itu bersaudara. Inilah semangat yang menjadi karakter dalam dakwahnya. Sederhana, bukan? Memang, tapi justru yang seperti inilah yang dulu sempat membuat kekuatan zionis ketar-ketir.

http://akmal.multiply.com/journal/item/614/Tarbiyah_Itu_Sederhana_Saja

Comments Off

Tags:

[Interaktif] Mana yang anda pilih?

Posted on 25 January 2010 by ahnku


Ini sebuah kejadian yang benar-benar sedang terjadi. Suatu hari, di tempat anda tinggal saat ini, tiba-tiba sebuah bencana datang. Sebuah angin Topan dengan kekuatan tinggi mendekat ke daerah tempat tinggal anda. Saat itu anda dengan kecepatan tinggi mengendarai motor anda untuk menyelamatkan diri. kemudian, beberapa lama anda mengendara, anda melihat tiga orang yang sedang yang sedang was-was menunggu kendaraan evakuasi. awalnya anda ingin meninggalkan mereka begitu saja. namun, hati kecil anda berkata lain ketika anda sadar siapa mereka. anda langsung mengentikan kendaraan dan bertekat harus menolong salah satu atau semua dari ketiganya.Orang pertama dari ketiga orang tersebut adalah Seorang Dokter yang masih muda. orang kedua adalah seorang nenek tua yang sudah renta. dan orang yang ketiga adalah seseorang yang sangat anda cintai.

Awalnya anda ingin menolong ketiganya. tapi sangat disayangkan. kendaraan anda hanya berkapasistas dua orang. sehingga bersama anda hanya memungkinkan menyelamatkan satu orang lagi. Jauh di belakang anda mobil evakusi sedang menyisir jalan mencari masyarakat yang tertinggal.

Dalam konteks ini… Siapa orang yang akan anda tolong? dan apa alasan anda?

Comments Off

Tags:

ACFTA DAN KESIAPAN SUMBERDAYA MANUSIA

Posted on 24 January 2010 by sjafri mangkuprawira


 

       Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) di awal tahun ini sudah resmi diberlakukan oleh negara-negara Asean dan China. Isi kesepakatan tersebut menyangkut penurunan atau penghapusan tarif bea masuk hingga nol persen. Pro dan kontra pelaksanaannya bermunculan. Ada yang menganggap itu sebagai neolibnya sistem ekonomi dunia. Dan Indonesia belum siap untuk menghadapinya. Bahkan ada yang menyebutnya kita akan lagi-lagi menjadi “irlander” penguasa kapitalis. Ada juga yang menilai mau tidak mau Indonesia harus menghadapi ancaman ketika China dengan kebijakannya melakukan penetrasi pasar yang sangat agresif. Di sisi lain ada yang berpendapat bagaimana sebaiknya setiap ancaman seharusnya dikelola sebagai peluang.

        Belakangan ini sebutan China sebagai negara raksasa di dunia semakin diperkuat lagi karena keberhasilannya sebagai negara pengekspor terbesar. Mengalahkan Amerika dan Jerman. Dan termasuk Negara yang memiliki daya saing tinggi. Sementara Indonesia dalam peringkat daya saing global, ternyata  hanya mampu menduduki peringkat 54 dari 136 negara yang disurvei (The Global Competitiveness Report 2007-2008). Selain itu karena kemudahan untuk berusaha di Indonesia pada tahun 2005-2006 berada di peringkat ke-135 dari 175 negara (International Finance Corporation (IFC) dan Bank Dunia). Alasan sangat klasik terjadinya keterpurukan itu adalah tidak efisiennya birokrasi.

        Memang dilihat dari berbagai segi, China memiliki keunggulan ketimbang Indonesia. Misalnya dari segi biaya produksi yang lebih rendah, harga relatif murah, jejaring bisnis dunia yang sangat luas, riset dan pengembangan yang fokus dan konsisten, dan teknologi yang lebih maju serta didukung akses perizinan investasi yang relatif mudah dan murah. Belum lagi ditinjau dari segi sumberdaya manusia (SDM). Khusus dalam aspek ini Indonesia tertinggal tidak saja dilihat dari tingkat pendidikannya tetapi juga dari spirit membangunnya. SDM China merupakan buah dari proses panjang suatu penerapan sistem pengembangan karakter yang bersifat sentralistik yang menekankan semangat juang dalam membangun. Sementara sistem pengembangan manusia Indonesia kurang menekankan pada pembentukan karakter pejuang. Walaupun pernah diterapkan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) selama hampir dua dekade lebih, mulai di tingkat SMA sampai perguruan tinggi, namun hasilnya kurang signifikan. Pasalnya karena kurangnya keteladanan dari pihak penyelenggara negara plus terjadinya moral hazard dalam manajemen kebijakan pemerintah.

