sepenggal cerita tentang sahabat terbaikku

October 29, 2009

terkadang aku berpikir, kapan lagi ya aku bisa kembali tertawa bersama teman-teman karibku. sudah hampir dua tahun ini aku berada jauh dari mereka. dua tahun juga aku tidak merasakan suka dan duka mereka. kini, semua seakan terpisah oleh jurang ruang. aku menempuh kuliahku di Bogor, sahabatku Alim memilih untuk meneruskan jenjang pendidikan di Solo, UNS, [...]

Awas! Blogging Bisa Bikin Kecanduan

October 29, 2009

Okey! Kali ini saya akan coba repost postingan salah satu temen yang namanya ada di daftar mybloglog saya. Namanya mahayana, kalo mau mampir ke blognya, sok aja. Buat mas/mbak mahayana, thanks yup. Berikut postingannya...Beraktifitas lewat blog atau blogging memang banyak kegunaannya. Dengan blogging kita bisa mengekspresikan diri kita sendiri tanpa intervensi dari orang lain. Kita bisa

Formasi CPNS Ponorogo 2009

October 29, 2009

Akhir tahun 2009 ini, banyak instansi pemerintahan atau swasta yang menyelenggarakan rekrutmen baru calon pegawai atau karyawan. Begitu juga, Pemkab Ponorogo yang pada tahun ini membuka 392 kesempatan menjadi PNS. Berikut formasi cpns yang ditawarkan: Tenaga pendidikan: 139 orang Tenaga kesehatan: 107 orang Tenaga teknis lainnya: 116 orang Informasi selengkapnya buka disini -> Pengumuman CPNS Ponorogo 2009 dan Formasi [...]

PEMUDA ENGGAN BEKERJA DI SEKTOR PERTANIAN?

October 28, 2009


 

        Dengan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober ini, sengaja saya munculkan suatu pertanyaan yang tidak jarang diungkapkan khalayak luas yakni tentang “keengganan” kaum pemuda bekerja di sektor pertanian. Khususnya seperti yang terjadi di Pulau Jawa. Apakah benar seperti itu? Kalau tak tertarik maka faktor-faktor apa saja penyebabnya? Apakah karena push factor (pendorong) seperti menyempitnya luas sumberdaya lahan pertanian perkapita? Atau karena pull factor (faktor penarik) seperti bekerja di sektor non-pertanian lebih menjanjikan atau memiliki insentif ekonomi yang lebih tinggi ketimbang bekerja di sektor pertanian. Ataukah terkait dengan sistem nilai di kalangan pemuda bahwa bekerja di sektor non-pertanian lebih bergengsi? Data-data berikut mencoba menjawab sinyalemen keengganan pemuda di atas.

       Pada tahun 1982, pekerjaan sektor pertanian didominasi oleh pekerja yang berusia di usia 31-65 tahun yakni mencapai 62%. Sementara pekerja yang berusia di bawah 30 tahun mencapai sekitar 12 juta orang atau 38 persen dari total jumlah pekerja sektor pertanian. Dua dekade kemudian (2003), komposisinya berubah, yaitu jumlah pekerja di sektor pertanian yang berumur di bawah 30 tahun (kaum pemuda) semakin menurun menjadi sekitar 11 juta orang atau 27% dari total pekerja di sektor ini sedangkan pekerja di atas usia ini mencapai 73%. Sementara itu pemuda yang bekerja di sektor nonpertanian telah mengalami peningkatan. Pemuda yang bekerja di sektor perdagangan telah meningkat dari 2,859 juta orang di tahun 1982 menjadi 4,735 juta orang di tahun 2003. Begitu juga di sektor perdagangan dan jasa; masing-masing pemuda yang bekerja di sector perdagangan meningkat dari 2,807 juta orang menjadi 4,876 juta orang di tahun 2003, dan yang di sektor jasa menurun relatif kecil dari 2,719 juta di tahun 1982 menjadi 2,447 juta orang di tahun 2003.(Mohamad Maulana, Sudi Mardianto dan A. Husni Malian ; Artikel – Pemikiran Mubyarto – Juli 2007; Jurnal Ekonomi Rakyat).

        Data di atas menunjukkan selama dua dekade, secara abosolut dan relatif, jumlah pemuda yang bekerja di sektor pertanian mengalami penurunan relatif tajam. Sementara mereka yang tergolong usia di atas kelompok pemuda meningkat. Di sisi lain pemuda yang bekerja di sektor nonpertanian meningkat dari waktu ke waktu. Faktor pendorong utama menurunnya jumlah pemuda yang bekerja di sektor pertanian adalah luas asset lahan pertanian yang sempit. Diperkirakan luas lahan pertanian rata-rata per keluarga petani hanya 0,35 hektar saja. Penurunan luas pemilikan dan penguasaan lahan selain disebabkan oleh faktor pertambahan penduduk juga karena adanya konversi lahan pertanian ke nonpertanian. Konversi lahan sawah di Jawa periode 1981-1999 mencapai seluas 483.831 ha, dan pada periode 1999-2002 seluas 107.482 ha. Sementara jumlah keluarga petani yang sama sekali keluar dari sektor pertanian relatif sangat lambat. Dengan demikian produktifitas pertanian perpetani semakin menurun. Karena itulah telah terjadi transformasi struktural tenaga kerja pertanian. Diperkirakan kini sekitar 50% sumber pendapatan keluarga petani berasal dari sektor nonpertanian. Diperkirakan kondisi seperti ini tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun 2009.

