Archive | September, 2009

Hampir lupa kalau punya blog…

Posted on 30 September 2009 by a3u5z1i

Dalam sebulan ini, cuma beberapa kali inget kalau saya punya blog. Dan diantara yang beberapa kali itu, cuma satu dua kali  saya ingat kalau sudah lebih dari sebulan saya belum login ke blog ini. Naas amat :P

Banyak sih faktor penyebabnya, mungkin ini beberapa di antaranya :

  1. Mendadak menjadi kaum fakir bandwitch. Ini diakibatkan gabungan antara libur kuliah dengan koneksi yang terputus T_T. Sekarang sudah tidak langganan IM2 lagi, jadi kalau internet rumah terputus, habislah sudah. Sialnya, liburan ini, internet rumah sempat putus lebih dari seminggu. Kalau online-pun hanya untuk mencari bahan untuk tugas.
  2. Tugas!! Suka tidak suka, ilkom semester 5 tugasnya jauh lebih banyak daripada gabungan tugas di semester 3 dan 4. Akhirnya, jadi lebih fokus ke ngerjain tugas deh kalau internetan. Parahnya, tugas di semester 5 itu bisa dibilang mengasyikkan. Disuruh buat model tiga dimensi pake openGL, disuruh buat SKPL proyek RPL, disuruh buat software. Wah pokoknya asyik dah. Jadi rajin ngerjain tugas semester ini :mrgreen: . Wajib ditiru ini. Hehehe..
  3. Kepanitiaan. Wah, pusing juga kepanitiaan sekarang. Baru kali ini mendapat amanat di posisi itu soalnya.
  4. Asprak. Seminggu dua kali pertemuan. Naasnya, kebagian tugas ngajar di waktu-waktu prima untuk internetan (pagi-pagi sekali dan sore-sore sekali). Belum lagi masih harus menyiapkan materi untuk praktikum. Beeh….

Mengingat poin nomor dua diatas, sepertinya kedepannya blog ini akan banyak menyinggung-nyinggung soal tugas. Hahaha…

Comments Off

Mafia Wars Loot : Tiger Unleashed Event

Posted on 26 September 2009 by nurussadad

Wew.. I don’t know that there is Tiger Day? I still in my vacation in my village, there is new internet cafe near my house, the internet connection here just enough to make post in my blog.

Le Tigre : Vehicle 26 Attack and 15 Defense

Tigerskin Armored Vest : Armor 12 Attack and 30 Defense

Tora Assault [...]

Comments Off

pulang kampung

Posted on 16 September 2009 by arisnonot

6733_1105185875773_1410556674_30263880_2273822_nwah,,,sunggug asyik kayakanya yang namanya pulang kampung. Aplagi bareng satu rombongan.

Ya,,,itulah salah satu perjalan kami, keluraga besar Mnggoloputro yang merupakan perkumpulan para pelajar ponorogo yang di IPB Bogor. Sejak sebulan yang lalu kami telah beruembug untuk mengadakan mudik bareng alias pulang kampung. Banyak berbagai kendala yang kami alami untuk merencanakan mudik ini.

tapi kami tetep semangat dan tetep kompak ngejalaninya. Hingga pagi tadi (16/09/09)  suasana kampus kami mulai agak sepi dari kegiatan perkuliahan dan praktikum. Rata-rata teme-temen sibuk dengan persiapan pulang kampungnya. ada yang membawa 2 koper besar yangpenuh dengan buku pelajaran dan baju ganti,,,maklum mau belajar dirumah kayaknya dan dirumah dah gak ada pakain ganti. heheheh,,,

Sejak pagi tadi, bis yang akan membawa kami pulangpun sudah siap di plataran GWW(graha widya wisuda) kampus iPB. Sekitar lebih dari 20 bis sudah terlihat berjejer rapi. Tentunya bis-bis itu tidak untuk ponorogo saja. Yang jelas, hampir seluruh mahasiswa jawa timur berangkat pulang malam ini.

Hingga sore tadi persiapan dari temen temen semakin mateng saja. Menjelang magrip, koper-koper mulai deseret menuju tempat parkiran bis. Wajah -wajah ceria terlihat jelas dari raut muka temen temen manggoloputro. Sudah gak ada lagi pikiran tentang rumus fisika yang menjenuhkan atau rumus kimia yang membuat pusing pikiran ini. Tapi kegembiraan tetep tertliahat dari tiap tiap wajah temen-temenku. Apalagi adik kelasku ( Maklum pertama kali mudik).

