Pernah terbayang IPB punya arena balap di dalam area kampus?
Nggak perlu dibayangkan.
Tiap hari kita sedang dan akan menyaksikan ajang balap dengan gratis di lingkungan kampus. Lantas siapa yang jadi pembalapnya? dan apa yang jadi arena balapnya?
Beberapa oknum tukang ojek seringkali menjadi pembalap amatiran di lingkungan kampus. Jalanan kampus menjadi trek balap dadakan. Dengan kemampuan mengendalikan kuda besi yang berbekal SIM, dan dengan alasan kejar setoran, mereka libas jalan kampus seperti tanpa mengenal pejalan kaki yang sama-sama menggunakan jalan.
Mendengar beberapa komentar mahasiswa IPB yang semuanya terang-terangan merasa terganggu dengan kelakuan oknum tukang ojek ini. Jelas-jelas ini membahayakan pengguna jalan lainnya. Tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas menimpa pejalan kaki di lingkungan kampus IPB.
Keluhan pun banyak bermunculan. Bahkan ada salah satu teman yang terang-terangan menyampaikan keluhan ini ke orang nomor wahid di IPB, bapak Rektor Herry Suhardiyanto – melalui Facebook . Walau tidak secara langsung, jelas ini merupakan keluhan yang bukan sekedar keluhan biasa.
Masalah yang menyangkut tukang ojek sebenarnya bukan masalah baru. Beberapa kali tukang ojek bikin ulah dengan mengganggu kelancaran dan keamanan di jalanan kampus IPB.
Agar masalah tidak sampai berlarut-larut, ada baiknya pihak IPB khususnya bidang kebersihan dan keamanan mengadakan pertemuan dengan tukang ojek di lingkungan kampus IPB. Pertemuan ini tentunya bukan hanya pertemuan yang hanya sekedar silaturahmi, melainkan pertemuan yang bisa memberikan solusi.

December 23, 2009 at 12:47 pm
Oh, begitu sekarang yaa…
December 23, 2009 at 1:49 pm
Yap. Kykny emang gt mas… Hehe…
Suka takut kalo jalan d jalanan ipb
December 24, 2009 at 9:23 am
setuju setuju. berasa banget jalannya ngebut banget.
but,in some cases kayak telat gitu, ngebutnya menguntungkan sih.hehe
December 24, 2009 at 4:33 pm
Sumpah deh. Mereka kyk dah ahli bgt. Ngebut d tmpt yg bnyk org. Kalo naek ojek, suka takut. Bkn takut jatuh, tp takut nabrak orang, malah jd mslh kan…
December 26, 2009 at 6:44 am
yakin mereka, atau tukang ojek sudah punya SIM semua?
tapi klo sama tukang ojek sih selama ini damai-damai aja, coz mereka minimal sudah tau jalan yang diambil.
Dulu hampir ribut ama mahasiswa S2, yang 2 oknum ini, ngambil jalan berlawanan arah di jalur searah.. yang deket LSI sementara ane yang tau itu jalur searah, ya dikencengin lah..
December 26, 2009 at 6:48 am
Kalo masalah sim saya kurang tau mas. Tp kalo memang mereka tidak punya sim, lebih ngawur lg tho…
December 26, 2009 at 8:39 pm
Kehadiran ojek dari dulu memang dilematis, disisi lain membantu (karena keterbatasan BIS IPB) disisi lain dengan semakin meningkatnya ojek justru mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki…
Peningkatan jumlah bis mungkin bisa jadi solusinya, dengan banyak bis lambat laun ojek juga akan berkurang…
December 26, 2009 at 8:58 pm
Tp tentunya akan menambah pengangguran. Lbh baik lg kalo bis dprbanyak, dan mereka (tukang ojek) diberi pkrjaan lain…
January 3, 2010 at 4:10 pm
pekerjaan lainnya itu ya jadi pembalap profesional aja..hahahaha
January 3, 2010 at 6:05 pm
Institut Pembalap Bogor
keren euy…
^^