        Pakta perdagangan bebas Asean dan China sudah bergulir. Akan mundurkah Indonesia karena ketidaksiapannya? Hemat saya tidak demikian. Agar Indonesia mampu menghadapi persaingan kuat dari China maka faktor penguatan mutu sumberdaya manusia menjadi keharusan. Mengapa demikian? Karena fakta di lapangan terjadi ketidaksesuaian kompetensi SDM dengan pasar kerja. Selain itu terdapat ketidakseimbangan kebutuhan pelayanan publik dengan jumlah petugas. Pola, program dan metode pendidikan juga diharapkan lebih berbasis pada kompetensi dan berorientasi pada kebutuhan pasar. Hal ini berkait dengan pengembangan lulusan sekolah kejuruan dan politeknik dan kewirausahaan yang semakin bermutu. Selain itu lulusan proses pendidikan khususnya di perguruan tinggi sebaiknya memiliki karakteristik: (1) mau bekerja keras; (2.) motivasi diri tinggi; (3) mempunyai visi kedepan; (4) memiliki kepercayaan diri yang kuat; (5) memiliki pemikiran matang; (6) mampu berpikir analitis; (7) mudah beradaptasi; (8) mampu bekerja dalam tekanan; (9) cakap berbahasa Inggris; dan  (10) mampu mengorganisasi pekerjaan.

Comments Off

Tags:

PANSUS : YOI, YA, dan YA BEGITULAH

Posted on 23 January 2010 by sjafri mangkuprawira


 

         Sudah hampir sebulan ini Pansus Hak Angket DPR tentang Kasus Bank Century bekerja. Hampir tiap hari diadakan acara rapat terbuka untuk mendengarkan informasi dari berbagai kalangan yang langsung maupun tidak langsung ada hubungannya dengan kasus. Sekaligus sebenarnya dengan penyelidikan. Dalam rapat terbuka yang disiarkan luas oleh media televisi dan radio itu tentunya terjadi diskusi mulai dari sekedar yang bersifat menggali informasi sampai berdebat dengan saksi periksa dan nara sumber. Bahkan perdebatan antaranggota pansus sesekali juga terjadi. Ada yang elegan dan ada yang asal ngomong. Ada anggota yang bertanya layaknya sebagai penyidik dengan nada marah-marah dan ada yang santun dan elegan.

         Gambaran seperti yang terjadi di dalam rapat terbuka pansus tersebut mengingatkan saya pada cerita lucu seperti ini (Ketawa.Com; modifikasi dari Fikar, 13 Januari, 2006). Ada seorang turis asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia merasa bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu berbeda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah. Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat, "Bagaimana cara membedakan yoi, ya, dan ya begitulah?"

         Kemudian, pejabat itu dengan yakinnya menjelaskan, "Kalau jawabannya yoi, orang tersebut kurang berpendidikan; kalau iya, orang itu tamatan SMA; dan kalau jawabannya ya begitulah, berarti ia sarjana.""Oh, gitu, ya?", kata sang turis."Yoi!!", jawab sang pejabat.

        Konon di muka bumi ini terdapat beragam orang yang memiliki derajad “ketahuannya”. Ada orang yang memang tahu persis tentang sesuatu; Ada orang yang tahu bahwa dia tidak tahu; Juga ada orang yang tidak tahu atau tidak sadar padahal sebenarnya dia tahu; Selain itu ada yang tidak tahu akan ketidak-tahuannya. Yang gawat adalah orang yang sok dan ngotot tahu tentang sesuatu padahal tidak tahu. Sifatnya itu bahkan cenderung suka meremehkan orang lain. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong (an-Nahl; 23).

Comments Off

Tags:

Mozilla Firefox 3.6

Posted on 22 January 2010 by ahnku


AKhirnya, setelah lama menanti… mozilla firefox 3.6 lahir juga… apa keunggulan edisi ini? selain tentunya dari efisiensi kecepatan diman mozilla menklaim diri sebagai software penjelajah tercepat di dunia. dimana kecepatan untuk membuka halaman web kini bisa dilakukan 20 persen lebih cepat. JavaScript pada versi 3.6 ini juga dieksekusi 12 persen lebih cepat daripada dengan versi Firefox 3.5. kelebihan lain yan ditawarkan adalah:

  • Lebih dari 35.000 tema untuk Firefox.
  • Plugin cek & alat-alat keamanan baru lainnya.
  • Peningkatan stabilitas dan kinerja.

untuk mencoba kendaraan menjelajah internet terbaru ini… silahkan download mozilla firefox di sini

Comments Off

Advertise Here

RELATED SITES

Random Quotes