Tepat puku 18.00,  pak supir menyuruh semua rombongan( madiun, ngawi, magetan, ponorogo) untuk naik bis ( KAta pak supir, “hujan mau turun”), Tak berapa lama, rombongan pun sudah di dalam bis semua. Kemudian bis mulai berjalan.

Perjalanan berhenti sebentar di masjid Dalam kampus( Alhuriah ) untuk menunaikan solat magrib.

dan setelah solat magrib, perajalan dilanjutkan sekitar pukul 19.00.

Semoga perjalanan temen-temen selamat dan sampai tujuan.salam ma keluarga yang di rumah.

Comments Off

Holiday

Posted on 15 September 2009 by nurussadad

I will be away for two weeks because of lebaran holiday, from September 17, 2009 until September 30, 2009.
So I can not answer any e-mail, any comments from you all for two weeks. I’m sorry.
See you all.

Comments Off

Mafia Wars E-book for Free or ..?

Posted on 14 September 2009 by nurussadad

Mafia Wars as we know it has a lot of players, some people take this opportunity to sell items on mafia wars, like me, even selling e-book on Mafia Wars like Mafia Cheat or Mafia Wars Strategies or Mafia Wars Secret even this e-book worth U.S. $ 27, Crazy … Very expensive for a [...]

Comments Off

Programmer seharusnya anti pembajakan

Posted on 11 September 2009 by abrari

Sedikit nulis gak jelas saja…

Setelah sedikit menjalani kuliah tentang pemrograman (sebenarnya dari dulu sih), saya jadi sedikit sadar, betapa sulitnya membuat program. Betapa sulitnya merangkai logika dan mengimplementasikannya ke dalam sebuah program yang fungsional. Program yang kami buat masih sangat sederhana sekali banget, mungkin bisa dibilang beberapa tingkat di atas “Hello World”. Namun sudah cukup memeras pikiran. Belum lagi dalam proses debugging alias mencari dan memperbaiki kesalahan program.

Dari perasaan itulah, timbul suatu kesadaran, bahwa membuat program itu memang sulit (dosennya juga bilang begitu). Dari situ pula timbul suatu kekaguman kepada para pembuat program aplikasi yang begitu hebatnya merancang dan menulis kode program sehingga menjadi apa yang kita lihat saat ini, ambil contoh Microsoft Office. Kode yang sudah mereka ketik mungkin sekali berjumlah jutaan baris untuk membuat aplikasi yang benar-benar berguna tersebut. Dibutuhkan waktu yang cukup lama pula dan sumberdaya manusia (baca: programmer) yang banyak untuk membuat aplikasi itu. Office 2007 membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk rilisnya (dari Office 2003). Dana yang dibutuhkan untuk pengembangannya juga mungkin sangat besar. Ya, membuat sebuah software tidak jauh berbeda dengan membuat suatu peralatan elektronik. Perbedaannya mungkin hanyalah: pembuatan software “hanya” dilakukan dengan mengetik sedangkan membuat alat elektronik butuh komponen-komponen fisik yang harus dirangkai sedemikian rupa.

Lalu, kita yang ada di sini, seenaknya saja meng-copy aplikasi Office tersebut. Atau minta diinstalkan kepada tukang servis komputer terdekat seharga Rp25.000. Padahal harga aslinya bisa mencapai lebih dari 2 juta rupiah. Ini bisa disebut mendzalimi si Microsoft selaku pembuat software (kata seorang Ustadz).

Jika sudah demikian, di mana idealisme kita sebagai mahasiswa sekaligus (calon) programmer? Kapan kita bisa menghargai hasil karya orang lain yang kita “curi” seenaknya?

Mungkin kita juga akan marah jika seandainya, misalkan kita sudah membuat software yang berguna lalu kita komersilkan, lalu tiba-tiba ada orang lain yang tidak membelinya namun hanya meng-copy-nya begitu saja. Percayalah, mereka yang bekerja di Microsoft juga merasakan hal yang sama. Bahkan ini bisa memengaruhi pendapatan perusahaan raksasa tersebut.

Mereka yang tidak mengerti bagaimana sulitnya membuat program mungkin akan santai-santai saja meng-copy program aplikasi yang seharusnya tidak boleh di-copy tersebut. Namun, kita yang paham bagaimana sebuah aplikasi dengan susah payah dibuat harus bertanya pada diri sendiri, apa gak malu?

Ya, masalahnya kita hidup di negeri yang tidak terlalu memedulikan masalah tersebut. Negeri yang kebanyakan orangnya tidak mampu menghargai karya orang lain. Lagipula, harga software tersebut juga tidak terjangkau untuk pengguna komputer pada umumnya.

