23 Desember 2009
Rabu
Hari terakhir kuliah sebelum liburan. Mungkin juga akan menjadi hari terakhir saya bertemu dengan dirinya sebelum liburan natal dan tahun baru ini. Sayang, jadwal saya dan dirinya berbeda hari ini. Kami mengambil kelas yang berbeda. Saya terus berharap di dalam hati semoga hari ini saya akan bertemu dengan dirinya seblum saya pulang ke Jakarta.
Sengaja saya menuliskan rencananya saya di twitter
“Jam 09.00 AM ke perpustakaan mengerjakan tugas, jam 13.00 mengerjakan cash flow jam 15.00 kelas kewirausahaan dan jam 17.00 otw to JAKARTA”
tidak ada respon.. ok saya sign out, lalu fokus mengerjakan tugas.
oh my god.. saya tidak bisa menahan rasa penasaran saya. Saya log in kembali, berharap ada reply. Tapi………..
Ah tidak ada balasan, sedih rasanya. Oke saya tidak menyerah, saya menulis kembali
me : “di perpustakaan ngerjain ekoman, yang lain pada kemana ya?”
him : “ngerjain ekoman di plasma”
Rupanya dirinya berada di plasma.. ya kami memang terpisah jarak, tapi saya sangat berterima kasih dengan kemajuan teknologi sekarang. Saya bisa berkomunikasi dengannya dimana dan kapan saja.. hehehehe :p
Lagi-lagi saya tweeting
me : “cepatlah datang jam 17.00 saya mau pulang”
him : “mules gw pengen nonton”
hahaha lucu rasanya… kami berdua sama-sama online dalam twitter, namun kami berdua tidak saling berinteraksi. Saya asyik meng-update mengatakan saya akan pulang ke Jakarta. Dia asik men-update ingin menonton.
“malu, ya rasa malu ini masih ada. saya suka dirinya, tapi saya takut dia tidak, saya ingin mendekatinya, tapi saya takut ia akan jauh, yang bisa saya lakukan hanyalah berharap”
Waktu telah menunjukkan pukul 14.30 dan saya belum melihat dirinya HARI INI. Tuhan dimanakah Ia?? saya kembali menulis dalam twitter
me : “Hei.. ini sudah mau jam 17.00 wanna see you dulu laaahh~~”
Saya mematikan laptop, dan mengikuti kelas kewirausahaan. Lagi-lagi saya membenci perasaan ini.
“rasa suka, rasa cinta, rasa kagum. Semua rasa itu membuat saya menjadi tidak berdaya, saya hanya memikirkan dia. Kini otak saya telah dipenuhi oleh dirinya”
17.00
Oh god, ternyata benar hari terakhir saya kuliah, maka menjadi hari yang sangat suram. Saya tidak melihat dirinya, bahkan hanya untuk sekedar menyapa. Pukul 17.00 saya kembali ke kostan, merapihkan barang-barang yang akan di bawa ke Jakarta.
18.30
Saya sendiri di dalam angkutan kota, sambil terus memikirkan dirinya. Tiba-tiba Handphone saya bergetar, ada sms
I : “lu dimana? anak-anak mau nonton tuh, kita nonton yg jam 21.00 lu mau ikut gak? si “anu” juga ikutt loh, dia yang ngajak”
me : “what?? aahhh gw udah dalam perjalanan pulang menuju Jakarta”
I : “ya ellah lu masih dimana emang? ayoo lu harus ketemu dia dulu sebelum pulang, nginep di rumah GUWEE besok pagi pulang”
me : “huhuhuhu gak bisa.. besok gw udah ada janji ma kk gw, gimana atuh?? Argghh gw pengen liat dia.. DAMN!!”
Bodohnya diri ini, kenapa saya harus buru-buru pulang. ahh.. pupuslah sudah hasrat ini untuk berpamitan dengan dirinya. Saya kembali terduduk sendiri, kali ini saya sudah berada di dalam kereta, AC EKONOMI menuju Jakarta. Bosan menunggu, saya memberanikan diri mengirimnya sms
me : “Heh.. Seneng ya pada nonton, waktunya gak tepaaatt!! gw penggenn!! huhuhuh”
TIDAK ADA BALASAN
ya… saya pulang sendiri, di kereta yang dingin, di malam yang dingin, tanpa balasan sms darinya.
Untuk dirinya :
Saya berharap kamu mengetahui perasaan saya. Dan saya harap kamu juga memiliki perasaan yang sama, namun jika tidak, saya harap jangan ada yang berubah. Kau boleh pergi dengan siapa saja, namun yang jelas biarkanlah saya menyukaimu, menganggumimu, dan mencintaimu.
Satu lagi yang pasti
Saya kembali menulis tentang dirinya malam ini.
Tagged: Life, livinglive, love quotes, love story, people, quotes, true story, twitter, yuvitapohan

