IPB Raceway

Pernah terbayang IPB punya arena balap di dalam area kampus?

Nggak perlu dibayangkan.

Tiap hari kita sedang dan akan menyaksikan ajang balap dengan gratis di lingkungan kampus. Lantas siapa yang jadi pembalapnya? dan apa yang jadi arena balapnya?

Beberapa oknum tukang ojek seringkali menjadi pembalap amatiran di lingkungan kampus. Jalanan kampus menjadi trek balap dadakan. Dengan kemampuan mengendalikan kuda besi yang berbekal SIM, dan dengan alasan kejar setoran, mereka libas jalan kampus seperti tanpa mengenal pejalan kaki yang sama-sama menggunakan jalan.

Mendengar beberapa komentar mahasiswa IPB yang semuanya terang-terangan merasa terganggu dengan kelakuan oknum tukang ojek ini. Jelas-jelas ini membahayakan pengguna jalan lainnya. Tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas menimpa pejalan kaki di lingkungan kampus IPB.

Keluhan pun banyak bermunculan. Bahkan ada salah satu teman yang terang-terangan menyampaikan keluhan ini ke orang nomor wahid di IPB, bapak Rektor Herry Suhardiyanto – melalui Facebook . Walau tidak secara langsung, jelas ini merupakan keluhan yang bukan sekedar keluhan biasa.

Masalah yang menyangkut tukang ojek sebenarnya bukan masalah baru. Beberapa kali tukang ojek bikin ulah dengan mengganggu kelancaran dan keamanan di jalanan kampus IPB.

Agar masalah tidak sampai berlarut-larut, ada baiknya pihak IPB khususnya bidang kebersihan dan keamanan mengadakan pertemuan dengan tukang ojek di lingkungan kampus IPB. Pertemuan ini tentunya bukan hanya pertemuan yang hanya sekedar silaturahmi, melainkan pertemuan yang bisa memberikan solusi.

Tags: 

About rave

mahasiswa biasa dengan kaos oblong, celana jins, dan sepatu kets, yang berusaha menatap tingginya langit, memandang luasnya lautan, dan menyentuh lembutnya udara kehidupan
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

10 Responses

  1. Yap. Kykny emang gt mas… Hehe…
    Suka takut kalo jalan d jalanan ipb

  2. setuju setuju. berasa banget jalannya ngebut banget.
    but,in some cases kayak telat gitu, ngebutnya menguntungkan sih.hehe

  3. Sumpah deh. Mereka kyk dah ahli bgt. Ngebut d tmpt yg bnyk org. Kalo naek ojek, suka takut. Bkn takut jatuh, tp takut nabrak orang, malah jd mslh kan…

  4. yakin mereka, atau tukang ojek sudah punya SIM semua?
    tapi klo sama tukang ojek sih selama ini damai-damai aja, coz mereka minimal sudah tau jalan yang diambil.

    Dulu hampir ribut ama mahasiswa S2, yang 2 oknum ini, ngambil jalan berlawanan arah di jalur searah.. yang deket LSI sementara ane yang tau itu jalur searah, ya dikencengin lah..

  5. Kalo masalah sim saya kurang tau mas. Tp kalo memang mereka tidak punya sim, lebih ngawur lg tho…

  6. Kehadiran ojek dari dulu memang dilematis, disisi lain membantu (karena keterbatasan BIS IPB) disisi lain dengan semakin meningkatnya ojek justru mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki…

    Peningkatan jumlah bis mungkin bisa jadi solusinya, dengan banyak bis lambat laun ojek juga akan berkurang…

  7. Tp tentunya akan menambah pengangguran. Lbh baik lg kalo bis dprbanyak, dan mereka (tukang ojek) diberi pkrjaan lain…

  8. pekerjaan lainnya itu ya jadi pembalap profesional aja..hahahaha

  9. Institut Pembalap Bogor

    keren euy…
    ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*