Maka, sebagai (calon) programmer, alangkah baiknya jika kita selalu berusaha untuk legal dan tidak membajak. Jika kita belum mampu membeli aplikasi yang berbayar, cari alternatif penggantinya yang gratis, kalau bisa yang open source supaya kita yang mampu memprogram bisa ikut mengembangkannya. Dengan demikian, tidak akan ada yang mendzalimi maupun terdzalimi, dan semuanya akan berjalan dengan damainya…

Comments Off

GANESHA PALA: Menyatukan Hati 20 Generasi

Posted on 08 September 2009 by wongbagoes

Mengingat kembali catatan dan kenangan semasa SMA, serasa membuka kembali memori saya akan masa putih abu-abu. Dan mengharuskan saya untuk menguarai-berai kembali cerita dan catatan yang telah tergores saat itu. Mungkin banyak diantara kita, yang ingin kembali masa itu. Masa paling indah, begitu banyak orang menyebutnya.
Salah satu masa yang sulit saya lupakan semasa SMA adalah [...]

Comments Off

Mahasiswa,,,,masyarakat telah menunggumu,,,

Posted on 04 September 2009 by arisnonot

Bagiku mahasiswa adalah salah satu orang yang terdidk di kalangan masyarakat kita. Apabial kita Tanya kepada seseorang , Apa profesi kamu? Jawabnya adalah mahasiswa, Tentunya kita sebagai seorang yang awam akan melihat bahwa nereka adalah oarng yang mempunya nilai lebih dari kita dalam bidang intelektualnya.

tapi apakah mereka telah cakap untuk berani dan terjun dalam masyarakat? Sulit untuk di jawab oleh mereka. Munkin mereka sebagai mahasiswa sangat elergi dengan keadaan masyarakat kita yang hidupnya masih membutuhka n uluran tangan kita.

Sebagai mahasiswa yang telah terdidik seharusnya pengabdian dalam masyarakat harus di utamakan terlebih dahulu. Hal ini karena merekalah ( Mahasiswa ) yang patut dan mampu untuk membantu memajukan masyarakat kita. Tetapi dalamkenyataanya, banyak dari para mahasiswa yang elergi terhadap masyarakat kita sendiri, Ketika mereka telah lulus dan mendapat kan gelar, merka malah memilih untuk melnjutkan sekolahnya di luar ngri dan berlanjut untuk bekerja di sana.

selain itu, banyak lulusan Sarjana kita yang hanya mengaggur untuk mnanti dipanggil menjadi pekerja di kantor-kantor swasta. Bahkan yang menjadi andalan mereka adalah melamar untuk menjadi pegawai negeri.

Sungguh mengherankan kondisi mereka sebenarnya. Dikala masyarakat berharap kerjasama dengan mereka serta pengabdian yang sesungguhnya,,,masyarakat hanya merima dengan tangan kosong. Memangs angat minim sekali sebenarnya peran mahasiswa dalam bidang kemasyarakatan. Hal ini seharusnya wajib untuk kita evaluasi kembali agar masyarakat kita bisa menjadi lebih terdidik dengan adanya mahasiswa yang mampu mendampingi masyarakat kita.

Comments Off

Webometric: IPB Terlempar ke 2215 WCU

Posted on 03 September 2009 by wongbagoes

Menjadi sebuah World Class University adalah cita-cita dan keinginan banyak universitas di berbagai negara. Hal ini mendorong berbagai universitas untuk melakukan terobosan di berbagai bidang mulai dari kualitas mahasiswa dan dosen, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan jumlah riset dan penelitian, peningkatan sarana dan prasarana, hingga peningkatan penggunaan teknologi secara masif. Kondisi ini membuat persaingan antar kampus semakin ketat, persaingan tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga antar negara.

Institut Pertanian Bogor yang mempunyai visi menjadi universitas riset terdepan dalam bidang pertanian tropika, juga telah melakukan upaya untuk menjadi bagian dari World Class University. Namun, demikian pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan akademik dirasa sangat kurang. Sehingga beberapa lembaga pemeringkat menempatkan IPB tidak dalam peringkat yang terbaik.

Teknik pemeringkatan universitas di dunia ada banyak sekali, salah satunya adalah Webometric. Dalam pemeringkatan versi Webometric kebanyakan mengambil faktor “kehidupan” universitas di dunia Internet. Termasuk didalamnya adalah aksesibilitas dan visibilitas situs universitas, publikasi elektronik, keterbukaan akses terhadap hasil-hasil penelitian, konektifitas dengan dunia industri dan aktifitas internasionalnya. Dalam publikasi yang dikeluarkan bulan Januari 2009 Webometric menempatkan IPB di peringkat ke-2063 dunia atau peringat ke-8 Indonesia.

