Categorized | Uncategorized

Enaknya kuliah sebagai anak minor

Posted on 31 May 2009 by nurussadad

Mungkin tidak semua mahasiswa IPB menerima kemewahan ruang kuliah seperti yang saya alami saat saya mengikuti Mata Kuliah Teori MakroEkonomi 2.
Dalam kuliah ini, Peserta mata kuliah dari Mayor yaitu Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi IPB sementara Peserta mata kuliah dari Minor yaitu saya sendiri dari Departemen Statistika IPB dan lain lain.
Jadi intinya ada dua Kelas yaitu kelas Mayor dan Kelas Minor. Saya mengikuti kelas Minor yang satu kelas cuma berisi 15-18 Orang. Sudah seperti Private saja dan jeleknya atau malah untungnya susah untuk tidur di kelas karena susah menyembunyikan keberadaan diri dari pengwasan Dosen.
Pada setengah semester yang lalu, Dosen kami adalah Ketua Departemen Ilmu Ekonomi itu sendiri, karena ruang kuliah kami adalah H REK 5 yang terletak di lantai 4 Gedung Fakultas Ekonomi dan Manajemen, *untungnya Gedung 4 lantai cuman ada 3 lantai tangga yang harus kamu lalui dan belum ada lift di Gedung FEM IPB, beliau mengajak ruang kuliah dipindah di ruang Sidang Departemen Ilmu Ekonomi IPB yang terletak satu ruangan dengan kantor beliau.
Tentu saja sangat berbeda kuliah di Ruang kuliah dengan di ruang sidang departemen, walau sebagian besar ruang kuliah di IPB telah terdapat penyejuk udara, tapi tidak semuanya bekerja dengan baik, dan untuk kursi tentu saja jauh lebih nyaman untuk dipakai duduk selama 1 jam 40 menit menjalani kuliah di siang hari.

Namun, Bu Rina ketua Departemen Ilmu Ekonomi hanya mengajar kami di tengah semester pertama. Terus apakah kemewahan ini hilangĀ  begitu saja di tengah semester kedua? Tentu saja, kami kembali menunggu kuliah di H REK 5 yang panas dan nan jauh di lantai 4.
Namun, tak dinyana Dosen Teori MakroEkonomi 2 kami di tengah semester kedua adalah seorang Wakil Rektor IPB. Sekarang coba tebak dimana sekarang kami kuliah Teori MakroEkonomi 2?

Jawabannya adalah Di Ruang Sidang Wakil Rektor, berbeda dengan Mahasiswa Eksekutif dan Mahasiswa Legislatif yang sering keluar masuk Gedung Rektorat, saya yang hanya mahasiswa jelata tentu saja jarang masuk Gedung Rektorat dan tersesat ketika mencari Ruang Sidang itu.

Dan jujur baru kali ini saya melihat Dosen di IPB seperti Wakil Rektor ini, Beliau sangat perhatian kepada kami, bahkan di Kuliah pertama bersama beliau, beliau menelpon sendiri dua mahasiswa yang belum datang agar segera datang ke Ruang Sidang Wakil Rektor untuk menghadiri kuliah siang itu.

Kenapa ya, saya yang biasanya sering telat saat itu malah sangat tepat waktu. Kan kalau saya telat saya kan bisa dapat kehormatan ditelepon secara pribadi oleh Wakil Rektor :D .

Leave a Reply

*

Advertise Here

RELATED SITES

Random Quotes