       Sementara itu sebagai faktor penarik mengapa kaum pemuda lebih banyak bekerja di sektor nonpertanian adalah pengaruh posisi Pulau Jawa sebagai pusatnya pembangunan. Tersedianya infrastruktur yang hampir merata di berbagai propinsi di Jawa mendorong berkembangnya sektor-sektor industri, perdagangan, dan jasa. Disamping karena pemilikan luas lahan pertanian yang sempit, tumbuhnya sektor-sektor nonpertanian itu telah membuat daya tarik tersendiri bagi para pemuda. Semacam ada gula ada semut. Hal demikian juga dicerminkan terjadinya urbanisasi. Selama 39 tahun, urbanisasi di Jawa meningkat 33,1 persen dari 15,6 persen (survei penduduk 1961) menjadi 48,7 persen (survei penduduk; 2000) dengan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 3,5 persen. Urbanisasi di Jawa bakal semakin menjadi-jadi ketika dibangunnya tol Jakarta-Surabaya (rencana), PLTN Muria, jembatan Suramadu, jembatan Selat Sunda (rencana), dan megapolitan Jabodetabek.

        Dari data-data di atas, timbul pertanyaan apakah tepat dikatakan para pemuda enggan atau tidak berminat bekerja di sektor pertanian?. Sebenarnya bukan seperti itu. Namun karena kurangnya pilihan lain yang lebih terbuka di sektor ini bagi mereka. Saya yakin mereka tidak bekerja di sektor pertanian bukanlah merupakan pilihan pertimbangan satu-satunya. Selain itu dengan semakin tingginya tingkat pendidikan mereka maka semakin kritis dan semangatnya untuk memilih mana bidang pekerjaan yang dianggap rasional.

       Kalau saja akses dan investasi di sektor pertanian,lebih spesifik lagi di sektor agribisnis, yang semakin luas plus insentif ekonomi yang bersaing maka para pemuda pun siap untuk bekerja di sektor tersebut. Apalagi dengan kondisi pengangguran yang cukup besar selama ini yakni 9,38 juta orang pada Agustus 2008. Tidak ada alasan mereka mau berdiam diri menganggur kalau kesempatan kerja di sektor pertanian terbuka. Karena itulah ada baiknya dibuat dan dikembangkan kebijakan pelatihan bisnis, pendanaan (kredit modal), teknologi, dan pasar bagi para pemuda yang akan berusaha dalam pengembangan produk sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi walau dengan luasan lahan relatif marjinal.

geocities.com In Memoriam

October 28, 2009

Rabu, 28 Oktober 2009Layanan penyimpanan data online milik raksasa yahoo!, geocities.com lenyap dari peredaran. Kok bisa? gimana ceritanya?waktu itu buka blog, trus liat kayaknya ada yang aneh. Logo #indonesiaunite di sudut kanan blog ilang alias gag nampil. Langsung gw selidiki, buka geocities. eh, tau-tau... nongol tampilan kayak giniawalnya gw ignore (baca: abaikan) aja tuw tampilan. Gw kira

Apakah Kaum Muslim Perlu Merayakan Halloween?

October 28, 2009

Barangsiapa berdiam negeri orang asing, lalu membuat festival menyerupai mereka hingga dia mati, kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama merekaHidayatullah.com--Sebentar lagi akan memasuki akhir bulan Oktober. Sebagaimana biasa dalam tradisi Barat, malam tanggal 31 Oktober dirayakan pesta Halloween. Pada hari ini anak-anak berpakaian aneh-aneh dan seram. Mereka berkeliling dari pintu

Living life..

October 28, 2009

Hidup saling merepotkan

Mana bs km lakuin smua sndri, sneng2 sndri, ketawa2 sndri, senyum sndri

Smua hrs dibagi, mau repot, mau susah, mau seneng
Itu yg namany tanggung jawab dlm berhubungan

Bkn mengganggap skeptis, gbsa ap2, lemah

Ga bersyukur namanya..

—lama kubolak-balik kata demi kata yg dalam sekejap memenuhi bagian terdalam atas benda bernama jiwa.

Sebuah nasihat. Darinya yg selalu menyempatkan untuk mengangkat keterpurukan atas asa dan cita dari seorang anak manusia.

Dan sebenarnya seperti itulah saya, bukan hanya saya tapi Anda, kamu, kita, mereka, yang tak akan pernah lepas satu sama lain.

Sosial, kata yg paling saya benci sejak duduk di bangku SMP. Tapi dia yang menjamin saya menjadi seperti saat ini. Dewasa dan egois.
Ah apa benar egois??
Jawabannya bukan saya yang tau, karna egois tidak diukur dari seorang diri, tapi dari kacamata hati orang lain. Itu namanya sosial.

Hah. Bukannya saya sombong, tp kenyataannya memang begitu, saya , Anda…

Pesta Blogger 2009, Ajang Silaturahmi Para Blogger

October 28, 2009

Pesta Blogger kembali digelar Sabtu (241009) kemarin. Untuk kedua kalinya saya juga turut hadir diajang kopdar nasional dan terbesar para blogger di Indonesia. Meskipun acara ini (menurut mas Iman Brontoseno, sang Chairman PB 2009) masih menimbulkan pro dan kontra, namun acara dapat berlangsung ramai dan meriah. Sekitar 1200 blogger dan penggiat internet turut hadir meramaikan [...]

Opera Mini Diklaim Bikin Hemat Rp 76 Triliun

October 27, 2009

Jika Meninggal, Pengguna Facebook Jadi Monumen

October 27, 2009

« Previous PageNext Page »

Comments are closed.