Sedangkan publikasi yang dikeluarkan terbaru (Juli 2009) dari Webometric menempatkan IPB di peringkat 9 universitas di Indonesia dan tergeser oleh Universitas Airlangga dan Universitas Sebelas Maret. Namun yang cukup mencengangkan IPB melorot 152 tingkat dalam peringkat dunia. Secara umum peringkat universitas di Indonesia ada yang naik dan ada pula yang turun. UGM, Univ. Petra, Univ. Gunadarma, dan UNS mengalami peningkatan. Sedangkan ITB, UI. IPB dan Unibraw mengalami penurunan.

Penurunan ini menempatkan IPB ke peringkat 2215 dunia. Sebuah hadiah yang kurang mengenakkan di tengah-tengah upaya untuk menjadi salah satu World Class University yang terdepan. PR besar menanti DKPSI sebagai lembaga pengampu dalam pengelolaan teknologi informasi di IPB. Namun PR ini bukan milik IPB saja tetapi juga seluruh civitas IPB.

Lantas apa yang bisa dilakukan?

Dalam pemeringkatan Webometric, setidaknya ada 4 hal yang harus diperhatikan:

  • Visibility (V): Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain  (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead.
  • Size (S): Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead.
  • Rich Files (R):  Volume file yang ada di situs Universitas dimana format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt).
  • Scholar (Sc): Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data Sc ini diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.

Dari ke empat hal tersebut, visibility merupakan peyumbang skor terbesar dengan persentase 50% dari keseluruhan total penilaian. Artinya dibutuhkan tautan/link yang mengarah ke situs IPB sebanyak-banyaknya. Hal ini juga harus didukung oleh kemantapan situs IPB untuk bersaing dengan website universitas lain. Mulai dari berfungsinya seluruh link di situs ipb, kelengkapan publikasi ilmiah (perpustakaan IPB yang seharusnya mengambil peran), keaktifan Departemen, unit kerja dalam mengelola website dan “sebaiknya” tidak seperti website LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) yang menginduk ke rumahkucing.com menajdi http://lppm.rumahkucing.com.  , dan juga peran lembaga kemahasiswaan IPB. Dan gelar Lomba Web Lembaga Kemahasiwaan yang digelar patut kita dukung. Hayo, departemen atau lembaga kemhasiswaan mana yang belum punya web? (AN)

Comments (3)

BloggerIPB Masuk Koran Kampus

Posted on 03 September 2009 by abrari

Yah, mungkin udah pada tahu, tapi mungkin saja ada yang belum tahu. Karena itu saya mencoba ceritakan di posting ini…

Semalam saya menemukan secarik serpihan koran kampus edisi terbaru (tertulis: 31 Agustus – September 2009). Di situ, ada ulasan pada rubrik komunitas mengenai BloggerIPB. Diawali dengan kutipan yang katanya dari Mas Nurussadad,

“Kalau nulis di kertas, kertasnya bisa ilang, kalau nulis di tembok, tulisannya gampang ilang. Kalau nulis di internet, tulisan kita bakal ada selamanya, bahkan bisa dibaca dan dikomentari banyak orang.”

Tulisan di koran kampus itu membahas sejarah dan pendiri BloggerIPB, perpindahan domain ke yang sekarang, serta para admin yang sekarang. Nama-nama yang disebut dalam tulisan itu antara lain: sang pendiri Mas Luthfi, Mas Willy a.k.a. Wongbagoes, Mas Auzi, serta Mas Nurussadad, sayang namaku tidak ada. Mas Nurussadad sendiri adalah narasumber dari artikel yang ditulis di koran kampus itu.

Selain membahas orang-orangnya, artikel itu juga membahas kegiatan yang telah dan hampir akan dilaksanakan, misalnya kofdar. Usaha BloggerIPB untuk menaikkan ranking situs web IPB di Webometrics juga dibahas (saya baru tahu kalo itu dinamakan tribute to IPB). Ada juga sedikit pembahasan mengenai saran BloggerIPB untuk website IPB mengenai moderasi komentar di buku tamu.

Kalau Anda ingin melihat artikel aslinya silakan klik di sini (JPG, 400KB).

Yah, semoga dengan publikasi yang lebih publik ini kita tidak lagi menjadi komunitas yang terasing dan terpinggirkan, dan semakin diakui eksistensinya dalam dunia jurnalistik di kampus…

Comments (4)

Advertise Here

RELATED SITES

Random Quotes